Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Kembali Pulih


__ADS_3

Brak


Brak


Brak


Leo membuka pintu dengan paksa, dan akhirnya pintu pun berhasil di buka, meski keadaan pintu tidak lagi sempurna, karena Leo menggunakannya kekuatan penuhnya.


''Adel... Istriku...!'' Leo segera menghampiri sang istri yang dalam keadaan polos duduk di bawah shower yang masih menyala.


Panik, Leo segera meraih handuk yang menggantung di kamar mandi, menutup tubuh sang istri lalu menggendongnya ke dalam kamar.


''Ada apa dengan kamu, sayang. Mengapa kamu seperti ini?'' Leo membaringkan tubuh Adelia di atas pembaringan.


Raja polos itu terlihat menggigil, terlalu lama di bawah guyuran air membuat kulitnya pucat pasi bak orang mati.


Leo mengambil baju tidur dari dalam lemari dan memakaikannya, sungguh hati Leo diliputi berbagai pertanyaan, namun masih belum bisa dia tanyakan, mengingat, keadaan istrinya yang terlihat begitu sangat mengkhawatirkan.


Setelah pakaian lengkap dikenakan, dia pun segera menutup tubuh sang istri dengan selimut tebal dan memeluknya dengan sangat erat untuk memberinya kehangatan.


''Sayang...! Istriku...! Adelia Pasha...! ada apa denganmu? mengapa kamu seperti ini?'' Leo berbisik di telinga sang istri.


Matanya tampak terpejam, namun buliran air mata tiba-tiba saja turun berjatuhan.


'Maafkan aku suami'ku, aku sungguh minta maaf...' ( Batin Adel berucap penuh kepedihan).


Dia pun memeluk tubuh suaminya, erat hingga membuat sang suami semakin merasa heran, alhasil, Leo hanya bisa mengelus punggung istri tercintanya dengan perasaan penuh kasih sayang dan tatapan memancarkan rasa cinta yang mendalam.


''Aku tidak akan bertanya lagi, kau boleh menangis di pelukanku sepuas'mu, namun jika perasaan'mu sudah tenang kau harus menceritakan semuanya kepada aku,'' Leo mengecup pucuk kepala sang istri yang bersandar di dada bidangnya dengan dalam keadaan terisak menahan tangisan.


Leo pun mengelus punggung Adelia kembali, membiarkan wanita yang sangat di cintai'nya itu meluapkan kesedihan, meski dia sendiri tidak tahu benar, tentang apa yang sebenarnya terjadi, tidak ingin semakin membebani perasaan sang istri, yang sedang dalam keadaan bersedih, dia pun tidak berucap ataupun bertanya apapun lagi, sampai perasaan sang istri merasa tenang.


Sampai Adelia, istri yang paling di cintai'nya, menghentikan isak tangisnya dan terlelap di dalam pelukannya.


***


Pagi pun menjelang, matahari perlahan naik ke permukaan, sinarnya yang kemerahan mulai menerangi ufuk timur lalu naik dan memancarkan cahaya benderang yang membawa aura keceriaan.

__ADS_1


Namun keceriaan itu tidak dapat di lihat dan di rasakan lagi oleh wanita yang bernama Adelia, wajahnya terlihat murung, dan senyuman'nya mendadak hilang, pancaran aura keceriaan yang selalu menjadi ciri khasnya pun seolah tenggelam.


Hari ini Leo berencana untuk tidak masuk Kantor, dia ingin menemani istrinya, yang terlihat tidak sehat meringkuk di atas pembaringan dengan separuh tubuhnya di tutup selimut tebal.


Dari semenjak bangun, istrinya belum beranjak sedikit pun dari tempat tidur'nya, dan Leo pun sampai saat ini masih setia menemani, melakukan hal yang sama, padahal jam dinding sudah menunjukan pukul sembilan pagi.


Sampai akhirnya suara ponsel Leo berdering dengan kencang, dan Leo pun merentangkan tangannya mencari ponsel lalu mengangkat telpon.


Leo : ''Halo, Angel...! hari ini seperti'nya aku tidak bisa ke kantor, aku serahkan urusan kantor padamu, ya. Istriku sakit, dan aku ingin menemani dia dahulu hari ini.''


