
Keesokan harinya
Ryan membawa dua orang wanita yang akan bekerja sebagai baby sister di rumah Bos'nya, dan hari ini Leo sengaja tidak pergi ke kantor agar bisa menemani Istrinya di rumah, sepertinya, kondisi baby blus yang di alami oleh Adel pun semakin parah, dia lebih banyak mengabiskan waktunya untuk melamun bahkan sesekali menangis sesenggukan tanpa sebab yang jelas.
Merasa khawatir dengan sikap sang istri, dia pun memutuskan untuk membawa istrinya tersebut ke seorang psikiater, setelah dia melakukan perkenalan dan sedikit wawancara kepada dua wanita yang akan menjadi baby sister'nya.
''Siapa nama kamu?'' tanya Leo berada di ruang kerjanya dengan dua calon baby sister yang berdiri di depan meja kerja.
''Nama saya Wina, Tuan. Umur saya 27 tahun,'' jawab wanita berambut panjang dengan tinggi semampai.
''Lalu kamu?'' Leo menatap wanita yang berdiri di sebelah Wina.
''Saya, Marni, umur saya 25 tahun,'' jawabnya menatap wajah Leo dengan tatapan seperti yang merasa kagum dengan ketampanan majikannya tersebut.
''Kenapa kamu menatap wajah saya seperti itu? saya tidak suka dengan tatapan kamu yang seperti itu, ingat, kalian akan aku pekerjaan sebagai baby sister, jangan mencoba mencuri-curi pandang terhadap'ku karena aku sama sekali tidak akan tertarik dengan wanita seperti kalian,'' ucap Leo penuh penekanan, dan nada suara yang tegas di dengar
''Maaf, tuan...'' jawab Marni menundukkan kepalanya.
Dirinya memang terpesona dengan ketampanan yang terlihat tanpa cela tersebut, untuk seketika dia merasa berdebar, namun dia pun membuang jauh-jauh perasaan itu, karena dia berada di sana untuk bekerja, bukan mencari perhatian.
''Sekarang kalian boleh keluar, dan mulai bekerja, Ryan pasti sudah memberi tahu keadaan bayi yang akan kalian jaga, kan?''
Keduanya mengangguk secara bersamaan.
''Ya sudah, cepat bekerja sekarang juga.''
Marni dan Wina pun segera keluar dari dalam ruang kerja majikannya tersebut.
Sementara Leo masih duduk di depan meja kerjanya, dia mengusap wajah tampannya secara kasar, lalu menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.
__ADS_1
Perasaannya masih di selimuti rasa kekhawatiran mengingat kondisi istrinya yang semakin mengkhawatirkan. Akhirnya dia pun membulatkan niatnya untuk membawa sang istri ke psikiater, hari ini juga.
____---____
Trok
Trok
Trok
Leo mengetuk pintu ruangan, dia bersama Adelia dan berada di klinik Psikiater, Adelia yang memang sedang dalam keadaan tertekan, hanya menurut saat suaminya tersebut mengajak dirinya ke sana.
''Silahkan masuk...'' jawab seorang wanita dari dalam Ruangan.
''Permisi, Dok. Saya yang tadi membuat janji dengan Dokter,'' ucap Leo memasuki ruangan lalu duduk di kursi dengan Adelia di kursi sebelahnya.
''Iya, baik. Tuan Leonardo dan Nyonya Adelia, betul?''
''Silahkan Tuan Leo, tunggu sebentar di luar, saya akan mulai memeriksa kondisi psikologi istri Tuan,'' pinta Dokter tersebut.
''Baik, Dok.''
Leo berdiri lalu menatap wajah Adelia, dan melayangkan kecupan di pucuk kepalanya, sebelum dia berjalan dan keluar dari dalam ruangan.
***
Sudah lebih dari satu jam Leo menunggu dengan perasaan cemas, wajahnya bahkan terlihat muram, memendam kekhawatiran yang begitu dalam.
Lalu tidak lama kemudian, Adel pun keluar dari dalam ruangan, wajahnya sudah sedikit tenang, dengan senyum tipis yang mengembang di kedua sisi bibirnya. Leo pun segera berdiri dan menghampiri sang istri.
__ADS_1
''Bagaimana? apakah sudah selesai?'' tanya Leo berdiri di samping sang istri.
''Dokter ingin berbicara dengan'mu,'' jawab Adel, mempersilakan suaminya masuk ke dalam ruangan.
Dengan segera, Leo pun masuk kedalam sana, duduk di kursi tadi dan bertanya tentang keadaan istrinya.
''Bagaimana keadaan istri saya, Dokter? mengapa sikapnya akhir-akhir ini terlihat berubah?''
''Sepertinya Istri Tuan mengalami Baby blus.''
''Hah... Baby Blus? apa itu?'' tanya Leo tidak mengerti.
''Baby Blus adalah kondisi yang sering di alami oleh seorang ibu yang baru saja melahirkan, kondisi ini biasanya di picu karena rasa stres dan kondisi hormon seorang ibu yang belum stabil, baby blus sendiri akan sangat berbahaya jika tidak di tangani dengan benar, beruntung, Tuan Leo segera membawa Nyonya Adelia ke sini, jadi dia bisa langsung di obati dan di beri terapi.''
Leo tercengang, suami macam apa dia ini? dia sama sekali tidak tahu jika kondisi istrinya bisa separah itu, sungguh hati Leo di hujan'ni dengan rasa penyesalan.
___________--------___________
Jangan lupa
Like
Komen
Vote
Hadiah
Terima. kasih Reader ❤️💓💓
__ADS_1
***