Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Bahagia Dengan Pasangan Masing-masing


__ADS_3

Suasana pun hening seketika, semua mata kini tertuju menatap wajah Alex dengan tatapan tidak percaya, membuat Alex gugup dan salah tingkah, begitupun dengan Emill yang tidak menyangka bahwa pria itu akan mengatakan hal yang tidak terduga.


''Kenapa ka-lian menatap a-ku seperti itu?'' Alex dengan sedikit tergagap, mengusap rambutnya, merasa gugup.


''Dad ... What did Daddy just say?"


(Apa yang baru saja ayah katakan?)


''Eu ... Itu ...? maksud Daddy ... Eu ...''


''Kami sepakat untuk memulai suatu hubungan,'' ucap Emill memberanikan diri mewakili Alex yang terlihat begitu gugup.


''Apa ...?'' ucap semua yang ada di sana, serentak, menatap ke arah Alex dan juga Emill secara bergantian.


Alex tersenyum sumringah, merasa senang karena Emil tidak merasa malu sama sekali mengakui hubungan mereka.


''Kamu serius, Emill? eu maksud aku Tante E-mill ...'' tanya Amora membulatkan bola matanya.


Semua yang ada di sana pun, merasakan hal yang sama, terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang baru saja dikatakan oleh wanita bernama Emillia tersebut, Leo bahkan tertawa terbahak-bahak, entah dia merasa senang, atau memang benar-benar menertawakan.


''Ha ... ha ... ha ...! Kalian serius?'' tanya Leo tertawa hingga matanya berair.


''Kamu ini, gak sopan banget si, malah tertawa kayak gitu, mau aku hajar kamu, hah ...?'' ucap Alex kesal.


''Oh ... Maaf, aku senang sekali mendengarnya, aku pikir kamu akan selamanya membujang, ha ... ha ... ha ...''


''Kurang ajar ...'' gerutu Alex semakin kesal.


''Emill, Eu maaf, maksud aku, Tante E-mill ... Tante serius dengan apa yang Tante katakan barusan?'' tanya Amora kembali.


Emillia menganggukkan kepalanya penuh keyakinan.


Entah harus merasa bahagia atau malah sebaliknya, karena dia tidak ingin jika Emillia menjadikan sang ayah sebagai pelarian saja, dan tentu saja ayahnya itu akan merasa sangat kecewa nantinya.

__ADS_1


''Wah selamat ya, Om. Aku senang mendengarnya, semoga kalian berjodoh dan cepat menikah,'' ucap El memecah keheningan.


Alex semakin tersenyum sumringah, senyum seorang Alex bahkan mengembang begitu lebar dari kedua sisi bibirnya, terlihat begitu bahagia membuat hati Amora luluh juga akhirnya, karena selama ini dirinya tidak pernah melihat sang ayah sebahagia itu.


''Kapan kalian menikah?'' tanya Amora tiba-tiba membuat Emillia terkejut.


''Heuh ... Apa ...? Eu ... kami belum membicarakan hal itu ...'' jawab Emill gugup mendapatkan pertanyaan itu secara tiba-tiba.


''Apa maksud kamu, sayang? bukankah Mas sudah bilang bahwa Mas akan segera menikahi kamu, kalau kamu nerima cinta Mas?'' ucap Alex.


''Mas ... Mas ... kayak tukang gorengan aja, kamu. Telinga aku geli dengernya tau,'' ledek Leo terkekeh.


''Hish ... kamu ini, dari tadi ngeledek aku terus.''


''Ha ... ha ... ha ...! aku bahagia sekali sebenarnya, Alex. Saking bahagianya aku sampai benar-benar terharu, akhirnya ada juga wanita yang mau sama kamu, udah pokoknya kalian langsung menikah aja, gak usah nunggu lama-lama, lebih cepat lebih baik, nanti aku siapkan kado spesial buat kalian berdua,'' ucap Leo memasang raut wajah serius seketika.


''Makasih, Leo. Aku mendengar ketulusan dari ucapan-mu kali ini,'' jawab Alex benar-benar terharu.


Semua yang ada di sana nampak tersenyum bahagia, merasa senang menyambut pasangan baru, namun, ada satu orang yang tidak merasakan hal yang sama, ya ... Dia adalah Lucky, mengapa semua yang ada di sana sama sekali tidak memikirkan perasaannya? tertawa begitu saja seolah dirinya tidak sedang berada di sana dan tidak memiliki perasaan?


