Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Bertemu di Mall


__ADS_3

Keadaan Adelia sudah semakin membaik, dia sudah tidak lagi merasakan tekanan dalam jiwanya, semenjak terapi dan kehadiran dua baby sister yang membantunya dalam mengurus si kembar.


Meski ibu masih belum kembali, namun sekarang dirinya tidak merasa terlalu kerepotan dalam menjaga dan memberi ASI kedua putra putrinya.


Marni di tugaskan menjaga baby Al, sedangkan Wina mendapatkan tugas menjaga baby El. Kedua baby sister itu menjalani tugas mereka dengan baik, selain mereka mendapatkan gaji yang lumayan besar, majikan mereka juga memperlakukan keduanya dengan sangat baik, meski Leo kadang bersikap dingin dan acuh tak acuh.


Saat ini Marni dan Wina tampak sedang menggendong baby El dan Baby Al, keduanya mengobrol seraya memberikan susu formula kepada masing-masing bayi yang sedang di gendongan'nya.


''Mar... apa kamu betah bekerja di sini?''


''Tentu saja, dimana lagi kita bisa mendapatkan gaji yang setara bekerja di kantoran dengan hanya mengasuh bayi seperti ini? lagipula Nyonya dan Tuan juga baik, belum tentu kita bisa mendapatkan majikan seperti mereka.''


''Nyonya aja yang baik, menurutku Tuan tidak, dia dingin, tersenyum padaku saja tidak pernah,'' jawab Wina.


''Nggak akh, Tuan juga baik, tampan lagi, sayang dia sudah beristri, jika tidak aku pasti akan sangat menyukainya,'' Marni tersenyum membayangkan sosok majikannya, yang memiliki ketampanan sempurna layaknya Oppa Korea.


''Hus... jangan begitu, nanti kalau Nyonya dengar gimana? bisa di pecat kamu,'' Wina mengingatkan.


''Iya... iya... aku hanya mengagumi ketampanan'nya saja ko, gak ada niat sedikitpun buat'ku untuk menggoda ataupun merayu dia, namun jika Tuan menginginkan aku, aku rela meski harus menjadi madunya.''


''Madu siapa?'' Adelia menyela dan berjalan dari arah belakang, tidak sengaja mendengar percakapan mereka berdua.


''Eu... Nyonya, maksud saya, madu sangat baik untuk bayi,'' Mirna gugup dan salah tingkah, tidak menyangka bahwa majikan mendengar percakapan mereka berdua.


'Duh hampir saja ketahuan' (batin Mirna)


''Oh, begitu...? saya kira kalian sedang membicarakan apa,'' Adel menatap si kembar secara bergantian.


''He... he... he...'' Mirna tertawa di paksakan.


''O iya, saya mau belanja ke mall, kalian ikut ya, saya mau belanja kebutuhan si kembar,'' ajak Adelia.


''Baik, Nyonya...'' jawab keduanya secara bersamaan.


***


Di dalam Mall

__ADS_1


Adelia berjalan di dalam mall, di ikuti oleh kedua baby sister'nya dari belakang, mereka pun membawa serta si kembar.


''Kita ke toko pakaian bayi ya, saya mau membelikan baju baru untuk si kembar,'' ajak Adel masih dalam keadaan berjalan.


''Baik, nyonya.''


Dan mereka pun sampai di depan sebuah toko yang khusus menyediakan pakaian dan perlengkapan baby, Adelia pun hendak masuk ke dalamnya, namun, langkahnya terhenti seketika saat mendengar suara seorang pria memanggil namanya.


''Adelia...''


Dia pun menoleh mencari sumber suara.


'Seperti ada yang memanggil namaku' (Gumam Adel pelan)


''Kalian dengar tidak, tadi ada yang memanggil namaku?'' tanya Adelia, tidak menyadari bahwa Alex sedang berjalan menghampiri.


''Iya, Nyonya. Saya mendengar'nya,'' jawab Mirna melihat ke sekeliling.


''Nona Adelia, apakah kamu tidak mengenali saya? kita pernah bertemu sekali di kantor suami'mu,'' Alex berjalan semakin mendekat, tersenyum menatap wajah cantik Adelia.


''Maaf, anda siapa?''


''Masa kamu lupa? aku pria yang hampir terjatuh dari kursi roda,'' Alex berdiri tepat di depan Adelia.


''O ya...? tapi kamu...?''


Adel menatap kaki Alex yang terlihat sempurna, jauh berbeda dangan saat dia bertemu dengan Alex terakhir kali, duduk di atas kursi roda, penampilannya pun terlihat berbeda karena saat itu Alex tidak serapi sekarang.


''O iya, iya... aku ingat sekarang,'' Adel tersenyum, masih memandangi kaki Alex.


''Aku memakai kaki palsu,'' jawab Alex yang menyadari bahwa Adelia terus memperhatikan kedua kakinya.


''Oh, begitu...'' Adel mengangguk.


''Bolehkah kita berkenalan, kebetulan aku adalah sahabat suami'mu.''


''Sahabat? tapi suamiku tidak pernah bercerita bahwa dia memiliki seorang sahabat?'' Adel mengerutkan keningnya.

__ADS_1


''O ya? jahat sekali dia,'' Alex menunduk pura-pura bersedih.


''Mungkin karena aku tidak pernah bertanya, itu makanya dia pun tidak pernah bercerita,'' Adel beralasan.


''Hmmm... bisa jadi begitu...! O ya namaku Alex, kalau namamu aku sudah tahu, karena Leo sering bercerita tentang'mu,'' ucap Alex penuh percaya diri.


''Alex...? rasanya nama itu tidak asing, sepertinya suamiku pernah mengatakan nama itu,'' Adel kembali mengerutkan keningnya.


''Tuh kan, dia pasti pernah bercerita tentang aku, kamu nya saja yang mungkin lupa?''


''Apa mungkin begitu?''


''Sudah tidak usah di pikirkan, aku tidak apa-apa ko, wajar saja jika kamu melupakan pria seperti aku.''


''Aku tidak bermaksud seperti itu. Hmm... baiklah, aku harus berbelanja sekarang, permisi bang Alex...'' Adel pun meneruskan langkahnya.


Leo menatap punggung Adel, dia pun merogoh ponsel dari dalam saku celananya, lalu dengan sengaja kembali memanggil nama Adelia, dan saat Adel menoleh...


Cekrek


Dia pun memotret wajah Adelia tepat saat dia menoleh, membuat potret yang diambil pun seperti sengaja di ambil, karena Adel pun tersenyum di dalam potret tersebut.


Alex tersenyum merasa senang, sedangkan Adelia mengerutkan keningnya, akhirnya dia pun kembali berbalik dan meneruskan langkahnya, untuk berbelanja pakaian baru si kembar.


__________--------__________


Jangan lupa


Like


komen


Vote


hadiah


Terima kasih ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2