Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Putus


__ADS_3

''Apa maksud kamu? aku gak ngerti apa yang kamu bicarakan, dan aku sama sekali gak mau putus dari kamu, aku mencintaimu,'' lirih Lucky.


''Lucky, dengarkan aku. Kamu tampan, populer, berasal dari keluarga kaya, dan satu lagi, kamu pintar, semua yang ada di diri kamu itu sempurna tanpa cela sedikitpun, kamu bisa mendapatkan gadis manapun yang kamu inginkan dan tentunya lebih pantas untuk kamu.''


''Awalnya, aku berniat untuk menutup mata dan telinga dari gunjingan orang yang akan membicarakan dan menghujat hubungan kita, tapi nyatanya aku gak bisa, aku gak ingin reputasi kamu sebagai siswa paling pintar di sekolah ternodai, hanya gara-gara kamu pacaran sama tante-tante kaya aku.''


''Jujur, aku pun mencintai'mu, meski rasa ini tidak wajar bagi aku, karena umur kita terpaut cukup jauh. Yang dikatakan oleh teman-teman kamu itu memang benar, bahwa aku hanya tante-tante yang menyukai brondong.'' Lirih Emillia menatap wajah Lucky.


''Tapi, Emill. Aku gak peduli dengan semua yang mereka katakan, ketampanan, kekayaan, kepopuleran bahan kecerdasan aku, semua itu gak ada artinya jika hubungan kita putus, kamu adalah penyemangat aku, sungguh. Tolong urungkan niatmu untuk mengakhiri hubungan kita.''


''Lagipula, sebentar lagi aku lulus, setelah itu kita bisa dengan leluasa menjalani hubungan kita,'' jawab Lucky sedikit berkaca-kaca.


''Meskipun kamu lulus, tapi kamu tetap akan berstatus sebagai pelajar, sampai kapanpun hubungan kita gak akan pernah bersatu, ada tembok tinggi menjulang yang menjadi penghalang hubungan kita. Aku mohon, lepaskan aku, kita akhiri hubungan kita sampai di sini, lagipula aku akan pergi jauh dari sini,'' ujar Emillia, dengan kelopak yang mulai terisi penuh dengan air mata.


''Kamu mau pergi? pergi kemana?'' Lucky meraih pergelangan tangan Emillia lalu menggenggam jemari-nya erat.


''Aku akan melamar pekerjaan sebagai guru di desa kecil yang memang sedang membutuhkan seorang guru, aku memang belum menemukan desa yang cocok untuk aku singgahi, tapi aku akan segera menemukan-nya setelah aku menyelesaikan urusan aku di sekolah,'' ucap Emillia mengusap buliran air mata yang mulai berjatuhan kini.


Lucky hanya terdiam, sakit di hatinya membuat bibirnya serasa membeku, tanpa terasa air mata pun mulai berjatuhan beriringan dengan rasa sesak di dadanya, merasakan sakitnya patah hati.


Sepertinya, rasa cinta yang bersemayam di hati seorang Lucky sudah benar-benar terukir begitu dalam, selain karena Emillia adalah cinta pertama baginya, wanita yang berprofesi sebagai guru itu adalah satu-satunya wanita yang dapat menggetarkan hati Lucky, di tengah para gadis cantik yang mengantri dan menyatakan cinta kepadanya, hanya Emillia yang mampu menggetarkan hati seorang Lucky.

__ADS_1


Dan saat ini, dia benar-benar merasakan patah hati yang teramat dalam. Lucky masih membisu, dengan air mata yang semakin deras berjatuhan mengenai genggaman tangan miliknya, dia pun menunduk mencoba menyembunyikan rasa kecewa di dalam hatinya.


''Luck ...?'' panggil Emill, menatap wajah Lucky dalam-dalam.


Lucky masih diam seribu bahasa, mencoba menata perasaan-nya, sebelum dia mulai kembali berbicara.


''Maafkan aku, karena aku telah membuat hatimu patah,'' lirih Emillia merasa bersalah.


''Baiklah, jika memang itu yang kamu inginkan. Aku tidak bisa berkata apapun lagi jika kamu memang bersikukuh, tapi, izinkan aku memelukmu sekali saja, sebagai pelukan perpisahan dan pelukan terakhir,'' lirih Lucky, menatap wajah Emillia.


Emilia pun mengangguk, dengan air mata yang bergulir semakin derasnya, membasahi setiap jengkal wajah anggunnya.


Emill pun memeluk tubuh Lucky, mendekapnya erat mencium aroma tubuh yang tercium begitu wangi yang menjadi ciri khas seorang Lucky.


Perlahan, Emill mulia melepaskan pelukannya, menatap wajah Lucky dengan seksama, lalu dia pun mencium bibir Lucky untuk terakhir kalinya.


Sementara itu, Lucky menerima dengan perasaan pilu, ciuman terakhir Emillia sama sekali tidak membuatnya bahagia, rasa perih semakin terasa menyayat hati, tatkala dia mulai merasakan kehangatan dari setiap lu*matan dari bibir manis Emillia.


Keduanya pun kini larut dalam sebuah ciuman, ciuman terakhir yang mungkin tidak akan pernah mereka rasakan lagi, ciuman yang tentunya akan sangat mereka rindukan nantinya.


Emillia semakin memperdalam ciuman bibirnya, membenamkan-nya begitu dalam seiringan dengan sesapan yang semakin membuatnya tidak ingin melepaskan tautan bibir miliknya.

__ADS_1


Sampai akhirnya, mau tidak mau, keduanya harus segera mengakhiri ciuman itu, sebelum gai*aja dalam diri mereka semakin naik ke permukaan dan akan semakin sulit untuk dikendalikan nantinya.


Kini, mereka hanya bisa saling menatap satu sama lain, dengan wajah yang masih berada begitu dekat, dan tatapan sayu penuh kesedihan.


''Jaga diri kamu baik-baik, ingat belajar yang rajin, agar nilai kamu gak anjlok setelah kita berpisah,'' lirih Emillia dengan suara yang terdengar berat.


''Kamu juga, dimana pun kamu berada, aku selalu berharap kamu bahagia, dan tentu saja sehat selalu. Ingat, kamu harus jaga kesehatan kamu, jangan sampai kejadian seperti tadi terulang lagi. Aku akan mencoba menerima semua ini, akan aku anggap ini sangat takdir.''


''Tapi aku yakin, takdir akan berpihak pada kita suatu saat nanti, dan kita akan bertemu dan tentunya bersatu kembali.'' jawab Lucky, begitu lirih terdengar di telinga Emillia.


''Sekali lagi maafkan aku, hiks hiks hiks ...'' suara tangis pun mulai sedikit terdengar dari bibir Emillia.


Lucky hanya mengangguk, lalu mulai berdiri.


''Aku pamit sekarang, aku tidak ingin terlalu lama berada di sini, takut nantinya aku akan berubah pikiran,'' ucap Lucky mulai berjalan keluar dari dalam rumah dengan perasaan hancur.


Sementara itu, Emillia hanya bisa menatap punggung lebar remaja yang telah mewarnai hari-harinya selama beberapa bulan ini, membuat hidupnya bahagia dan mendapatkan perlakuan istimewa layaknya seorang ratu.


Mulai saat, ini dia harus kembali membiasakan diri untuk hidup sendiri, tanpa perhatian dan tentu saja tanpa cinta yang selalu senantiasa dia terima dari remaja tampan bernama Lucky.


'Selamat tinggal kekasih terindahku,' ( batin Emillia, sesaat setelah tubuh Lucky benar-benar keluar dari dalam rumah miliknya)

__ADS_1


______________-----------______________


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2