Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Berlebihan


__ADS_3

Alex benar-benar merasakan kebahagiaan yang mendalam, kebahagiaan yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata, hingga air matanya terus saja berjatuhan seraya menatap bayi mungil dengan wajah tampan yang saat ini berada di dalam gendongannya.


Alex pun tak henti-hentinya mengecup kening Emillia sang istri, mengucapkan kata terima kasih secara berkali-kali kepada istrinya tersebut karena telah memberinya putra di usianya yang sudah tidak muda lagi.


Emillia yang sudah mendapatkan anestesi dan masih dalam keadaan setengah tersadar, hanya bisa tersenyum menatap bayi mungil yang baru saja dilahirkannya itu, dia pun merasakan hal yang sama seperti suaminya, bahagia dan tentu saja sebagai seorang istri kini kehidupannya menjadi lebih sempurna karena telah resmi menjadi seorang ibu.


Dua jam kemudian Emillia sudah di tempatkan di ruangan rawat inap, ruangan VVIP khusus di pesan oleh Alex, agar istrinya itu bisa beristirahat dengan nyaman.


Leonardo pun terlihat sudah berada di sana, menyaksikan sendiri wajah sahabatnya yang saat ini terlihat begitu senang, sesuatu yang tidak pernah dia saksikan sebelumnya.


''Lihat, Leo. Bukankah dia tampan seperti aku?'' ucap Alex memperlihatkan bayi yang di gendongnya.


''Hmm ... Tampan, tapi lebih mirip ibunya,'' jawab Leo datar.


''Ish ... kamu ini. Istriku 'kan cantik, kalau tampan sudah pasti mirip ayahnya, gimana sih?''


''Iya-iya, dia tampan mirip kamu. Aku gak ingin merusak kebahagiaan yang sedang kamu rasakan ini, jadi aku iyain aja deh.''


''Aku sudah menyiapkan nama yang cocok buat dia, kamu pasti akan kaget mendengarnya.''


''Apa ...? aku jadi penasaran ....''


''Namanya adalah, 'Lucky Pratama'. Gimana cocok 'kan?'' tanya Alex dan Leo pun membulatkan bola matanya seketika.


''Lucky Pratama? itu 'kan nama putraku? mana boleh kayak gitu? seharusnya kamu izin dulu sama aku kalau mau pake nama dari salah satu putraku itu.''


''Emangnya nama Lucky cuma putra kamu aja? heuh ... Artis juga ada yang namanya Lucky Pratama, dan dia gak marah tuh saat kamu pake nama dia?'' jawab Alex membuat Leo terdiam.


''Hmm ... dasar tua bangka, pintar aja kamu ngelesnya.''


Leo akhirnya mengalah juga, sesuatu yang jarang dia lakukan sebenarnya, karena biasanya sahabatnya ini yang selalu mengalah apabila mereka sedang berdebat, tapi kali ini, karena Alex sedang dalam keadaan bahagia, Leo terpaksa melakukan hal itu karena tidak ingin merusak kebahagiaan yang sedang di rasakan oleh Alex.


''Sayang, ini Daddy, nama kamu Lucky Pratama.''


''Kakek, bukan Daddy, kamu lebih pantas di panggil kakek,'' celetuk Leo memotong ucapan Alex.

__ADS_1


''Ish, dasar Leonardo, mau Daddy, kakek, eyang atau apapun terserah aku dong, dasar kamu.''


''Ha ... ha ... ha ...!''


Leo tertawa renyah.


''Daddy harap kamu bisa jadi anak yang pintar, seperti anaknya Om Leo yang songong ini. Pintar, baik, Sholeh dan juga tampan lagi, semua yang baik-baik di borong sama dia, Daddy harap kamu pun menjadi anak seperti itu. Itu sebabnya Daddy memberimu nama yang sama seperti dia,'' lirih Alex berbisik di telinga putranya.


Leo yang mendengar semua yang di ucapkan oleh Alex, seketika tersenyum sendiri merasa bangga mendengar putra bungsunya di puji sedemikian rupa, ada rasa syukur yang mendalam yang dia ucapkan di dalam hatinya.


'Papi bangga sekali sama kamu, Luck. Kebaikan dan kecerdasan kamu memberi inspirasi untuk Alex,' ( Batin Leo )


Emillia yang saat ini masih berbaring lemas di atas ranjang pun nampak tersenyum senang mendengar ucapan suaminya, dan dia sama sekali tidak merasa keberatan putranya di beri nama itu, meski notabenenya Lucky merupakan mantan kekasihnya sendiri.


''Dad, aku boleh gendong Dede Lucky?'' pinta Amora yang juga ada di sana.


''Emangnya kamu bisa gendong bayi?''


