
''Bang Alex...?" sapa Angel berusaha bersikap biasa saja, namun sebenarnya hatinya merasa gundah.
"Selamat Angel, akhirnya kamu menikah juga, dengan pria kepercayaan mantan pacar'mu sendiri, aku ikut senang melihatnya.''
Tuk
Tuk
Tuk
Suara sepatu Angel, berjalan di lorong, dan perlahan semakin mendekat.
''Terima kasih atas ucapan selamat'nya, bang." jawab Angel, dengan suara yang sedikit bergetar.
''Namun sayang, kebahagiaan'mu tidak akan bertahan lama,'' Alex menatap wajah Angel dengan tatapan tajam.
''Apa maksud kamu?'' Angel berjalan mundur sekarang.
''Aku tahu bahwa, sebenarnya kematian adikku ada hubungannya dengan'mu, Angelina...''
Wajah Angel pucat seketika.
''Kata siapa? kamu salah bang, aku sama sekali tidak ada hubungannya dengan kematian Jimmy, bukankah aku pernah bilang bahwa aku tidak terlalu dekat dengan adikmu itu?'' Angel dengan nada suara yang terdengar semakin berat.
''Bohong...! kamu bohong Angelina,'' Alex sedikit berteriak.
Angel semakin gugup dan masih berjalan mundur sekarang, langkah'nya terasa semakin berat, tubuhnya pun serasa bergetar, dengan mata yang sedikit berair menahan ketakutan.
Alex mengikuti langkah Angel, dia berjalan masih dengan tatapan yang penuh dengan pancaran kemarahan dan rasa dendam yang mendalam.
''Apa yang akan kau lakukan kepada'ku, bang...? aku mohon, aku baru saja menikah, jangan sakiti aku, tolong kasihan'ni aku,'' Angel meratap penuh harap.
''Ha... ha... ha... Apa kau setakut itu padaku sekarang? itu menunjukan bahwa apa yang aku tuduhkan kepada'mu adalah benar, bukan hanya si Leo yang membunuh adikku, tapi kau juga memiliki peran penting mengapa Leonardo melakukan hal tersebut, BENAR KAN...?''
Alex semakin meninggikan suaranya, membuat tubuh wanita yang baru saja menikah itu semakin bergetar.
__ADS_1
''TIDAK... KAMU SALAH ALEX...'' tiba-tiba saja terdengar suara Leonardo dari kejauhan. Berjalan mendekat menghampiri Angel.
''Bos...'' Angel menitikkan air mata merasa lega.
''Sedang apa kau di sini? cepat kembali, Ryan menunggumu di pelaminan,'' pinta Leo berdiri di samping Angelina.
''Ba-baik, Leo...'' Angel pun segera berlari meninggalkan mereka berdua di lorong sepi, di sela pelariannya Angel sempat berhenti dan menoleh ke arah Leo dan juga Alex seolah hendak bertarung, menatap wajah mereka secara bergantian. Setelah itu dia pun kembali berlari meninggalkan mereka berdua.
''Bukankah, aku sudah bilang, jangan pernah muncul lagi di hadapan'ku lagi, karena aku sangat membenci'mu sekarang, aku sangat ingin membunuhmu saat ini juga, Alex...''
Leo mengepalkan tangannya, menatap wajah Alex dengan tatapan tajam.
''Ha... ha... ha...! lakukanlah, aku tidak takut mati sekarang,'' Alex pun menatap wajah Leo dengan tatapan tajam.
''Sayang sekali, aku tidak ingin merusak acara pernikahan yang sudah di susun dengan rapi ini, kamu tunggu saja, aku pasti akan menghampiri'mu dan menghabisi nyawamu sendiri, tapi bukan di sini,'' jawab Leo mencoba mengendalikan emosi dan kemarahan yang saat ini serasa membakar jiwanya.
''Baiklah, aku akan menunggu dengan sabar, tapi jangan terlalu lama, karena aku tidak sesabar itu, aku pun sudah ingin sekali mengakhiri dendam di antara kita, dan dendam itu baru akan berakhir jika salah satu di antara kita mati, entah itu aku, atau kamu, bajingan...'' Alex pun terlihat geram.
''Baiklah, tunggu saja, setelah acara pernikahan selesai aku akan segera menghubungi'mu, bajingan...''
