
Sudah sekitar empat hari semenjak Leo di rawat di Rumah Sakit, selama itu pula istrinya tidak pernah kembali ke sana, Leo hanya di temani oleh Ryan, orang yang sangat dia percaya.
Dan hari ini Dokter sudah memperbolehkan Leo untuk pulang, karena keadaan kakinya sudah semakin membaik, meski masih membutuhkan waktu sekitar dua Minggu untuk bisa melepaskan gips yang terpasang di kakinya.
Ryan tampak sedang membereskan pakaian bos nya ke dalam tas, dan administrasi pun sudah selesai di bayarkan, tinggal menunggu perawat mencabut jarum infus yang masih menancap di pergelangan tangannya.
Leo tampak terus saja melihat ke arah luar, berharap bahwa istrinya tang bernama lengkap, Adelia Fasha, akan menjemput dirinya untuk pulang ke rumah, namun harapannya pun ternyata sia-sia, sekian lama menunggu, istrinya tidak kunjung datang.
Tidak lama kemudian, pintu kamarnya pun di buka, Leo menyunggingkan senyum berharap bahwa yang masuk ke dalam kamar adalah istrinya, akan tetapi harapannya kembali pupus karena yang masuk ke sana hanyalah perawat yang akan mencabut infus di tangannya.
Wajahnya pun seketika berubah muram, bibir yang tadi kembangkan kembali di rapatkan, dia pun menghembuskan napas nya secara perlahan, menahan kesedihan, Leonardo yang selama ini di kenal kuat dalam menghadapi segala masalah apapun, bahkan saat di hadapkan dengan kematian dirinya pun tidak pernah gentar.
Namun kali ini, saat dia di hadapkan dengan masalah dengan istrinya, kekuatan dan ketegaran dalam jiwanya seolah hilang, yang ada tinggal'lah kegalauan dan keresahan yang saat ini sedang dia rasakan.
Adakalanya jiwa seseorang yang biasanya terlihat kuat dan tangguh, akan berubah lemah apabila di hadapkan dengan masalah yang menyangkut orang yang di cintai, dan keluarga, itulah yang saat ini dihadapi dan di rasakan oleh Leonardo, sang bos mafia.
Setelah perawat itu selesai melepaskan infus di pergelangan tangan Leo, perawat itu pun segera keluar dari dalam kamar, kini tinggal Leonardo yang masih mengharapkan kedatangan istri tercintanya.
__ADS_1
''Bos, sudah waktunya kita pulang. Semua sudah selesai di bereskan, Administrasi pun telah di bayarkan,'' ucap Ryan duduk di samping tempat tidur.
''Baiklah, kita pergi sekarang, sepertinya orang yang aku tunggu tidak akan pernah datang,'' berucap dengan raut wajah yang terlihat muram.
''Apakah bos sedang menunggu Nyonya Adelia?''
Leo menganggukan kepalanya.
''Mungkin saja Nyonya sedang menunggu kepulangan bos di rumah, oleh karena itu kita harus segera pulang, agar bisa memberi kejutan kepada Nyonya besar,'' ujar Ryan mencoba menghibur.
Ryan pun membantu Leo turun dari atas ranjang, dengan satu buah tongkat yang akan membantu'nya untuk berjalan, dengan tertatih-tatih tangan Leo pun mencoba meraih tongkat dan mengapitnya di antara lengannya, namun entah karena belum terbiasa atau pikirannya memang sedang, melayang tongkat itu pun terjatuh ke atas lantai.
''Masa bos mafia pegang tongkat begitu saja tidak bisa? lemah banget si,'' tiba-tiba terdengar suara Adelia, dari arah luar, berjalan menghampiri dengan wajah datar.
''Adelia...! Istriku tercinta...!" Leo menyunggingkan senyum bahagia, matanya pun tampak berbinar, menatap sang istri yang berjalan semakin mendekat.
Wajah Adelia terlihat sangat cantik meski hanya mengenakan gaun pendek selutut berwarna hitam, dengan tas kecil yang menggantung di lengan kirinya, rambutnya pun tampak di urai begitu saja, dengan make up tipis yang menyempurnakan kecantikannya, di tambah lagi, sinar matahari yang bersinar tepat mengenai wajahnya, membuat kecantikannya semakin terlihat paripurna di mata Leonardo.
__ADS_1
Adelia meraih tongkat yang dibiarkan tergeletak begitu saja di atas lantai, dia pun langsung memberikannya kepada sang suami yang saat ini terlihat masih menatap wajahnya dengan senyum yang mengembang begitu lebar, seolah merasa tidak percaya bahwa dirinya sedang berada si sana.
"Biar aku saja yang membantu bos mafia yang lemah ini berjalan," ucap Adelia kepada Ryan, yang langsung di jawab dengan anggukan oleh pria tersebut.
__________----------___________
*Jangan lupa
Like
komen
vote
Terima kasih....
*****
__ADS_1