Lucky kini meremas lembut jemari Ayu, seolah memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja, berkat dia, dia yang selalu menyirami api membara yang membakar hati seorang Lucky dengan limpahan kasih sayang, membuat rasa panas itu berangsur hilang.


'Sudah saatnya kita saling move on dan bahagia bersama pasangan masing-masing, Emill. Aku mendoakan yang terbaik untukmu, semoga Om Alex bisa membahagiakan kamu, dan aku janji akan menganggap-mu seperti kakakku sendiri mulai sekarang,' ( Batin Lucky )


Setelah mengatakan hal itu di dalam hatinya, perasaan Lucky menjadi lebih tenang, kegundahan, kegelisahan dan rasa cemburu yang semula dia rasakan mendadak sirna, dan digantikan dengan kebahagiaan.


Mengapa bisa secepat itu mereka saling melupakan satu sama lain? dan mengapa mereka berdua bisa langsung mengisi hati mereka dengan cinta lain sedangkan mereka baru saja berpisah?


Semua itu karena mereka tidak ingin larut dalam rasa sakit yang diakibatkan dari sebuah perpisahan, tidak ingin terlalu merasakan rasa panas yang terasa begitu menyiksa hati masing-masing, dan obat yang paling mujarab bagi orang yang sedang patah hati adalah dengan mengisi kembali hati mereka dengan cinta yang lain, dan obat yang paling ampuh untuk mengobati rasa sakit karena putus cinta adalah dengan jatuh cinta lagi.


🌹🌹


Satu Minggu sudah berlalu, dan acara pengajian yang biasa dilaksanakan satu Minggu penuh itu pun sudah selesai diadakan. Leo beserta keluarganya pun sudah bersiap untuk kembali ke kota. Hanya menyisakan Emillia yang memang tinggal di sana.

__ADS_1


Dengan perasaan sedih Emil menyalami dan memeluk mereka satu-persatu, melepas kepergian mereka dengan rasa haru, hanya Alex saja yang sepertinya enggan untuk berpisah dengan kekasih pujaan hatinya itu.


''Sedang apa kamu, bukannya kamu mau pulang juga?'' tanya Leo menatap wajah Alex.


''Iya ... Iya ... Kamu duluan aja, nanti aku nyusul, aku mau perpisahan dulu sama calon istri aku, gak ngertiin banget si, sudah kalian duluan aja,'' jawab Alex sedikit kesal.


''Dad, aku pulang duluan ya,'' ucap Amora memasuki mobil Axel.


''Iya, sayang. Hati-hati di jalan ya,'' jawab Alex melambaikan tangannya.


''Ya sudah kami pulang duluan, ingat jangan macam-macam, oke ...'' ucap Leo.


''Iya, tenang aja, cepat pergi sana,'' usir Alex tidak sabar, karena dirinya ingin segera berduaan dengan sang kekasih.


''Emill, jaga rumah dengan baik, ya. Om titipkan rumah ini sama kamu,'' ucap Leo sebelum benar-benar meninggalkan mereka berdua dan masuk ke dalam mobil.


Adelia, Axela, dan Gabriel pun segera memasuki mobil setelah sebelumnya mengucapkan salam perpisahan terlebih dahulu kepada Emillia.


Mobil pun perlahan mulai melaju meninggalkan Emill dan juga Alex di tepi jalan.


''Hati-hati ...'' Teriak Emil melambaikan tangannya menatap iring-iringan mobil yang berjumlah tiga mobil.


Sepeninggal mereka semua kini Alex dan juga Emill kembali berjalan menuju rumah yang kini sudah terlihat sepi. Keduanya pun masuk ke dalam rumah, lalu duduk di kursi ruang tamu.


''Kamu yakin mau tinggal di sini?'' tanya Alex duduk tepat di samping Emillia.


''Aku gak ada tempat lain untuk tinggal, sementara jarak dari rumah ini ke tempat mengajar aku lumayan dekat, Mas.'' Jawab Emill.


Kemudian, dia pun menoleh menatap wajah Alex, yang kini terlihat sedang menatap wajahnya dengan begitu lekat seraya tersenyum membuat Emillia merasa gugup.


''Jangan ngeliatin aku kayak gitu, Mas.'' Ucap Emill menyembunyikan rasa gugupnya.


''Apa boleh, Mas mencium-mu sedikiiiiiit saja ...'' pinta Alex sedikit cengengesan.

__ADS_1


Emil tersenyum geli, lalu menganggukkan kepalanya.


____________------------_____________


__ADS_2