
''Itu buktinya kamu marah?'' ucap Leo dengan sedikit meledek dan menunjuk wajah Adelia dengan telunjuk tangannya.
''Kalau aku beneran cemburu memangnya kenapa? masalah?'' Adel sedikit kesal.
''Tentu saja tidak, aku justru senang, itu berarti kamu sangat mencintai aku,'' jawab Leo cengengesan.
''Mencintai aja, nggak paket 'sangat', tau.''
''Ya udah, nggak apa-apa nggak pake 'sangat' juga, yang penting 'cinta', kan?''
''Iya... iya... terserah kamu aja,'' Adelia hendak pergi.
''Tunggu...'' Leo meraih lengan sang istri lalu memeluk tubuhnya dari arah belakang.
''Tunggu... istri'ku. Biarkan aku memeluk'mu seperti ini sebentar, ya,'' lirih Leo, melingkarkan lengannya di pinggang Adelia dengan kepala yang di sandarkan di pundaknya.
Adelia pun menghentikan langkahnya dan membalikan badan, dia berada tepat di hadapan sang suami, menatap wajah tampannya dengan tatapan heran dan pancaran penuh kasih sayang.
''Apa yang sebenarnya terjadi padamu hari ini, sayang?'' Adelia meletakan kedua telapak tangannya di pipi sang suami.
''Hari ini aku mengalami hari yang sangat melelahkan, entahlah, rasanya pekerjaan'ku di kantor semakin membuatku sedikit tertekan...'' jawab Leo pelan.
''O ya? memangnya kenapa? Sikap'mu hari ini sangat aneh,'' Adel memeluk tubuh suaminya, menyandarkan kepala di dada bidang sang suami dengan tangan yang di lingkarkan di pinggang.
''Tidak apa-apa, sudah, jangan di bahas lagi, aku sedang tidak ingin membicarakan urusan kantor di sini, mengingatnya membuat kepala'ku terasa pusing.''
''Baiklah...! Aku minta maaf karena telah marah-marah, tadi.''
''Nggak apa-apa, aku senang melihat'mu seperti itu, itu tandanya kamu sa--''
''Tidak pake 'sangat' ya... ingat... hanya cinta, bukan sangat cinta...'' Adel memotong ucapan suaminya, meletakan jari telunjuknya di bibir suaminya yang mulai di rapatkan, hingga sang suami menghentikan ucapannya.
''Iya... iya... Adelia Fasha, 'sangat' ataupun 'hanya' tetap saja sama, yang penting ujung-ujungnya 'cinta' i love you...''
''I love you to...''
Keduanya melayangkan kecupan. Dan saling menatap seraya tersenyum dengan pancaran mata yang memancarkan tatapan penuh cinta. Setelah itu, Leo pun tiba-tiba menggendong tubuh Adelia.
''Kamu mau apa?'' Adel membulatkan bola matanya.
''Ehem... ehem...'' Leo cengengesan lalu membawa tubuh sang istri ke atas pembaringan.
''Tapi bukankah kamu harus segera kembali ke kantor?''
__ADS_1
''Tidak... aku ingin istirahat saja, otakku membutuhkan refreshing sebentar,'' jawab Leo, memandang wajah sang istri yang kini telah berbaring di sampingnya.
Leo pun mendekat'kan wajahnya hendak memberikan kecupan dan melakukan pemanasan, namun tiba-tiba...
Eak...Eak...Eak...
Baby El pun menangis dari dalam box bayi dan membuat Leo menghentikan gerakannya seketika, dia tersenyum yang terlihat di paksakan dengan tangan yang menggaruk kepalanya.
Keduanya tertawa bersama lalu bangkit, dan berjalan menghampiri box bayi, menatap wajah putra kesayangannya, dengan masih dalam keadaan tertawa.
''Baby El, kenapa harus bangun sekarang si, nak? bukannya nanti sebentar lagi, papi baru saja mau bikin adik lagi buat kamu,'' ucap Leo, yang langsung mendapat cubitan di pinggang dari jemari lentik istrinya.
''Hus... apaan si?'' ucap Adelia, meraih tubuh kecil sang bayi lalu memberinya ASI.
