Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Mengundurkan Diri


__ADS_3

Lucky mengangkat tangannya ke udara hendak memukul siswi cantik berambut pendek bertubuh ramping dan tinggi bernama Ayu tersebut, namun dia menahan tangannya di udara, mengingat dia tidak boleh memukul seorang wanita.


Alhasil dia pun menahan tangannya di udara lalu menepisnya kasar, merasa kesal. Lucky hanya bisa menatap wajah Ayu dengan tatapan tajam dan rahang yang keras'kan, serta dada yang terlihat naik turun, merasa sesak karena harus menekan emosinya.


''Andai saja Lo laki-laki, mungkin gue sudah mukulin Lo habis-habisan, gue masih ngehormati Lo sebagai perempuan, karena gue juga punya kakak perempuan, tapi asal Lo tahu, Ayu. Sampai kapanpun gue gak akan pernah nerima cinta Lo, dan gue benci sama Lo, jangan pernah bermimpi buat jadi pacar gue, NGERTI ...?'' teriak Lucky lalu berbalik dan hendak berjalan, namun, dia mengurungkan niatnya dan kembali memutar badan.


''O iya, gue sampai lupa, ibu Emillia tidak seperti yang Lo katakan tadi, dia bukan tante-tante yang doyan dengan brondong, karena orang yang pertama menyatakan cinta sama dia adalah gue,'' ujar Lucky penuh penekanan, lalu kembali meneruskan langkahnya.


''Gue gak akan nyerah buat dapetin Lo, Lucky. Asal Lo tau itu ...!'' teriak Ayu yang tidak mendapatkan jawaban apapun.


Ayu hanya bisa mengigit bibir wajahnya keras, merasakan kekecewaan yang teramat dalam, ternyata usahanya sia-sia kini, karena meskipun hubungan Lucky dengan Emillia sudah berakhir, dia tetap saja tidak bisa menyentuh hati seorang Lucky yang sepertinya telah tertutup begitu rapat untuk dirinya, bahkan laki-laki itu terang-terangan mengatakan bahwa dia membenci dirinya, sungguh membuat hati siswi cantik itu begitu terluka.


🌹🌹


Lucky berjalan kesal menuju ruang kelasnya, dia sudah tidak lagi bersemangat belajar hari ini, dan dia pun memutuskan untuk pulang lebih awal, tidak peduli dengan tatapan dari setiap mata teman sekelasnya yang saat ini sedang menatap dirinya serentak seraya saling berbisik satu sama lain.


Dia pun meraih tas sekolah miliknya lalu kembali keluar dari dalam kelas, wajahnya terlihat masam dan lebih dingin dari biasanya, Lucky pun hendak berjalan di koridor sekolah, sampai akhirnya terdengar seorang siswa yang memanggil namanya dengan suara lantang, membuat dirinya menghentikan langkah kakinya seketika.


''Lucky ...?'' teriak salah satu siswa.


Lucky menghentikan langkahnya, lalu berbalik.


''Lo di panggil ke ruangan BP ...!''


Lucky pun mendengus kesal, pasti gara-gara tadi dia berkelahi di dalam kelas, itu sebabnya dia di panggil ke ruangan BP, ruangan yang tidak pernah dia masukin sebelumnya, karena selama ini dia sama sekali tidak pernah membuat masalah.


Mau tidak mau, kali ini dia harus merasakan ada ruangan tersebut, dengan perasaan enggan, dia pun berjalan menuju ruang BP, dengan wajah muram.


Tok


Tok


Tok


Ceklek


Lucky mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan, dan ternyata siswa yang tadi berkelahi dengannya sudah berdiri di sana menoleh ke arah dirinya dengan tersenyum menyeringai.

__ADS_1


''Bapak memanggil saya?'' tanya Lucky masuk dan berdiri di depan meja.


''Betul, apa kamu tahu kenapa saya memanggil kamu?'' tanya guru BP yang terlihat duduk di kursi.


''Tahu, Pak. Pasti karena tadi saya berkelahi dengan dia, 'kan?'' jawab Lucki datar.


''Betul, tapi, ada satu lagi yang ingin Bapak tanyakan sama kamu. Apa betul kamu berpacaran dengan ibu Emillia?''


Lucky terdiam.


''Jawab, Lucky ...?''


''Kalau iya, memang kenapa? bukankah di sekolah ini tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa siswa dilarang berpacaran dengan siapapun? dan bukankah setiap orang berhak untuk menentukan dengan siapa dia akan berpacaran? dan tentu saja, negara kita melindungi setiap hak-hak yang dimiliki oleh setiap warganya, jadi apa salahnya kalau saya berpacaran dengan guru saya sendiri? Bapak atau siapapun tidak memiliki hak untuk melarang ataupun menghujat karena itu adalah urusan pribadi kami,'' jawab Lucky membuat Bapak guru tersebut terdiam.


