Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Sesuatu Yang Harus Di Jaga


__ADS_3

Setelah pulang dari panti asuhan, Gabriel dan Axela pun mampir ke pantai terlebih dahulu untuk menghilangkan penat di dalam hati masing-masing, keduanya tampak berjalan di atas pasir bertelanjang kaki dan dengan tangan yang saling bertautan.


Suara deburan ombak seolah menemani tiap langkah kaki mereka, angin pantai yang sejuk pun menyapu rambut panjang Al yang terurai panjang memenuhi punggungnya.


Senyum yang mengembang dari kedua sisi bibir sepasang kekasih itu seolah menandakan bahwa perasaan mereka sedang sangat bahagia sekarang, bagaimana tidak? meskipun hati keduanya sedang diliputi berbagai tanda tanya dan kegundahan, perasaan mereka tetap berbunga-bunga meski hanya dengan berpegangan tangan seolah saling menguatkan.


''Bagaimana perasaan'mu sekarang, Al?'' Briel berhenti, lalu menatap lautan lepas yang bergulung ombak putih di tengah-tengahnya.


''Aku bahagia sekali, sungguh ...! Kamu sendiri ...?'' Al menatap wajah sang kekasih, berdiri tepat di sampingnya.


''Sama, aku pun bahagia sekali. Kamu seperti sumber kekuatan buat aku, aku gak nyangka kalau perasaan aku bisa sedalam ini padamu. Tapi, Al. Aku memiliki rahasia yang belum aku ceritakan sama kamu, rahasia besar yang mungkin saja akan membuatmu sangat membenciku jika kamu sampai tahu hal itu,'' Briel menunduk.


''Aku gak peduli, sebesar apapun rahasia yang kamu punya, gak akan menggoyahkan perasaan'ku padamu, aku janji ...!''


''Sungguh ...!''


Al mengangguk seraya tersenyum, satu kecupan pun mendarat di bibir Gabriel.


''Tapi ...! Aku takut keluargamu gak merestui hubungan kita.''


''Nggak mungkin, Mommy dan papi adalah orang tua yang selalu memberi dukungan kepada anaknya, dan melakukan apapun untuk kebahagiaan anak-anaknya, jadi aku yakin, Mommy akan mendukung apapun yang membuat aku bahagia, dan saat ini kamu adalah sumber kabahagiaan aku, Briel ...!''


Axela melayangkan senyuman yang sangat manis, menatap wajah kekasihnya dengan tatapan penuh kasih sayang, raut wajah kebahagiaan pun senantiasa terpancar dari wajah cantik seorang Axela, membuat Gabriel tidak tahan lagi untuk tidak melayangkan kecupan kecil di bibir merah kekasihnya tersebut.


Mereka terus berada di sana hingga matahari tenggelam, menatap indahnya sinar matahari yang mulai kemerahan seolah di telan oleh lautan, birunya laut pun perlahan berubah menjadi kehitaman, seiring dengan matahari yang benar-benar kembali ke peraduan digantikan oleh rembulan dan juga bintang-bintang yang kini menghiasai langit malam.


***


''Adikmu kemana, El? Kenapa dia belum pulang juga?'' Adelia sang ibu, mengelus dadanya merasa khawatir.

__ADS_1


''Benar-benar keterlaluan, udah malam kayak gini belum pulang juga, biar aku cari dia mom ...!'' El bangkit lalu hendak turun dari atas ranjang, dia bahkan melepaskan jarum infus yang terpasang di pergelangan tangan kirinya.


''Kamu masih sakit, El ...!''


''Nggak, mom. Aku udah gak apa-apa kok, beneran. Aku mau nyari Al, dia pasti lagi jalan sama pacarnya itu.''


''Axel ...! tenang, dengarkan papi, kamu belum pulih benar, biar Al di telpon aja dulu, papi yakin, bentar lagi juga dia pulang ko. Lucky, coba kamu telpon kakakmu sekarang juga,'' pinta Leo sang ayah.


''Baik, pap.''


Lucky pun meraih ponsel dari saku celana jeans nya, menatap layar ponsel lalu menelpon kakak perempuannya.


Tut


Tut


Tut


📞 "Maaf, Dek. Tadi Kaka lupa pamitan sama kalian semua, tapi sekarang kakak udah ada di Rumah Sakit ko, ini sebentar lagi sampai."


📞 "Ya udah, kami tunggu kakak di sini."


Lucky pun mengakhiri percakapan mereka di telpon.


Tidak lama kemudian, Al pun masuk ke dalam ruangan, dengan wajah yang terlihat bahagia dan senyum yang mengembang dari kedua sisi bibir mungilnya.


Tapi senyumannya terhenti seketika saat melihat semua yang ada di sana menatapnya dengan wajah yang terlihat khawatir, sang ibu bahkan melayangkan tatapan tajam kepada putrinya tersebut.


"Dari mana kamu? kamu tau sekarang jam berapa?" tanya Adelia.

__ADS_1


"Baru juga jam 9, mom?"


"Anak perempuan gak baik pulang larut malam, apalagi keluar dengan seorang laki-laki," Adelia kembali berujar penuh penekanan.


"Mom, kenapa seperti ini sama aku? waktu mereka berdua ngenalin pacar mereka, mommy baik-baik aja, malahan pacar mereka mommy undang makan malam di rumah, kenapa giliran aku ngenalin pacar aku, mommy kayak gini?''


''AXELA ...! jangan bicara kayak gitu sama mommy kamu!'' Leo menaikan suaranya.


Axela pun terdiam dan menunduk.


''Sayang ...! Kamu itu anak perempuan, berbeda dengan kedua saudara kamu,'' Leo sedikit menurunkan suaranya.


''Apa bedanya pap ...!''


''Bedanya, mereka Laki-laki, dan mereka pacaran dengan wanita yang jelas asal-usulnya, sementara kamu perempuan, sebagai perempuan tentu saja kamu harus berhati-hati dalam memilih seorang pacar, jelas asal-usulnya, jelas keluarga'nya dan jelas pekerjaan'nya juga, karena dia harus bisa membimbing kamu ke jalan yang benar, bukan malah menjerumuskan kamu ke jalan yang salah,'' sang ayah menjelaskan panjang lebar.


''Dari mana papi tau kalau dia bukan orang baik?'' Al mengangkat wajahnya dan menatap sang ayah.


''Al ...! bukan seperti itu maksud papi kamu? Ingat, kamu adalah perempuan, sebagai seorang perempuan ada sesuatu yang harus kamu jaga dengan sangat baik, yaitu kesucian kamu. Jangan sampai kamu bertemu dengan Laki-laki yang salah, yang akan membawa kamu pada jurang kehancuran, dan tentu saja, masa depan kamu akan hancur apabila itu sampai terjadi.''


Deg ...


Jantung Axela terasa berhenti, tubuhnya pun bergetar seketika mendengar ucapan ibunya, air mata tanpa terasa berjatuhan membasahi pipi putih seorang Axela, dia pun berbalik dan berlari keluar dari dalam ruangan.


''Mom, kenapa mom bicara kayak gitu?'' El yang mengerti dengan apa yang di rasakan oleh kembarannya, segera menyusul Al keluar dari dalam ruangan.


__________----------__________


Hai reader terima kasih telah setia membaca novel othor sampai episode hari ini. Othor baru saja meluncurkan novel baru, apabila kalian berkenan, silahkan mampir dan tinggalkan jejak kalian. Terima kasih ❤️ ❤️

__ADS_1



****


__ADS_2