Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Jatuh Dari Atas Pohon


__ADS_3

'Demi istriku tersayang manjat pohon mangga pun akan aku lakukan'


Batin Leo berucap.


Dirinya berjalan keluar dari dalam kamar, menuruni tangga lalu memanggil semua anak buahnya yang dia tugaskan untuk berjaga di depan rumahnya, mengumpulkan semua orang di teras rumah termasuk Ryan.


''Kalian semua, aku ada misi khusus untuk kalian, siapa yang bisa menjalankan misi ini, akan aku beri hadiah besar,'' ucap Leo berdiri di depan lebih dari lima orang anak buahnya.


''Misi apa bos?'' tanya salah satu penjaga merasa heran karena misi di perintahkan secara tiba-tiba.


''Istriku sekarang sedang dalam keadaan hamil muda, dan kalian tau sekarang aku akan segera memiliki putra, ha... ha... ha...'' ujar Leo dengan tertawa begitu senang.


''Wah selamat bos, semoga putra bos lelah menjadi anak Sholeh, jangan seperti ayah'nya,'' celetuk Ryan dengan polosnya.


Leo membulatkan bola matanya seketika, menatap wajah Ryan dengan tatapan tajam, membuat Ryan menunduk, dan mengucapkan kata maaf.


''Maaf bos, saya tidak bermaksud menyinggung perasaan bos.''


''Siapa yang tersinggung, ucapanmu memang benar, putraku jangan sampai seperti diriku, cukup kegantengan'nya saja yang akan aku turunkan, ha... ha... ha...'' jawab Leo kembali tertawa dan mengangkat sedikit wajahnya menunjukan rasa sombong yang seperti sudah mendarah daging di dalam jiwanya.


''Terus misi dengan hadiah besarnya apa, bos?''


''O iya, aku sampai lupa. Kalian lihat pohon mangga itu?'' menunjuk satu jarinya ke arah pohon mangga yang tinggi menjulang milik tetangganya.


Semua anak penjaga pun menoleh secara serentak ke arah telunjuk Bosnya, yang mengarah lurus ke arah depan.


''Siapapun yang bisa memanjat dan mengambil buah mangga itu, akan aku beri hadiah satu juta,'' tambahnya lagi kemudian.


''Baik, bos. Kalau cuma manjat gitu aja mah aku juga bisa, di kampung'ku aku sering melakukan hal seperti itu,'' jawab Ryan tersenyum senang, karena tugas yang di berikan oleh bosnya tidaklah susah.


Tidak lama kemudian, ponsel di dalam saku celana Leo pun bergetar, dia merogoh kantong mengambil ponselnya lalu membaca pesan.


'Ingat ya, harus kamu yang manjat sama ngambil buah mangga'nya, kalau tidak calon bayi kita akan marah.'


Pesan dari Adelia sang istri tercinta.

__ADS_1


Leo mengubah raut wajah'nya yang semula terlihat bahagia dengan tawa renyah yang terdengar dari bibirnya, kini berubah muram dan menunduk sambil memasukan kembali ponselnya ke dalam saku celana.


''Ada apa bos?'' tanya Ryan merasa heran.


''Misi aku batalkan,'' ujarnya lirih.


''Lho, kenapa?'' jawab semua yang ada di sana, angan-angan untuk mendapatkan uang juta pun raib seketika.


''Aku sendiri yang akan memanjat dan mengambil buah mangga itu,'' jawab'nya lagi dengan suara yang lebih lirih.


''Haah... emangnya bos bisa manjat?''


Leo menggelengkan kepalanya, berjalan dengan langkah gontai, menuju rumah tetangga untuk meminta izin.


''Semuanya, ikuti aku,'' pinta Leo.


''Baik, bos,'' jawab semua anak buahnya berlari mengikuti sang bos mafia dari belakang.


Sesampainya di rumah tetangga yang terletak tepat di depan rumah'nya, Leo tampak terdiam sejenak, memikirkan kata yang cocok yang akan dia ucapkan kepada tetangganya itu, karena selama ini, dia sama sekali tidak pernah meminta atau pun memohon kepada orang lain, apalagi hanya untuk sebiji buah mangga.