''Tidak salah kamu di juluki siswa terpintar, semua ucapan kamu memang benar, tapi, bukankah tidak pantas seorang murid berpacaran dengan guru yang umurnya terpaut hampir 10 tahun dengan kamu?'' jawab petugas BP tidak mau kalah.


''Apakah yang namanya cinta itu bisa memilih kepada siapa dia menjatuhkan pilihan? apakah saya tidak berhak memilih wanita mana yang akan cintai?'' jawab Lucky penuh percaya diri.


''Baiklah, memang tidak akan menang berdebat dengan kamu, yang jelas sekarang ibu Emillia sudah mengundurkan diri dan tidak akan mengajar lagi di sekolah ini.''


''Apa ...?''


''Saya mohon, Pak. Tolong jangan pecat ibu Emil, dia tidak salah sama sekali, saya yang salah, karena saya yang mendekati dia terlebih dahulu, kalau ada yang harus di hukum, hukumlah saya, karena dia tidak bersalah sama sekali.''


''Apa kamu tidak mendengar saya, dia mengundurkan diri, bukan di pecat ...! Dan kamu, tentu saja kamu dan teman kamu ini akan mendapat hukuman karena telah berbuat onar di jam belajar, kalian berdua saya skor selama tiga hari, MENGERTI ...?''


''Tapi, Pak ...?'' protes Lucky.


''Sudah-sudah, kalian kembali ke kelas masing-masing, tapi ingat, jangan sampai kalian berkelahi lagi,'' ujar petugas BP penuh penekanan.


Lucky dan temannya itu pun berbalik lalu keluar dari dalam ruangan.


🌹🌹


Karena sudah malas untuk meneruskan belajarnya hari ini, Lucky pun memutuskan untuk pulang lebih awal, namun, karena masih jam sekolah dan gerbang pun masih terkunci, dia pun memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan memanjat pagar belakang sekolah, sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.


Dengan bersusah payah dia pun memanjat pagar dan berhasil keluar dari dalam area sekolah, meski dengan seragam yang terlihat kusut dan rambut yang biasanya tertata rapi, kini nampak sedikit berantakan.

__ADS_1


Untung saja, mobil miliknya hanya di parkir di pinggir jalan, sehingga dia bisa dengan mudah untuk langsung kabur dari sekolah, dan tujuan utamanya adalah rumah Emillia, karena dia tidak ingin kalau sampai hubungannya berakhir begitu saja.


Setelah menempuh perjalanan hampir selama satu jam, akhirnya dia pun sampai di depan tempat tinggal Emillia, dia memarkir mobil miliknya di pinggir jalan lalu keluar dari dalamnya dan berjalan menuju rumah milik Emillia.


Tok


Tok


Tok


Lucky mengetuk pintu secara berkali-kali, namun, tidak ada jawaban. Dia pun tidak menyerah dan terus mengetuk dengan memanggil nama Emillia.


Tok


Tok


Tok


''Emillia, ini aku. Buka pintu, ada sesuatu yang harus kita bicarakan, bukankah kamu sudah berjanji akan memberi aku kesempatan untuk berbicara dengan-mu,'' teriak Lucky diiringi suara ketukan.


Tapi sepertinya, teriakannya tidak membuahkan hasil, karena dia masih tidak mendapatkan jawaban apapun.


Merasa sedikit kesal, akhirnya dia pun memutuskan untuk membuka pintu yang memang dalam keadaan tidak terkunci.


Ceklek


Pintu pun di buka, dan perlahan Lucky mulai masuk kedalam rumah, dengan langkah gontai dan mata yang menatap sekeliling, diiringi dengan suara dirinya yang terus memanggil Emillia.


''Bu Emil, kamu dimana?'' lirih Lucky, semakin memasuki rumah tersebut.


Perasaan Lucky pun mendadak tidak enak, karena keadaan rumah terasa begitu hening dan sepi, padahal pintu sama sekali tidak di kunci dan seharusnya pemilik rumah sedang berada di tempatnya.


Dia pun berjalan menuju kamar, dengan langkah sedikit ragu-ragu sebenarnya.


Ceklek


Lucky membuka pintu kamar, menatap isinya dan terkejut seketika dengan apa yang dilihatnya di dalam sana.

__ADS_1


______________--------------_____________


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2