___---___
''Makasih, ya...'' ucap Angel setelah mobil yang di kendarai Ryan sampai di parkiran.
''Sama-sama, Nona...'' Ryan sedikit cengengesan.
''Jangan panggil aku dengan sebutan Nona, panggil saja Angel, dari dulu kamu terus memanggil aku seperti itu, sebenarnya aku merasa tidak nyaman,'' protes Angel sebelum dia turun dari dalam mobil.
''Baiklah, mulai saat ini aku akan memanggil'mu dengan sebutan 'Angel' saja.''
''Ya, sudah aku turun dulu,'' hendak keluar dari dalam mobil.
''Ada apa lagi?''
''Eu... Anu, aku mau minta maaf, tentang Poto yang kemarin kamu lihat.''
''Heuh... Apa gunanya kamu minta maaf, toh dengan kamu minta maaf tidak akan menutupi kebohongan'mu.''
''Kebohongan apa?'' Ryan mengerutkan keningnya.
''Sudahlah, jangan di bahas,'' Angel membuka pintu mobil dan hendak melangkahkan kakinya.
''Tunggu...!'' Ryan kembali menghentikan.
''Apa... Apa...? mau minta maaf lagi? nggak usah, nggak ada yang perlu di maafkan,'' Angel membuka lebar pintu mobil lalu benar-benar keluar.
Ryan pun membuka pintu yang berada di sampingnya, keluar dari dalam mobil lalu mengejar Angel yang mulai berjalan memasukan kantor.
''Nona, Nona Angel tunggu aku, ada sesuatu yang ingin aku katakan.''
__ADS_1
Angel pun menghentikan langkahnya lalu memutar badan, menatap tubuh Ryan yang dengan setengah berlari mengejar dirinya.
''Hmmm...'' Angel mendengus kesal.
''Apa kamu sudah tahu tentang kebohongan'ku itu?'' Ryan berdiri di samping Angel.
''Iya...! aku sudah tahu semuanya, aku terima jika memang kamu menolak cinta'ku, tapi aku tidak terima dengan kebohongan'mu yang mengatakan bahwa kau sudah menikah dan memiliki putra, membuat'ku merasa seperti wanita bodoh yang mengejar-ngejar pria beristri,'' jawab Angel mengerucutkan bibirnya.
''Iya, aku minta maaf.''
''Tadi kan aku sudah bilang, tidak usah minta maaf, dan tidak ada yang perlu di maafkan, aku memang bukan wanita baik-baik yang pantas bersanding dengan'mu, apalagi, aku juga mantan kekasih dari bos'mu, ya... tentu saja itu menjadi alasan terbesar'mu menolak cintaku, betul?''
Ryan hanya terdiam, karena separuh ucapan Angel, memang benar.
''Kenapa diam?''
''Tidak... aku tidak apa-apa.'' Ryan menunduk merasa bersalah.
''Ya sudah, aku masuk dulu, masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan...''
Angel berbalik dan berjalan, meninggalkan Ryan yang hanya terdiam, berdiri mematung menatap tubuh Angel yang berjalan perlahan menjauh dari tempatnya berdiri.
Ada sedikit rasa penyesalan dalam hatinya, mengapa dia harus melakukan kebohongan, rasa hormat dan patuhnya kepada bos yang menjadi junjungannya, membuat dirinya mengorbankan perasaan cinta yang selama ini dia rasa, memendamnya sekian lama, dan menguburnya jauh di dalam tubuh hatinya.
'Maafkan aku Nona Angel, aku harus menyimpan rasa ini dalam-dalam, bukan karena tidak menghargai perasaan'mu, namun karena kesetiaan'ku kepada bos Leo lebih tinggi dari rasa cinta'ku padamu,' ( Batin Ryan berucap)
_____________--------_____________
Jangan lupa
Like
komen
Vote
Hadiah
Agar Author semangat dalam berkarya ❤️❤️❤️
___________---------_____________
Rekomendasi novel hari ini, Author akan memperkenalkan novel bagus milik sahabat othor, semoga kalian suka
__ADS_1
*****