Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Berendam


__ADS_3

Adelia mempersiapkan bathtub untuk suaminya berendam, dia mengisi bathtub itu dengan air hangat lengkap dengan sabun wangi hingga tercium aroma yang menenangkan hati dan juga perasaan.


Malam ini dia ingin benar-benar memanjakan suaminya yang baru saja selesai melakukan pertarungan bersama Revan, dan Adelia yakin bahwa Leonardo, suaminya itu pasti dalam keadaan kelelahan sekali saat ini.


Sebenarnya, di dalam hati seorang Adelia masih terselip rasa cemas, apa yang dia saksikan tadi benar-benar membuat hatinya dilanda rasa gundah, bagaimana tidak, Leo suaminya diambang kematian tadi, kepalanya di arahkan pistol sedemikian rupa, benar-benar hal yang baru baginya, dan tentunya hal yang sangat menyebalkan bagi seorang Adelia.


Bagaimana jika pistol tersebut benar-benar memuntahkan pelurunya? bagaimana kalau suaminya itu benar-benar tertembak? apa yang akan terjadi selanjutnya dengan dirinya jika hal itu benar-benar terjadi? Akh ... Hati Adelia merasa terhenyak mengingat semua itu.


Akan tetapi, Adelia bersyukur bahwa Leo masih di beri kesempatan untuk bernapas dan menemani hari-harinya sampai dia tua nanti.


Ceklek ...


Leo sang suami pun membuka pintu lalu masuk kedalam kamar mandi.


''Apa airnya sudah siap?'' tanya Leo hendak membuka kemeja yang dia kenakan, menatap Adelia sang istri yang kini hanya mengenakan kimono handuk berwarna putih.


''Sudah, sayang.'' Jawab Adelia.


Adelia menghampiri sang suami, membantu suaminya itu membuka satu-persatu kencing kemeja berwarna putih yang di pakai suaminya, yang sepertinya telah basah dengan keringat sisa pertarungan di luar tadi.


Leo nampak menatap wajah istrinya itu dengan tersenyum begitu manisnya, membuat Adelia sang istri salah tingkah, dia tersenyum sendiri.


''Jangan ngeliatin aku kayak gitu, aku tau aku emang cantik,'' ucap Adel masih menunduk menatap satu-persatu kancing baju suaminya.


''Wajah kamu memang selalu cantik, dari dulu gak berubah sedikitpun, bahkan hanya dengan menatap wajahmu saja rasa lelah aku hilang,'' ucap Leo sedikit menggombal.


''Gombal banget si,'' Adel membuka kemeja sang suami, hingga dada bidangnya kini benar-benar terekspos sempurna, kotak-kotak layaknya roti sobek.

__ADS_1


''Apa yang akan terjadi dengan aku jika kamu benar-benar mati, tadi ...?'' tanya Adelia mengusap dada bidang suaminya, berucap dengan nada suara yang terdengar berat sebenarnya.


''Kenapa kamu bertanya seperti itu, sayang ...'' jawab Leo menatap lekat wajah istrinya, merasa bersalah.


''Aku baru tau, ternyata seperti itu pertarungan antar geng mafia, saling mengarahkan pistol seolah-olah nyawa itu gak ada artinya, apa kamu tau betapa khawatirnya aku tadi, hah ...?'' lirih Adel, meletakan kedua telapak tangannya di pipi sang suami, menatap wajahnya dengan tatapan sayu.


''Aku minta maaf karena telah membuat kamu khawatir, sayang. Aku janji gak akan pernah melakukannya lagi, tadi itu terakhir kalinya aku memegang pistol, aku janji ...'' Leo menatap penuh kasih sayang wajah sang istri yang terlihat begitu teduh di pandang.


''I Love You, Suamiku ..."


"I Love You, istriku ..."


Perlahan Leo mengecup bibir ranum sang istri, dengan tangan yang di lingkarkan di pinggang Adelia memeluknya erat.


Sementara itu, Adelia masih meletakan kedua telapak tangannya di rahang sang suami. Keduanya pun larut dalam ciuman panas, saling menyesap bahkan menghisap dengan memejamkan mata masing-masing.


''Obati rasa lelah di jiwa aku, sayang. Lentur'kan otot-otot aku yang tadi sempat menegang, malam ini aku ingin kamu yang bermain,'' bisik Leo, melu*at telinga dan leher sang istri.


''Baik, sayang. Aku akan membuat tubuhmu yang lelah ini menjadi segar kembali,'' jawab Adelia mulai membuka kimono handuk yang dipakainya.


''Amazing honey ..." lirih Leo saat menatap raga polos istrinya terpampang nyata kini, dia pun langsung membawa raga polos sang istri di dalam dekapannya.


Leonardo sang bos Mafia pun mulai beraksi, dia benar mengeluarkan keahliannya dalam memanjakan sang istri, hingga tanpa sadar Adelia pun perlahan mengeluarkan suara-suara yang terdengar begitu lirih dan merdu di dengar.


Kini, perlahan Leo mulai kembali menaikan kepalanya, menatap wajah sang istri yang kini terlihat memejamkan mata dengan mulut yang sedikit di buka, seperti benar-benar tidak sabar ingin segera melakukan pelepasan.


''Kita mulai, sayang ...''

__ADS_1


Adel mengangguk seraya mengigit bibir bawahnya keras.


Leo mengangkat satu kaki istrinya, membawanya melingkar di pinggang kokohnya lalu mulai mengarahkan senjata di bawah sana.


''Hmmm .... Auh ... sayang ...'' lirih Adelia, kini menyadarkan kepalanya di bahu sang suami.


''Ayo, sayang keluarkan suara merdu mu itu, aku suka ...'' ucap Leo.


''Auw ... sayang ... sebentar lagi, sebenar lagi sesuatu di dalam sana akan benar-benar meledak ...'' Adelia memejamkan mata mengigit bibir bawahnya saat tubuhnya hendak bergetar mencapai puncak pelepasan.


''Ayo sayang, kita lepaskan sama-sama ...''


Leo pun semakin mempercepat gerakannya, dan menghujamkan-nya kuat saat pelepasan itu pun mereka dapatkan secara bersamaan.


Tubuh Adelia pun mengejang hebat, diiringi detak jantung yang berdetak dengan begitu cepat, sesuatu di dalam sana benar-benar meledak, membuat Adelia benar-benar merasakan nik*atnya meraih pelepasan itu secara sempurna.


Sementara Leo, dia pun memejamkan matanya, melingkarkan satu tangannya di pinggang sang istri, tubuhnya pun meremang dan jantung yang berdetak kencang, keduanya pun sama-sama mengerang panjang, lalu saling memeluk tubuh masing-masing.


''Aku mencintaimu, sayang ... Dari dulu, sekarang, dan nanti sampai kita tua dan akhirnya maut memisahkan kita,'' lirih Leo, mengecup tengkuk sang istri.


''Aku juga mencintaimu suamiku, sama seperti yang kamu katakan tadi,'' jawab Adel singkat.


''Jawabannya singkat banget? sama seperti yang kamu katakan tadi?'' Leo mengerutkan keningnya dengan mata yang menatap wajah sang istri.


''Mulutku lelah, kebanyakan men*esah tadi,'' jawab Adel, menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


''Ha ... ha ... ha ... Ya udah, kita berendam yu?'' Leo menggendong raga sang istri lalu memasukannya ke dalam bathub, dan mereka pun berendam bersama di dalam sana.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2