
''Apa Abang pernah jatuh cinta?''
Tanya Lucky secara tiba-tiba, membuat sang Kaka terkejut seketika.
''Apa...? Ha... ha... ha...! Kenapa kamu bertanya seperti itu? apa kamu sedang jatuh cinta? Abang kira kamu gak doyan cewe..."
"ABANG...!"
Kesal di tertawa'kan Lucky memukul wajah kakaknya menggunakan bantal, hingga bantal tersebut menutup seluruh wajahnya.
"Kamu beneran sedang jatuh cinta dek...?"
"Sudah diam, percuma ngomong ama abang?"
"Siapa yang sedang jatuh cinta?"
Sang ibu masuk ke dalam kamar.
"Ini Bu, anak bungsu ibu lagi jatuh cinta, ha... ha... ha...'' Axel mengacak rambut adiknya.
''O ya ...? bayi mommy sudah besar ternyata, coba kenalin sama mommy, perempuan mana yang telah membuat anak bungsu mommy yang pendiam ini jatuh cinta?'' sang ibu berjalan mendekat lalu duduk di tepi ranjang.
''Mommy...! sudah akh, aku malu...'' Lucky menutup wajahnya dengan selimut tebal.
''Kenapa harus malu sayang, wajar dong kalau kamu jatuh cinta, apalagi kamu masih remaja, sedang dalam masa puber, dan lagi kamu Laki-laki normal.''
''Tapi tetap saja aku malu.''
Lucky berbaring di pangkuan sang ibu. Dan Adelia pun mengusap rambut putra bungsunya dengan penuh kasih sayang.
''Dek, apa dia Nerima cinta kamu?''
Axel kembali menggoda.
Lucky hanya terdiam.
''Apa kamu di tolak? ha... ha... ha...''
Lucky kembali terdiam, kali ini dia pun mengerucutkan bibirnya.
''Siapa perempuan yang berani menolak pria sempurna dan pintar seperti kamu? perempuan itu sungguh bodoh.'' Ujar Axel, mengusap rambut adik kesayangannya.
''Siapa bilang aku di tolak, Abang...?'' Lucky terlihat kesal.
''Lalu...?''
''Ya, aku belum bilang sama dia kalau aku suka sama dia.''
''Begitu rupanya? mau Abang kasih tau gak gimana caranya agar kamu bisa di terima sama cewek itu?''
''Gimana...?''
__ADS_1
Lucky bangkit dari pangkuan sang ibu lalu duduk dan menatap wajah Axel.
''Kasih tau nggak ya...?''
''Abang...!''
''Ha... ha... ha...''
Axel kembali tertawa geli.
''Abang nyebelin...! Momm... liat Abang nakal...!'' Lucky merajuk.
''Axel...! udah jangan ngeledek adik'mu terus,'' pinta Adel menatap wajah putra sulungnya.
''Iya... iya... baik, mom...! Besok Abang main ke sekolah kamu ya, Abang penasaran sama cewek yang udah bikin adik kesayangan Abang ini galau, ya...?''
''Mom...! Abang ngeledek terus tuh,'' Lucky kembali merengek seperti anak kecil.
''Udah, Axel...! cepat kembali ke kamar kamu, jangan nge'goda adik'mu terus,'' ucap Adelia sang ibu.
Axel pun menuruti ibunya dan keluar dari dalam kamar.
''Sekarang kamu mandi, terus istirahat, ya. Mommy siapin makan malam buat kamu, kamu pasti lapar, kan?''
Lucky mengangguk.
''Ya sudah mommy keluar dulu.''
''Mom...!''
''Apa sayang?''
''Apa perbedaan umur yang jauh itu bisa menghalangi dua manusia untuk saling jatuh cinta?'' Lucky menatap wajah ibunya.
Adelia pun mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam kamar, dia kembali duduk di tepi ranjang dan menatap wajah putra bungsu kesayangannya.
''Kenapa kamu bertanya seperti itu, sayang? apa perempuan yang kamu sukai usia'nya lebih tua dari kamu?''
''Hmm...! tidak ko, mom...! Ya sudah aku mandi dulu.''
''Sayang...! dengarkan mommy, di usia kamu yang masih remaja dan sebentar lagi akan beranjak dewasa, merupakan hal yang wajar jika kamu mulai tertarik dengan lawan jenis, apa lagi mulai merasakan getaran yang berbeda yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya, saat melihat wanita yang kamu sukai, itu hal yang lumrah."