Leo pun berbalik dan berjalan meninggalkan Alex, dengan perasaan kesal, hatinya di penuhi oleh rasa kebencian dan dendam yang teramat mendalam.
***
Sesaat setelah sampai, dia pun baru teringat bahwa si kembar masih berada di sana, bersama kedua baby sister'nya.
'Mengapa aku sampai melupakan si kembar?'
Adel bergumam pelan, seraya memegangi perutnya besarnya.
Dia pun meraih handphone dan hendak menghubungi Leo suaminya, namun saat hendak menelpon, tiba-tiba saja mobil suami'nya pun merapat di halaman, bersama si kembar dan di baby sister di dalamnya.
'Syukurlah, mereka pulang juga,' (batin Adel bernapas lega).
Dan tidak lama kemudian, mobil pun berhenti tepat di hadapan Adelia yang berdiri di halaman.
__ADS_1
Ceklek...
Leo membuka pintu mobil, begitu pun dengan baby sitter yang duduk di kursi belakang, ketiganya langsung menghampiri Adelia yang sedari tadi berdiri memperhatikan mereka.
''Kamu sudah di sini rupanya?'' tanya Leo merasa cemas.
''Maaf, tadi aku tidak enak badan, mangkanya aku langsung pulang, maaf juga karena tidak berpamitan terlebih dahulu padamu, sayang...!''
''Ya sudah nggak apa-apa, yang terpenting, kamu baik-baik saja.''
Adel mengangguk lalu menghampiri si kembar, dan menatap wajah keduanya secara bergantian. Si kembar pun terlihat tertidur pulas di dalam gendongan kedua pengasuhnya masing-masing.
***
Setelah Angel mendapat peringatan dari Alex, raut wajah wanita yang telah resmi dipersunting oleh Ryan itu terlihat murung, wajahnya tidak ceria lagi, dan sorot matanya nampak penuh dengan rasa cemas.
Padahal seharusnya, hari ini adalah yang paling bahagia bagi dirinya, apalagi dia pun mendapatkan kado istimewa berupa mobil yang sangat dia impikan, namun karena perkataan Alex kepadanya, membuat kebahagiaan dirinya seketika hilang.
Ryan pun dapat merasakan perubahan sikap dari istrinya tersebut, dan malam ini adalah malam pertama mereka sebagai sepasang suami-istri, namun melihat raut wajah sang istri yang terlihat muram dengan sejuta kekhwatiran, membuat Ryan memberanikan diri untuk bertanya, kepada istrinya tersebut.
''Sayang, seperti'nya kamu tidak bahagia? ada apa? apakah ada sesuatu yang mengganggu pikiran'mu?''
Ryan menghampiri Angel, yang sedang meringkuk di atas pembaringan si apartemen'nya, dengan tubuh yang tutup oleh selimut.
Angel menoleh dan menatap wajah suaminya, lalu dia pun bangkit dan duduk.
''Maaf, karena telah membuat'mu cemas, pikiranku sedang tidak tenang sekarang,'' Angel menatap wajah Ryan dengan tatapan sendu, seolah menyiratkan kesedihan.
''Ada apa? katakan padaku, bukankah kita sudah menjadi sepasang suami-istri, masalah'mu masalah'ku juga, kesedihan dirimu adalah kesedihan aku juga, jadi kamu jangan pernah sedikitpun menyembunyikan masalah apapun yang sedang kamu hadapi sekarang, ya...?'' ucap Ryan menenangkan.
Akhirnya Angel pun memberanikan diri menceritakan semua yang telah terjadi, dari awal sampai akhir, tak ada satupun yang terlewatkan, dengan berurai air mata dan rasa ketakutan.
''Angel...'' Ryan meletakan kedua tangannya di pundak Angel, lalu manatap wajah nya yang basah dengan air mata, setelah itu diapun mengusap satu persatu buliran air mata yang mengalir dengan begitu derasnya.
''Dengarkan aku, apa kamu lupa sekarang kamu punya aku? suami'mu, aku akan melindungi dirimu dengan segenap jiwaku, kamu tidak usah takut, aku akan berdiri paling depan dalam menjaga tubuhmu ini, jadi jangan khawatir, ya...! aku berjanji, tidak akan membiarkan si Alex itu menyentuh satu helai pun rambut'mu,'' ucap Ryan penuh penekanan.
__ADS_1
___________----------__________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️