
Malam yang panjang pun di mulai, Adelia yang sudah berganti pakaian segera naik ke atas ranjang, dia masuk ke dalam selimut tebal yang menutupi seluruh tubuh suaminya.
Axel yang masih merasa sangat kesal tidak menghiraukan istrinya tersebut yang perlahan menyelinap dan berbaring di sebelah dirinya.
''I love you,'' Adel membisikan kata cinta di telinga suaminya yang sontak membuat bulu kuduknya berdiri seketika merasa geli.
Ia pun tersenyum sendiri dengan masih dalam keadaan memunggungi istrinya, mencoba untuk lebih menahan diri agar sang istri merasa semakin penasaran dengan dirinya.
Adelia yang mulai sedikit kesal karena tidak dihiraukan awalnya ingin menyerah dalam menggoda suaminya, namun, dia yakin bahwa suaminya itu hanya ingin mengerjai dirinya, sampai akhirnya sang suami pun memutar badan dan menatap dirinya kini, dengan tatapan me*um dam senyum menggoda.
''Apa kamu masih marah?'' tangan Adelia menatap laki-laki yang baru saja menikahinya itu.
''Nggak, aku gak marah ko, sayang.'' Jawab Axel langsung menyambar bibir merah sang istri.
Tak lama kemudian, ranjang pun bergoyang dengan pakaian yang saling berterbangan dan tergeletak begitu saja di atas lantai.
Keringat dan peluh perlahan membasahi selimut dan kedua raga, yang saat ini sedang mendaki bersama menuju kenikmatan surga dunia yang tiada tara.
Adelia merintih kesakitan saat adik kecil Axel perlahan menerobos dengan pelan, menembus pertahanan inti tubuhnya hingga akhirnya robek tak bersisa.
Karena Ia baru pertama melakukannya, Axel pun tak membutuhkan waktu lama untuk melepaskan larva pijarnya, dia pun terkulai lemas saat seluruh cairan kental itu habis tak bersisa dan masuk ke dalam inti istrinya.
Axel berbaring di sebelah raga sang istri, mengatur napas yang sempat berhembus tak beraturan. Dia menarik nafas lalu menghembuskan'nya perlahan.
''Apa terasa sakit?'' tanya Axel dengan tatapan matanya yang mengarah menatap wajah sang istri.
Adel mengangguk pelan.
__ADS_1
''Aku pernah dengar, nanti jika kita sudah terbiasa melakukannya, rasanya tidak akan sakit lagi,'' ucapnya lagi pelan.
''O ya...?'' jawab Adel menatap wajah suaminya dengan penuh kasih sayang.
''Mau mencobanya lagi?'' Axel menawarkan.
''Tapi pelan-pelan,'' jawab Adel dengan mengigit bibir bawahnya.
Axel mengangguk sambil tersenyum.
Keduanya pun kembali memulai dari awal, kali ini dengan dengan lebih lembut dan tidak tergesa-gesa seperti yang sebelumnya, bahkan Adik kecilnya pun di masukkan dengan sangat hati-hati dan pelan, membuat Adel merasakan sensasi yang berbeda dan sedikit merasakan kenikma***. Dan tidak lama kemudian keduanya pun mencapai puncak bersama dengan peluh dan keringat yang membasahi seluruh raga keduanya.
Adel tersenyum memeluk raga sang suami yang kini terkulai lemas di atas raga polosnya, dia bahkan meremas rambut Axel seolah masih ingin melakukannya, karena belum merasa puas dengan kenik*** yang baru saja di rasakan nya.
Mereka pun melakukannya kembali, selama berkali-kali, sampai keduanya benar-benar merasa puas dan di buat lemas. Malam ini sungguh terasa panjang bagi sepasang pengantin baru yang baru saja selesai melakukan ritual malam pertama, keduanya tertidur dengan dalam keadaan polos dan saling berpelukan.
''Adel bangun sudah pagi,'' ibu membuka kamar putrinya hendak membangunkan dia, namun matanya di buat terkejut seketika karena kedua insan itu masih tertidur dengan raga polos dan masih berpelukan.
Ibu pun menutup kembali pintu dengan sangat pelan, wajahnya terlihat memerah dan merasa malu karena harus melihat hal itu, dirinya lupa jika kini putri kesayangannya telah memiliki suami dan baru saja bermalam pertama, namun hal yang di sesalkan'nya adalah, mengapa Adelia tidak mengunci pintu dari semalam.
Untung saja ibu membuka pintu saat keadaan sudah pagi, coba jika tadi malam dia tidak sengaja membuka pintu kamar, mungkin saja dia akan di buat malu karena melihat sang putri sedang melayani suaminya.
'Dasar Adelia, bukannya pintunya di kunci.'
Ibu bergumam di dalam hati.
____----____
__ADS_1
Di sebuah Apartemen mewah, Angelina terlihat sedang memainkan handphone nya, mencoba memposting Poto dirinya yang sedang cemberut ke arah kamera.
Tidak lupa di bawahnya di berikan Caption yang berisikan tentang kerinduannya kepada sang kekasih yang saat ini masih belum di temukan.
Entah kekasihnya yang bernama Leonardo itu masih hidup atau tidak, yang jelas dia tidak akan pernah berhenti berharap dan berusaha untuk bisa menemukannya.
Setelah postingannya selesai di upload, dia pun meng'scrol layar ponselnya, sambil terus melihat dan membaca apakah ada berita yang menarik untuk dia baca.
'Leon, dimana kamu sebenarnya, aku sungguh sangat merindukanmu.'
Ucapnya pelan, sambil terus menatap dan meng'scrol layar ponselnya. Kepalanya terlihat di sandarkan ke sandaran kursi dengan posisi duduk dan tubuh yang terlihat terkulai lemas tidak bersemangat.
Wajah cantiknya terlihat sedikit muram, meski hal itu tidak mengurangi kecantikannya, dengan rambut panjang yang di urai ke depan memenuhi dadanya yang terlihat sedikit terbuka.
Selama beberapa hari ini dia hanya melakukan hal itu di kediamannya, berbaring sambil bermain ponsel, kepergian sang kekasih benar-benar membuatnya malas dalam melakukan apapun.
Lama bermain ponsel dan berselancar di media sosial, akhirnya dia di kejutkan saat melihat postingan seseorang yang dia tidak kenal.
Di dalam postingan itu, nampak sebuah Poto sepasang pengantin yang sedang duduk bersanding di depan penghulu, sekilas tidak ada yang aneh dengan postingan itu, namun hatinya di buat terkejut seketika saat Poto itu di perbesar.
Angelina menutup mulut dengan kedua tangannya, matanya di buat berkaca-kaca, karena Poto mempelai Laki-lakinya seperti seseorang yang sangat dia kenal, yaitu kekasih tercintanya, yang saat ini sedang memenuhi otak dan pikirannya.
''Leonardo...?''
Angelina bergumam pelan.
____________------------_____________
__ADS_1