
Angelina menatap secara seksama, memperhatikan tiap lekuk wajah Poto Laki-laki yang baru saja ia lihat di media sosialnya, memastikan dan meyakinkan diri bahwa orang yang berada di dalam Poto tersebut benar-benar Leonardo, kekasih yang sudah lama ia cari.
Ada sedikit rasa senang di hatinya, namun ia pun merasa gundah, karena di dalam Poto tersebut kekasihnya itu terlihat sedang bersanding dengan seorang wanita dan menggunakan pakaian pengantin.
Apa yang terjadi? mengapa kekasihnya terlihat seperti sedang menikah? Apa mungkin laki-laki yang di foto itu bukan Leonardo? tapi hanya sekedar mirip saja, tapi rasanya itu tidak mungkin, karena setelah dilihat lebih dekat lagi wajah itu benar-benar wajah sang kekasih.
Hatinya benar-benar di rundung Dilema, tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Leonardo, kekasih tercintanya, yang sudah lama menghilang.
Dia pun mencoba mengirimkan pesan kepada akun media sosial yang memposting foto tersebut, dan berharap semoga orang yang mempunyai akun tersebut segera melihat dan membalas pesan darinya.
Angelina berdiri lalu berjalan mondar mandir di dalam Apartemen nya, dengan ponsel yang masih berada di dalam genggaman, matanya pun tak luput memandangi ponsel tersebut berharap sang pemilik akun cepat membalas pesan yang dia kirimkan.
Dia pun terus melakukan hal tersebut selama lebih dari satu jam, karena merasa lelah dan usahanya pun sia-sia, Angelina pun kembali duduk bersandar di sandaran kursi seperti yang tadi ia lakukan.
___----___
Perlahan Axel membuka matanya, sedikit demi sedikit, ia pun mengedipkan pelupuk mata dan menyesuaikan sinar matahari yang masuk ke dalam kamar melalui celah jendela. Dan tak lama kemudian ia pun membuka mata dengan sempurna.
Axel menatap wajah istrinya yang saat ini masih dalam keadaan terpejam, dia tersenyum dan mencoba membiasakan diri karena akan memulai hari dengan kehadiran sang istri.
Tak lama kemudian Adelia pun membuka mata, ia tersenyum melihat sang suami sedang menatap wajah dirinya sembari tersenyum manis.
''Selamat pagi, sayang,'' sapa Axel menatap wajah sang istri dengan penuh cinta.
''Selamat pagi juga, sayang,'' Adel menjawab dengan mengecup kecil bibir suami tercintanya.
Keduanya menatap ke arah jendela dan saling beradu pandang seketika, ternyata sinar matahari sudah naik di atas kepala, Adel dan Axel pun terkejut dan duduk, namun keduanya lebih terkejut lagi saat hendak berdiri keduanya masih dalam keadaan polos.
''Ya ampun kita kesiangan, cepat pakai baju kamu,'' ujar Adel panik dan bagun secara tergesa-gesa sambil meraih satu persatu pakaian yang berserakan di atas lantai, seraya menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 10 pagi.
__ADS_1
Axel pun melakukan hal yang sama, dia bangkit dan berdiri dalam keadaan polos dan meraih satu persatu pakaian yang berantakan di atas lantai.
Keduanya memakai pakaian secara terburu-buru, setelah itu langsung berjalan cepat keluar dari dalam kamar secara bersamaan. Wajah mereka memerah seketika saat melihat ibu berdiri di depan pintu kamar dengan wajah yang terlihat menatap keduanya.
''Maaf Bu kita bangun kesiangan,'' ucap Adelia dengan wajah merah bersemu dan suara yang sedikit di tahan merasa malu.
Sementara Axel hanya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak merasa gatal sama sekali. Mata ibu menatap baju yang di kenakan Adel dengan seksama, memperhatikan dengan kedua matanya, hingga membuat Adelia sedikit salah tingkah.
