
Satu Minggu kemudian.
Ujian pun di mulai, baik Lucky ataupun Axel keduanya melaksanakan ujian akhir di sekolah masing-masing, kecuali Al yang tidak mengikuti ujian karena dirinya harus putus sekolah dan menikah dengan kekasih hatinya.
Ada sedikit rasa sesal yang terselip di dalam hati seorang Axela, karena dia tidak bisa merasakan suka cita kelulusan seperti yang akan di rasakan oleh teman-teman sekolahnya, namun, dia sama sekali tidak menyesali keputusan-nya untuk menikah dan menjalani hari-harinya sebagai istri dari pria yang bernama Gabriel.
Sementara Lucky, setelah putus dari kekasihnya, hari-harinya dia jalani dengan perasaan hampa, sikapnya bahkan semakin dingin dengan wajah yang semakin terlihat cuek, dia bahkan tidak pernah menyapa siapapun ketika dia sedang berada sekolahnya, setiap harinya hanya dia habiskan untuk belajar di perpustakaan.
Hari ini, adalah hari penentuan. Lucky sudah bersiap dengan kertas ujian yang berada di atas meja, dan bertekad akan mendapatkan nilai paling tinggi, dan menunjukan kepada semua teman-temannya, bahwa meskipun dirinya sedang mengalami patah hati, hal itu sama sekali tidak berpengaruh kepada nilai ujian yang akan di terimanya.
🌹🌹
Satu bulan pun berakhir dengan begitu cepat, dan siswa-siswi bersiap untuk menerima hasil ujian plus mendapatkan perhargaan bagi mereka yang mendapatkan nilai tertinggi.
Semua siswa kelas 9 pun berkumpul di lapangan sekolah, hari ini adalah hari terakhir mereka berada di sana, sekaligus hari perpisahan yang memang di selenggarakan secara besar-besaran, bahkan panggung megah pun sudah berdiri kokoh untuk meramaikan acara pentas seni yang biasa dilaksanakan setiap tahunnya untuk melepas siswa-siswi yang akan melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Atas.
Lucky nampak duduk di antara barisan siswa kelas 9 lainnya, dia duduk di kursi paling depan menatap ke arah depan dengan tatapan kosong dan wajah datar seperti biasanya.
Semua yang ada di sana menunggu dengan hati yang berdebar, karena sebentar lagi guru akan mengumumkan siapa pemegang nilai tertinggi di sekolah itu.
Satu orang guru pun nampak naik ke atas panggung, membawa kertas pengumuman dan akan segera mengumumkan siapakah siswa paling pintar dan memiliki nilai tertinggi.
__ADS_1
''Selamat pagi anak-anakku sekalian, kalian pasti sudah tidak sabar untuk mengetahui siapa siswa yang memegang nilai tertinggi dari hasil ujian yang telah kalian jalani satu bulan yang lalu, 'kan?'' ucap guru tersebut, dengan suara yang menggema, membuat para siswa yang hadir di sana bersorak merasa tidak sabar.
''Baiklah, langsung saja. Untuk pemegang nilai tertinggi ujian akhir sekolah tahun ini adalah ...''
Suasana hening sejenak, semua mata tertuju kepada Bapak guru yang saat ini dengan menahan ucapannya, seraya menatap seluruh siswa yang hadir di sana.
''Kalian pasti penasaran, 'kan? tentu saja nilai tertinggi di raih oleh siswa tampan, dan juga terkenal dingin, meskipun dia sempat terkena scandal baru-baru ini, tapi dia berhasil membuktikan kepada kita semua bahwa hal itu sama sekali tidak mempengaruhi nilai yang dia dapatkan.''
Semua mata tertuju pada Lucky, mereka seperti sudah dapat menebak bahwa yang dimaksud oleh Bapak guru di atas sana adalah siswa tampan yang bernama lengkap Lucky Pratama.