"Karena kamu Laki-laki normal, di usia kamu yang sekarang ini, biasanya sudah saatnya mengenal yang namanya cinta monyet, mulai tertarik dan menyukai seorang gadis, itu semuanya hal yang wajar, jadi kamu jangan di buat pusing karenanya.''
''Jika kamu membutuhkan teman untuk di ajak curhat, kamu bisa curhat sama mommy, mommy akan siap mendengarkan dan memberi masukan, ya...''
Lucky mengangguk lalu memeluk tubuh ibunya.
***
Malam hari, di kamar Leonardo dan sang istri.
__ADS_1
''Anak-anak sudah tidur?''
Leo berbaring di samping sang istri, memeluk tubuhnya dari arah belakang.
''Iya, tadi Lucky pulang sedikit terlambat.''
''Lho, ko tumben? biasanya dia selalu pulang tepat waktu?''
''Entahlah, kayaknya anak bungsu kita sedang dalam masa puber.''
''Puber...? anak papi yang paling pendiam dan paling pintar sedang puber? wah... sungguh mengejutkan,'' Leo semakin mengeratkan pelukannya.
Adel memutar badan, dan kini berbaring saling berhadapan dengan suami'nya tersebut, dia menatap wajah tampan Leonardo yang sudah terdapat kerutan, namun sama sekali tidak mengurangi ketampanan'nya.
Bagi Adelia, meski suaminya sudah tidak muda lagi, namun di matanya dia tetap terlihat tampan, tanpa basa basi lagi, Adel pun mengecup bibir indah suami'nya, mengecupnya lembut dan penuh kasih sayang dengan mata yang di pejamkan.
''I Love you...'
Leo berbisik di telinga istrinya.
''I Love you to...''
Keduanya pun kembali membenamkan bibir masing-masing, saling berputar yang saling menyesap dengan perasaan penuh kasih sayang dan pancaran cinta yang mendalam.
''Malam ini, bolehkan aku meminta jatah malam dari'mu istri'ku?'' tanya Leo, melepaskan ciuman dan menatap wajah sang istri.
Adelia, mengangguk lalu tersenyum.
Tanpa basa basi lagi, Leo pun segera melancarkan serangan pertamanya, serangan yang menjadi senjata utamanya, dan tentunya, mampu membuat Adel memejamkan mata merasakan keni****.
Adelia, dia meremas rambut suaminya, memejamkan mata saat suaminya tersebut mulai menjamah raganya dan melucuti setiap lembar benang yang menutupi seluruh raganya, hingga kini pun polos tak bersisa.
Leo mulai memasukan roket tajam miliknya, membenamkan'nya begitu dalam hingga sang istri pun membulatkan bola matanya secara sempurna, dengan mulut yang sedikit di buka, merasakan kenik***. Hingga akhirnya roket itupun bergerak perlahan, maju mundur membuat Adelia sedikit mengeluarkan suara Eran***.
Tak mau kalah, Adel pun sedikit menggoyangkan pinggulnya, bergoyang mengikuti irama, secara perlahan, sampai akhirnya bergerak cepat dan mendapatkan puncak keni*** bersamaan.
''Akh....''
Terdengar suara dari mulut keduanya. Leo pun terbaring lemas dengan peluh dan keringat yang membasahi tubuhnya, begitu pun dengan Adelia, dia tersenyum merasa puas lalu kembali mengecup bibir seksi suaminya secara pelan.
''Kemampuan goyang dirimu tidak pernah berubah istri'ku, kamu memang terbaik, the best pokoknya.''
''Apaan sih,'' Adelia memasukan seluruh raga polosnya ke dalam selimut.
''Ko masih malu-malu gitu, sayang, gak usah malu, kita sudah berumah tangga lebih dari 20 tahun, masih malu aja.''
Leo pun memasukan tubuhnya kedalam selimut menggoda istrinya. Dan akhirnya, ronde kedua pun dimulai, kali ini di dalam selimut tebal, keduanya saling berkutat hingga membuat ranjang sedikit bergoyang.
Melanjutkan pendakian kedua di dalam sana, sampai keduanya kembali mendapatkan keni*** bersama.
Merasa lelah, akhirnya sepasang suami-istri yang sangat bahagia itu tertidur bersama di dalam sana, dengan saling berpelukan dan masih dalam keadaan polos, lalu memejamkan mata hingga akhirnya pagi pun menjelang.
__ADS_1
***