Angel : "Bos...! ada kabar gembira, barusan saja bang Alex datang ke kantor. Dia mengembalikan saham yang dia ambil darimu, bahkan dia juga menanamkan investasinya kembali, bukankah itu kabar baik? properti mu selamat, dan perusahan juga perlahan akan mulai stabil kembali.''


Leo : "O ya...'' Leo seketika bangkit dan duduk merasa terkejut sekaligus senang.


Angel : "Iya, bos. Tapi ada sesuatu yang aneh. Bang Alex, berpamitan, katanya dia akan pindah ke luar negeri dan menetap di sana, dia juga menitipkan salam untuk'mu.'' (Kabur si Alex, sodara-sodara, Takut di door sama bos Mafia.)


Leo : "Pamitan katamu?''


Angel : ''Betul, bos.''


Leo termenung sejenak, ada rasa lega dalam hatinya karena dia tidak akan pernah di ganggu oleh pria yang bernama Alex lagi, namun dirinya merasa aneh juga, karena tiba-tiba saja Alex pergi begitu saja dan melupakan dendam yang selama ini selalu dia koar-koarkan.


Leo : "Oh... iya Angel, bagus kalau begitu. Berarti batalkan semua rencana yang sudah kita susun kemarin, kamu aku tugaskan untuk membenahi urusan pekerjaan yang sempat tertunda, dan mulai jalankan kembali proyek kita yang sempat terbengkalai, nanti siang aku akan usahakan datang ke kantor, setelah kondisi Adelia agak baikan, oke..."


Angel : "Baik, bos."


Keduanya pun menyudahi perbincangan mereka di telpon.


Adelia yang mendengar percakapan mereka pun, tampak langsung membuka mata, buliran air mata seketika turun dari pelupuk matanya.


'Akhirnya, bajingan itu menepati janjinya,' (Batin Adelia berucap.)


''Sayang... kamu dengarkan...? perusahan aku akan segera stabil kembali, aku sungguh senang sekarang, aku pikir aku akan kehilangan perusahaan yang selama ini di bangun dengan keringat oleh kedua orang tua'ku, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan aku jika itu sampai benar-benar terjadi,'' Leo mendekatkan tubuhnya dan memeluk Adelia dari arah belakang.


Adel memutar badan, dan menatap wajah suaminya, namun sebelumnya dia mengusap terlebih dahulu buliran air mata yang tadi sempat membasahi pipinya.


''Selamat sayang, akhirnya semua yang menjadi kekhawatiran'mu benar-benar hilang, aku juga sungguh senang mendengarnya.''

__ADS_1


(Namun itu semua terjadi karena aku telah menyerahkan tubuhku yang seharusnya hanya menjadi milikmu, kepada bajingan yang bernama Alex itu, dan sekarang aku tidak merasa menyesal melakukannya, karena aku sangat bahagia melihat dirimu yang tersenyum senang seperti ini, kebagian'mu adalah kebahagiaan ku juga, wahai suamiku, cintaku, berlahan jiwaku,' (Batin Adelia.)


''Semua ini berkat doamu yang tidak pernah putus untukku, doa tulus dari seorang istri yang baik dan penuh perhatian seperti dirimu, pasti akan di dengar dan di kabulkan oleh Tuhan,'' Leo mendekap erat tubuh istrinya.


Sementara Adelia hanya mengangguk.


''I Love You, Honey... Really Love you..."


"l Love You, to..."


"Bangun yu, kasian si kembar, dia pasti mencari'mu, dari semalam kamu belum bertemu dia, kan?''


Adel mengangguk.


Keduanya pun turun dari atas tempat tidur, dan berjalan keluar dari dalam kamar.


***


Satu bulan kemudian


Huek


Huek


Huek


Adelia berjongkok di depan toilet, entah mengapa, dari pagi mulutnya terasa mual, dan kepalanya sangat pusing, dia bahkan tidak berhenti muntah, dan makanan yang dia makan selalu di muntah'kan kembali beberapa saat Kemudian.


Dia pun memegangi perutnya, yang terasa sedikit mengeras, seraya mengusap mulutnya secara kasar, lalu otaknya mulai berputar, mengingat-ingat kapan terakhir dia datang bulan.


____________----------_____________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader. ❤️


______________


Rekomendasi novel hari ini, untuk kalian pembaca setiaku.

__ADS_1



__ADS_2