
''Berhenti di depan, Yah ...'' pinta Ayu, menunjuk gang yang ada depan sana.
''Kamu yakin itu tempatnya? Kalau nyasar gimana?''
''Gak akan, Neneknya pacar aku baru aja meninggal kemarin, makannya aku yakin di sana rumahnya, liat'kan ada bendera warna kuning di sana?''
Revan segera melipir dan memarkir mobilnya tepat di depan gang tersebut.
''Ayah gak usah ikut turun, mendingan langsung pulang deh,'' pinta Ayu, sebelum membuka pintu mobil.
''Nggak, Ayah akan anterin kamu sampai ke rumah pacar kamu, ya.''
''Nggak usah, Ayah.''
''Tapi, Ayu. Ayah pengen kenal sama pacar kamu itu, sekaligus kenalan juga sama keluarganya,'' pinta Revan, sedikit memaksa.
''Ayah ...! Sekali nggak tetap nggak, pokoknya ayah langsung pulang aja, oke?'' Ayu hendak membuka pintu mobil.
''Tapi-'' Revan tidak meneruskan ucapannya, karena putrinya itu langsung keluar dari dalam mobil.
Tok ... Tok ...
Ayu mengetuk kaca pintu mobil bagian depan, dan Revan pun menurunkan kaca mobilnya.
''Ayah hati-hati di jalan, ya. Love you, muach ...'' ucap Ayu.
''Ish ... dasar anak tidak sopan, bukannya ngucapin terima kasih, ibu sama anak sama saja, sama-sama keras kepala,'' gerutu Revan, kesal.
Dia pun hanya bisa menatap tubuh putrinya, yang perlahan masuk ke dalam gang, kemudian dia pun mulai menyalakan mobilnya kembali, dan perlahan mobil pun berjalan meninggalkan tempat itu.
🌹🌹
Ayu berjalan menyusuri gang, tangannya nampak menatap layar ponsel mencoba untuk menelpon Lucky, namun, berkali-kali dia menelpon, pacarnya tersebut tidak juga mengangkat telpon.
''Lucky kenapa si? telpon aku gak di angkat-angkat, duh rumahnya yang mana, ya ...'' gerutu Ayu memperlambat gerakan langkahnya, dengan kepala yang sedikit menunduk menatap layar ponsel.
Saking lekatnya dalam menatap ponselnya itu, dan tidak menyerah dalam menelpon kekasihnya, dia sampai tidak sadar kalau ternyata dia sudah tiba di halaman rumah yang dimaksudkan.
Ayu pun menghentikan langkahnya, menatap sekeliling, sampai matanya menangkap sosok yang dia kenal, yaitu Axel, yang merupakan kakak dari pacarnya.
''Bang Axel ...?'' sapa Ayu tersenyum sumringah.
Axel yang sedang duduk di teras rumah dengan memainkan ponselnya pun segera menoleh menatap Ayu yang saat ini sedang berjalan memasuki halaman rumah, dia mengerutkan keningnya, menatap dengan seksama gadis yang tadi memanggil namanya.
''Maaf, siapa ya?'' tanya El tidak mengenali Ayu.
''Aku Ayu, Bang. Pacarnya Lucky?''
''Ayu ...? pacarnya Lucky ...?''
''Iya, Bang. Apa Lucky-nya ada?'' Ayu berdiri tepat di depan Axel.
''Tunggu ...? Kamu beneran pacaran sama Lucky ...?''
__ADS_1
Ayu menganggukkan kepalanya, tersenyum manis.
''Sebentar, ya. Aku panggil Lucky ke dalam, kamu duduk aja dulu,'' ucap El masih menatap wajah Ayu dengan tatapan heran.
'Katanya cinta mati sama Bu Emil, tapi udah dapat pacar baru, dasar Playboy ...' (Batin El)
Axel pun berjalan masuk kedalam rumah lalu membuka pintu kamar, menggoyangkan tubuh adiknya yang terlihat masih tertidur.
''Dek, bangun. Ada pacar kamu di depan ...''
Lucky tidak bergeming, dia hanya menggerakan mulutnya, dengan mata yang masih terpejam.
''Adek ...? Nih anak, WOY BANGUN ...!'' teriak El, membuat Lucky membuka mata seketika.
''Apaan si bang? masih pagi tau, masih ngantuk juga, semalam aku gak bisa tidur,'' jawab Lucky semakin merekatkan selimut yang sedikit terbuka.
''Ada pacar kamu di depan, Dek.''
Lucky terkejut dan membuka matanya secara sempurna seketika.
''Apa ...? pacar ...? siapa maksudnya?''
''Gak tau, liat aja sendiri ...'' jawab El berbaring di kasur.
Lucky yang hanya mengenakan celana bokser pendek dengan kaos oblong berwarna putih segera bangkit dan hendak keluar.
''Katanya cinta kamu cuma buat Bu Emil, tapi nyatanya sudah punya pacar baru, hebat ya, secepat itu move on-nya,'' ledek El membuat Lucky merasa malu.
''Dih, dasar anak kecil ...'' El kembali meledek.
'Apa benar Ayu ada di sini? bukannya dia masih di Rumah Sakit?' ( Batin Lucky )
Lucky perlahan berjalan keluar, dengan rambut yang masih berantakan, dan mata yang menahan rasa kantuk, mulutnya pun menguap lebar.
''Ayu ...? Sedang apa kamu di sini?'' tanya Lucky sesaat setelah dia sampai di teras rumah.