''Ibu kenapa menatap aku seperti itu?'' tanya Adelia dengan wajah yang terlihat malu-malu.
''Hmmm... sepertinya ada yang aneh dengan baju kamu?'' jawab ibu dengan terus memandangi baju yang dikenakan oleh putrinya.
Adelia menatap baju yang di pakainya, belum merasa sadar dan masih merasa tidak ada yang salah dengan baju yang dikenakannya.
''Kenapa? aku memakai baju yang semalam aku pakai?''
''Ko ibu tidak memarahi aku? biasanya ibu suka marah-marah jika aku bangun kesiangan?'' tanya Adel merasa heran.
''Kenapa harus marah? kalian kan pengantin baru, wajar jika pengantin baru bangunnya kesiangan. Tapi bukan berarti besok-besok kalian boleh bangun kesiangan lagi, untuk hari ini ibu maklumi,'' ibu menjawab dengan berjalan sembari menahan tawa.
''Makasih ya bu, sudah memaklumi kami,'' Axel berbicara dengan sedikit menaikan suaranya, karena ibu berjalan menjauh dari mereka berdua.
Setelah itu Axel, menoleh dan menatap ke arah Adel yang berdiri tempat di sebelahnya, dia pun tertawa seketika menutup mulut dengan satu tangannya.
''Kenapa lihat-lihat?'' Adel kesal seketika.
''Baju mu, Del...'' jawab Axel dengan menunjuk satu jarinya ke arah baju yang di pakai oleh sang istri.
''Ada apa dengan bajuku?'' jawab Adel lalu menatap baju yang ia kenakan secara seksama, dia pun terkejut ketika mendapati baju yang ia kenakan ternyata terbalik. Dia pun membulatkan bola matanya merasa malu kemudian berlari ke dalam kamar.
__ADS_1
Axel mengikuti dari belakang sambil terus menertawakan sang istri. Bahkan suara tawanya terdengar sangat renyah di dengar.
''Ha... ha... ha... Kamu itu lucu banget, sayang, istriku tercinta, memangnya kamu memakai baju sambil terpejam, sehingga tak menyadari sama sekali jika baju ini terbalik?''
''Ikh... kamu, bukannya bilang sama aku kalau aku pakai baju terbalik, aku kan malu sama ibu,'' Adel menjawab dengan sedikit merasa kesal.
''Iya, maaf. Aku juga baru tahu barusan.''
''Bohong...!'' jawab Adel dengan masih membalikan baju yang di kenakan nya.
Axel kembali tertawa renyah karena sudah tidak dapat lagi menahannya.
''Ikh... kamu nyebelin,'' Adel keluar dari dalam kamar dengan wajah yang terlihat kesal, Axel mengekor dari belakang, dengan masih menahan tawa dan menutup mulut dengan kedua tangannya.
''Adelia... jangan marah kaya gitu, nanti cantik kamu hilang tahu,'' ujar Axel dengan sedikit menaikan suaranya.
Adel tidak menghiraukan panggilan dari suaminya, dia terus berjalan menuju dapur, Adel pun duduk di kursi makan untuk sarapan, tak lama kemudian Axel pun menyusul dari belakang.
_____-----_____
Preman yang waktu itu menagih hutang ke rumah Adelia sedang bermain ponsel di kontrakan kecilnya, dia meng'scrol ponsel dan berselancar di media sosial.
Preman tersebut melihat ada satu pesan yang belum sempat dia buka, dia pun segera membacanya dan di buat terkejut seketika.
Dirinya pun terlihat mengambil ballpoint dan secarik kertas, seperti sedang menulis nomor ponsel seseorang, setelah melakukan hal tersebut dia pun kembali meraih ponsel dan memijit nomor yang tadi ia tulis. Dan dia pun menelpon nomor tersebut.
''Halo...! Apa benar ini nomor Nona Angelina, yang mengirimkan pesan ke media sosial saya?'' tanyanya setelah nomor yang di telpon mengangkat telpon darinya.
___________---------___________
__ADS_1