Trok


Trok


Trok


Leo mengetuk pintu, sebanyak tiga kali, dan tidak lama kemudian, pemilik rumah yang merupakan seorang ibu-ibu pun membuka pintu, menatap wajah Leo dengan tatapan heran, seorang Leo yang selama ini tidak pernah menyapa apalagi bertamu ke rumahnya, tiba-tiba saja datang.


''Nak Leo? ada apa ya?'' tanya ibu tersebut.


''Anu, Tante. Mohon maaf jika saya mengganggu waktu istirahat tante. Istri saya sedang mengidam buah mangga, dan dia ingin sekali memakan buah mangga dari pohon milik Tante, bolehkan saya memintanya?'' Suara Leo tampak bergetar menahan rasa malu.


''Oh, tentu saja, sebentar saya ambilkan, kebetulan tadi pagi suami saya baru saja memetiknya,'' ucap ibu tersebut hendak pergi ke dalam rumah.


''Tidak, Bu. Istri saya inginnya saya sendiri yang memetiknya dari atas pohon, he... he... he...'' dengan sedikit cengengesan.

__ADS_1


''Oh, begitu? memang kalau yang nanya ngidam harus di turuti kemauan'nya, jika tidak si calon bayi bakalan ngiler sampe besar nanti.''


''O ya...?'' jawab Leo sedikit terkejut.


''Iya...! ya sudah, nak Leo silahkan manjat saja pohon'nya, tapi hati-hati ya, awas jatuh.''


''Baik, Tante. Terima kasih,'' jawab Leo.


Lalu pemilik rumah pun kembali masuk ke dalam rumah dan menutup pintu. Leo berjalan menghampiri pohon mangga tersebut, berdiri di bawahnya, lalu mengangkat kepalanya ke atas, menatap pohon yang tinggi, sembari memikirkan cara untuk naik ke atasnya.


Para anak buahnya pun melakukan hal yang sama, dengan sedikit cengengesan, menatap pohon mangga lalu menatap wajah bosnya, mereka sama sekali tidak menyangka jika seorang Leonardo yang merupakan bos mafia berhati kejam dan bersifat dingin, bisa sangat perhatian dan penurut kepada istrinya.


Sungguh mereka kagum kepada Adelia, istri bosnya tersebut karena berhasil menaklukan hati bos Mafia yang menjadi atasan mereka.


''Sini naik ke punggung saya bos,'' salah satu anak buahnya, berjongkok meminta Leo naik ke atas punggung'nya.


Leo menoleh dan berfikir sejenak, lalu mengangguk dengan tersenyum. Leo mengangkat satu kakinya ke atas punggung anak buahnya tersebut, lalu kaki yang lainnya pun dia naikan, kini posisi Leo berada di atas punggung anak buahnya, dia meraih salah satu batang pohon sambil menaikan kaki ke batang nya yang besar dan siap memanjat.


Tidak butuh waktu lama untuk nya sampai di tengah-tengah pohon, dengan buah mangga ranum yang bergelayutan. Leo pun menatap kamar dirinya yang terlihat jelas dari atas pohon, dan Adelia berdiri di depan jendela memperhatikan dirinya dengan tersenyum senang.


Leo melambaikan tangan, dengan tersenyum ke arah istrinya tersebut, dia bahkan melakukan pose kiss bye, Adelia tersenyum melihat kelakuan suami tampannya.


Setelah itu Leo segera mengeluarkan kantong plastik dari dalam sakunya, dengan tersenyum, dia memetik satu persatu buah mangga, dan entah mengapa hatinya merasa senang, meski sebelumnya dirinya enggan melakukannya.


Kantong plastik pun sudah terisi lebih dari sepuluh biji buah mangga, dan Leo pun sudah siap turun, dengan menggenggam kantong itu di tangannya, namun malang karena tubuhnya yang tidak dalam keadaan seimbang, dia pun terjatuh dari atas pohon.


Bruk


Leo tersungkur ke atas tanah.


*****


Halo semuanya, pagi ini saya akan merekomendasikan sebuah novel milik Sabahat saya, semoga dapat menghibur dan menemani waktu senggang kalian semua.


__ADS_1


__ADS_2