''Lucky, maaf aku pasti mengejutkanmu. Aku sengaja datang kemari,'' Ayu berdiri menatap wajah Lucky dengan penampilan yang berbeda namun tetap terlihat tampan di matanya.
''Dari mana kamu tau alamat sini?'' Lucky berjalan mendekat lalu duduk di teras.
''Gak penting aku tau dari siapa, yang penting'kan aku sudah ada si sini sekarang.''
''Kamu 'kan masih sakit, seharusnya kamu istirahat saja," ucap Lucky.
''Gak apa-apa, aku udah baik-baik aja ko, beneran. Kenapa? sepertinya kamu gak senang aku ada di sini?''
''Nggak, bukan begitu, aku hanya gak ingin kamu kenapa-napa.'' Jawab Lucky berbohong.
Sebenarnya, Lucky sendiri tidak terlalu suka Ayu berada di sana, mengingat bahwa Emil juga ada di rumah itu, dia tidak ingin menyakiti hati Emillia jika dia sampai tahu bahwa dirinya sudah memiliki pacar baru.
'Bagaimana ini, gimana perasaan Emil kalau sampai dia tau aku udah punya pacar lagi? sedangkan baru kemarin aku nangis-nangis gak ingin di tinggalkan, duh si Ayu ini, bikin aku pusing aja si' ( Batin Lucky)
''Hey, kenapa kamu melamun?'' tanya Ayu membuyarkan lamun Lucky.
__ADS_1
''Heuh ...? Nggak ko, gak apa-apa ...'' jawab Lucky mengusap wajahnya kasar.
''Hmm ... yang lain pada kemana? kok sepi?''
''Oh, kak El lagi istirahat di kamarnya, sementara Mommy dan Papi lagi ke pasar,'' jawab Lucky datar.
''Oh, begitu ...!''
Keheningan pun seketika tercipta, keduanya terdiam dan larut dalam lamunan masing-masing.
Lucky, dia berkutat dengan pikiran, seluruh otak kecilnya di penuhi dengan Emillia, memikirkan bagaimana perasaan dia saat melihat Ayu berada di sana.
Sedangkan Ayu, dia dapat merasakan bahwa Lucky sama sekali tidak senang dengan kedatangannya, dia pun memutuskan untuk berdiri dan pergi dari rumah itu.
''Oke ... Kalau kamu gak suka aku berada di sini, aku akan pulang sekarang juga,'' ucap Ayu berdiri dan langsung di tahan oleh Lucky.
''Nggak, aku gak bermaksud seperti itu, hanya saja aku-'' Lucky tidak meneruskan ucapannya, saat dia melihat Emillia, berjalan dengan Amora menuju halaman rumah.
Lucky pun terlihat gugup, dia langsung berdiri dan menatap ke arah Emillia dengan wajah yang terlihat pucat pasi, Ayu yang merasa heran dengan perubahan raut wajah pacarnya segera mengikuti arah pandangan mata Lucky, dan membuka matanya lebar melihat Emillia berjalan ke arah rumah.
''Bu Emil ...?'' ucap Ayu pelan.
'Kenapa dia juga berada di sini? bukannya hubungan mereka sudah berakhir?' (Batin Ayu kesal)
Emillia yang juga menatap Ayu dan pandangan mereka pun bertemu, seketika memperlambat langkahnya, ada rasa panas yang saat ini membakar hatinya, namun, dia segera menepis perasaan itu, dan mencoba bersikap biasa saja.
''Ayu ...? kamu ada di sini juga?'' tanya Emil menyembunyikan rasa cemburunya.
''Eu ... Ibu sendiri ngapain ada di sini?'' Ayu balik bertanya.
''Oh, ibu emang tinggal di sini, di rumah ini.''
Ayu terkejut seketika, wajahnya terlihat muram dan memerah menahan rasa cemburu yang saat ini terasa menyayat hatinya.
''Ibu tinggal di sini?'' tanya Ayu membulatkan bola matanya.
''Iya ... tapi kamu gak usah khawatir, Ibu sama Lucky sudah gak ada hubungan apapun lagi, ibu sudah menganggap dia sebagai adik ibu sendiri, jadi kamu gak usah cemburu, karena ibu sudah gak punya perasaan apa-apa lagi sama dia, iya 'kan Lucky ...?'' jawab Emillia berbohong, karena nyatanya dia masih sangat mencintai mantan kekasihnya itu.
Ayu pun menarik napas lega, dia tersenyum sumringah mendengar ucapan Ibu Emillia.
Sementara itu, Leo, Adelia dan Alex saat ini sedang berjalan menuju rumah, mereka bertiga baru saja pulang dari pasar, tangan Leo dan juga Alex nampak memegang belanjaan dalam jumlah besar.
''Wah ... ada tamu, siapa dia, Dek ...?'' tanya Leo tersenyum mulai berjalan memasuki halaman.
Ekspresi berbeda di tunjukan oleh Alex, dia mengenali Ayu sebagai putri dari pria yang bernama Revan, dengan mata menatap heran dia mencoba memastikan kalau gadis itu benar-benar putri Revan.
''Kamu Ayu 'kan?'' tanya Alex menunjuk satu jarinya.
''Om Alex ...? sedang apa Om di sini? dia pacar aku, itu sebabnya aku berada di sini sekarang.''
''Hah ... Pacar ...?'' Alex terkejut seketika membulatkan bola matanya.
____________------------_____________
__ADS_1