''Daddy, aku bukan akan kecil. Daddy ini kenapa sih, cuma pengen gendong Dede sebentar.''


''Baiklah, tapi hati-hati dan pelan-pelan, nanti Dede Lucky kesakitan kalau kamu gendongannya keras-keras,'' ucap Alex penuh penekanan.


Perlahan Alex mulai menyerahkan Baby Lucky, pelan dengan kening yang dikerutkan seolah merasa takut kalau bayi kesayangannya itu akan terjatuh.


''Hati-hati, Amora,'' Alex kembali berbicara dengan penuh penekanan, membuat semua yang ada di sana tertawa lucu, karena sikap Alex itu terlihat sangat berlebihan.


Amora menatap adik kecilnya, dia pun tidak menyangka, di usianya yang sudah menginjak 21 tahun ini akan memiliki seorang adik laki-laki, dengan nama Lucky Pratama, nama yang memang sangat cocok untuk adiknya ini.


''Kamu tampan sekali, Dek. Perkenalkan ini kakak Amora, Kakak sayaaaaang banget sama kamu,'' lirih Amora.


Lalu dia pun mengecup pipi mungil Baby Lucky, dan bayi yang di gendongannya itu seketika tersenyum, seolah mengerti dengan apa yang dikatakan oleh kakaknya.


''Jangan di cium-cium dulu, kulit bayi masih sensitif,'' ucap Alex.


''Cukup Alex, kamu ini terlalu berlebihan sebagai ayah tau, aku pun punya anak tiga, bahkan cucu aku juga tiga, tapi gak gini-gini amat kayak kamu, masa cuma cium aja gak boleh?'' celetuk Leo mengingatkan.

__ADS_1


''Apaan, suka-suka aku dong. Dia 'kan anak aku, kenapa kamu protes mulu sih dari tadi, berisik tau.'' Jawab Alex tidak mau kalah.


''Ha ... ha ... ha ...! Kamu bakalan jadi ayah yang overprotektif sama anaknya, pasti itu ...'' Tawa Leo, merasa lucu dengan sikap sahabatnya itu.


🍀🍀


Dua tahun kemudian.


Axel akhirnya memantapkan diri untuk menikahi kekasihnya Amora, dia yang awalnya akan menikahi kekasihnya itu dalam waktu satu tahun setelah dia melamar Amora, terpaksa memundurkan waktu karena kesibukannya berkuliah, begitupun dengan Amora yang berkuliah dengan mengambil jurusan yang sama dengan Axel, yaitu jurusan Ekonomi.


Tahun ini, tepat empat tahun dia merajut kasih dengan gadis yang bernama Amora itu, dan Axel akan benar-benar menjadikan gadis itu istrinya, menjadi pendamping hidupnya dan mengikat kuat hubungan mereka dengan tali pernikahan.


Hari ini, Axel akan benar-benar menghalalkan ikatan cinta itu dengan mengucap ijab Qabul di depan penghulu dan seluruh keluarga besarnya.


Pernikahan mewah pun diadakan di hotel berbintang lima, mengundang banyak tamu dan tentu saja mengundang artis terkenal sebagai penghibur bagi tamu undangan yang datang.


Axel, nampak sudah bersiap di depan penghulu, dengan pakaian pengantin bernuansa putih bersih lengkap, begitupun dengan Amora yang saat ini duduk di sampingnya dengan perasaan berdebar dan terharu karena kekasihnya akan benar-benar menikahi dirinya, sesuatu yang selama ini dia impikan sebenarnya.


''Saya terima nikah dan kawinnya Amora binti Alex dengan mas kawin tersebut dibayar tunai ....'' Axel mengucapkan ijab Qobul dengan lantang dan tanpa satu cela sedikitpun.


''Sah ...''


''Saaaaah ...''


Semua yang ada di sana pun sontak mengucap kata sah secara bersamaan, Leo dan Adelia yang merupakan orang tua Axel, sama sekali tidak menyangka bahwa putra sulungnya telah menikah kini.


Keduanya sungguh merasa bahagia, ternyata waktu terasa begitu cepat berlalu, Bayi kembar yang terasa baru kemarin ini mereka gendong, kini telah benar-benar dewasa dan menjadi seorang suami.


Leo bahkan nampak berkaca-kaca, lain halnya dengan Adelia, air matanya terus saja bergulir tanpa terasa. Leo yang menyaksikan hal itu segera meraih pergelangan tangan istrinya lalu menggenggam erat jemarinya.


''I Love You, sayang ..."


Leo tiba-tiba berbisik di telinga Adelia, dan sontak membuatnya menoleh ke arah suaminya, lalu mengatakan hal yang sama.


" I Love you too ..."

__ADS_1


Jawab Adelia tersenyum bahagia.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2