''Ya, tebakan kalian benar. Nilai tertinggi di raih oleh siswa bernama 'Lucky Pratama' silahkan naik ke ke atas panggung untuk menerima penghargaan,'' teriak Bapak guru itu, yang diiringi suara riuh dan tepuk tangan dari semua siswa-siswi yang ada di sana.
''Lucky, kenapa wajahmu datar sekali? coba tersenyum sedikit saja, tunjukan kepada teman-temanmu kalau kamu merasa senang karena berada di posisi paling tinggi di sekolah ini,'' ucap guru tersebut sedikit menggoda.
Lucky hanya tersenyum tipis.
''Ya, ampun. Dasar pria dingin, ya sudah, sekarang coba kamu ucapkan kata-kata terakhir sebelum kamu berpisah dengan semua teman kamu yang berada di sekolah ini, dan anggap saja ini adalah ucapan terakhir, satu lagi, kamu juga harus mengungkapkan kesan-kesan kamu selama bersekolah di sekolah ini, silahkan. Gak boleh menolak ...!'' pinta Guru tersebut sedikit memaksa, lalu memberikan pengeras suara yang di pegang-nya.
''Selamat siang semuanya. Terima kasih kepada bapak ibu Guru karena telah membimbing saya selama saya bersekolah di sini, meskipun salah satu Guru sudah tidak ada lagi di sini,'' ucap Lucky singkat.
''Hanya segitu ...?''
__ADS_1
Lucky mengangguk datar.
''Ya ampun, dasar pria dingin. Ya sudah gak apa-apa, silahkan kembali ke tempat kamu,'' pinta Guru tersebut.
Setelah acara pemberian penghargaan selesai, acara hiburan pun di mulai, band terkenal ibu kota sengaja di undang, untuk menghibur siswa-siswi sekolah elit tersebut.
Lucky yang sudah merasa malas berada di sana, berjalan ke arah gerbang sekolah dan berniat melewatkan acara hiburan tersebut, dirinya lebih memilih untuk pulang dan menghabiskan waktunya di rumah, namun, baru saja dirinya akan berjalan keluar dari dalam gerbang, tiba-tiba saja terdengar suara seorang wanita memanggil namanya dari atas panggung, dengan pengeras suara, membuat Lucky menghentikan langkahnya dan kembali memutar badan menatap ke arah panggung.
''Lucky Pratama. Aku harap kamu jangan pergi dulu, ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu. Aku ingin mengakui sesuatu, aku mengaku salah karena telah membuat hubungan kamu dengan ibu Emillia berakhir, dan aku juga yang telah menyebarkan prihal hubungan kalian sehingga semua siswa satu sekolahan mengetahui hal itu.''
''Aku tahu aku salah, dan aku minta maaf. Tapi aku melakukan itu karena aku mencintaimu, Lucky. Perasaan ini sudah aku pendam selama tiga tahun, dan sekarang aku akan mengungkapkannya lagi di depan semua teman yang ada di sini, bahwa aku mencintaimu.''
''Maukah kamu menerima cintaku kali ini? Aku harap kamu bisa naik ke atas sini dan menjawab pernyataan cinta aku, Lucky ...'' teriak Ayu panjang lebar, menggunakan pengeras suara.
Suara riuh pun terdengar, semua siswa dari kelas 7 sampai kelas 9 berteriak takjub atas keberanian yang ditunjukan oleh siswi bernama lengkap Ayu Puspita tersebut, berani mengakui kesalahan dan berani menyatakan cinta di depan semua orang, tidak peduli meski harus mendapatkan penolakan nantinya.
Lucky terdiam sejenak, permintaan maaf dan pernyataan cinta yang baru saja di katakan oleh Ayu sama sekali tidak membuat hatinya tersentuh, dia menatap seluruh siswa yang saat ini sedang menatap ke arah dirinya dengan meneriakkan kata 'TERIMA-TERIMA' secara serentak, membuatnya merasa gugup, dan mau tidak mau dia kembali berjalan ke arah panggung dan naik ke atas sana untuk menjawab pernyataan cinta yang baru saja di utarakan kepada dirinya.
___________-------------____________
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️
__ADS_1