
Dor ...
Tiba-tiba terdengar sebuah ledakan dari dalam telepon, terdengar sangat nyaring hingga Adelia yang hendak menutup telpon pun mengurungkan niatnya seketika dan memanggil nama suaminya dengan sedikit berteriak, namun, sambungan telpon pun tiba-tiba terputus, membuat Adelia terkejut sekaligus merasa cemas.
Panik, itulah yang dirasakan oleh Adelia, dia pun hendak kembali menelpon sang suami, namun, nomornya tidak aktif sekarang.
'Ada apa ini? Kenapa nomornya malah tidak aktif, ya tuhan, jagalah suamiku,' (Batin Adel)
Dia pun menggigit bibir bawahnya untuk mengurangi rasa cemas di dalam hatinya. Kemudian Adelia bangkit lalu turun dari atas tempat tidur berjalan ke arah jendela dan berdiri di sana menatap ke arah luar yang terlihat gelap, karena malam semakin larut.
Dia pun menggenggam ponsel yang dipegangnya, begitu erat seraya mengigit ujung kuku jari telunjuknya, merasa cemas dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan sang suami.
Kring
Kring
Kring
Suara ponselnya pun kemudian terdengar, dia segera mengangkat telepon setelah menatap layar ponsel terlebih dahulu, dan sedikit tersenyum saat suaminya yang menelpon.
📞" Halo, sayang. Apa yang terjadi? kenapa sambungan telepon tiba-tiba terputus? terus tadi suara apa? kenapa terdengar seperti suara ledakan?"
📞 " Maaf, sayang. Tadi ban mobil aku tiba-tiba meledak, karena terkejut, aku tidak sengaja menutup telpon."
📞" Tapi kamu baik-baik saja, kan? gak terluka, kan?''
__ADS_1
📞" Iya, aku baik-baik saja, tapi, sepertinya aku pulang agak telat, ini lagi nungguin Taksi, mobil biar nanti di derek aja."
📞" Ya sudah, hati-hati di jalan ya, aku tunggu di rumah."
Telpon pun ditutup. Kini, dia pun menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan, bernapas lega, karena kekhawatirannya tidak terbukti, dan suaminya dalam keadaan baik-baik saja
Dia pun berbalik lalu berjalan ke arah tempat tidur, dan kembali berbaring, dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
Dua Jam Kemudian.
Ceklek ...
Perlahan Leo membuka pintu kamar, secara perlahan karena tidak ingin membangunkan sang istri yang pastinya sudah tertidur lelap, dia pun berjalan dengan sedikit berjinjit, mencoba untuk tidak mengeluarkan suara apapun, dengan napas yang bahkan sedikit di tahan.
Sedikit terkejut, Leo pun memperbaiki langkah kakinya, yang semula sedikit berjinjit, kini nampak berjalan normal, dengan sedikit cengengesan, dia pun berjalan ke arah tempat tidur dimana istrinya berada.
''Aku kira kamu sudah tidur, sayang?''
''Gimana mau tidur, aku tadi panik nungguin kamu, lama banget si pulangnya,'' Adel sedikit mengerucutkan bibirnya.
''Iya, Maaf. Tadi Taksi nya telat datang, aku juga kesal, hampir satu jam aku menunggu di sana, sendirian lagi," Leo duduk di tepi tempat tidur.
"Kenapa? Emangnya kamu takut?"
"Bukan takut, hanya saja-" Leo tidak meneruskan ucapannya.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan putri kita? aku lelah sekali, makannya aku pulang."
"Dia sudah baik-baik saja sekarang, kamu nggak usah terlalu khawatir, ya. kamu istirahat saja yang tenang malam ini, di sana ada Axel dan juga Lucky, ko." jawab Leo menyembunyikan kejadian yang sebenarnya, karena tidak ingin membuat sang istri khawatir.
Adelia mengangguk dengan sedikit tersenyum, mencoba menyembunyikan rasa cemas di hatinya.
"Sayang, aku lelah sekali. Aku ini cepat tidur," ucap Leo hendak berbaring.
"Mandi dulu, bersihkan dulu tubuh kamu ini, seharian bekerja, habis dari Rumah Sakit pula, tubuh kamu pasti kotor dan bau," pinta Adelia mendorong punggung sang suami agar dia kembali duduk.
"O iya, aku lupa, tubuhku benar-benar letih, sampai aku melupakan hal itu," Leo dengan sedikit cengengesan.
"Alasan ..."
"Tapi, sayang. Istriku, cintaku, cantiknya aku, boleh ya, malam ini aku minta jatah biasa, otakku sedang benar-benar low bet, butuh di cas," pinta Leo dengan suara manja.
"Hmm ..."
Adelia menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya secara perlahan, setelah itu dia pun mengangguk pelan.
Leo pun tersenyum lebar, dia segera berlari kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
______________----------------____________
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Readers, terima kasih ❤️❤️❤️
__ADS_1