Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Salah


__ADS_3

'Apakah yang dikatakan oleh Ryan itu benar, Jimmy? kamu akan kecewa kepadaku? dengan apa yang aku lakukan?'


Batin Alex berucap.


''Jangan so tahu kamu, justru yang aku lakukan adalah untuk memenuhi keinginannya, membalaskan dendam atas kematian yang tidak wajah yang diterima oleh Adikku, Jimmy,'' Alex mencoba menyangkal, mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan isi hatinya yang sebenarnya.


''Manusia keras kepala seperti kamu, memang tidak akan pernah mendengar'kan perkataan orang lain, kamu pikirkan baik-baik, mana ada seorang adik yang akan bahagia apabila melihat kakaknya tersiksa dengan dendam seperti'mu? hah...! apa dia akan bahagia melihat kakaknya melakukan kejahatan dengan alasan membalaskan dendam, kamu pikir adikmu akan bahagia dengan semua itu,'' ucap Ryan lagi.


''Lalu apa yang harus aku lakukan? aku hidup kesepian semenjak ditinggalkan oleh adikku satu-satunya, merana dan memendam luka yang mendalam, kalian mudah saja mengatakan hal tersebut karena kamu dan kamu Angel, tidak merasakan apa yang aku rasakan,'' Alex dengan mata yang berkaca-kaca.


''Aku mengerti, Alex. Tapi apa yang selama ini kamu lakukan tidak ada gunanya, tidak akan merubah keadaan dan tentunya tidak akan membuat adik hidup kembali, yang ada mungkin adikmu akan merasa tersiksa di alam sana, menyaksikan kakak kesayangannya hidup dengan dipenuhi rasa dendam dan penyiksaan.''

__ADS_1


''Benarkah...?''


''Tentu saja...''


''Ha... ha... ha...! apa kamu pikir aku akan termakan oleh perkataan kamu itu? tidak akan. Jangan berbicara seolah kamu adalah orang suci dan dan orang yang paling benar hanya untuk melindungi istri yang baru saja kau nikahi ini,'' jawab Alex kembali bertentangan dengan isi hati yang sebenarnya.


Karena sebenarnya, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam, Alex sungguh menyadari bahwa apa yang baru saja dikatakan oleh Ryan adalah benar.


''Terserah kamu, Alex. Mulutmu boleh menyangkalnya namun aku yakin, hatimu mengiyakan apa yang baru saja aku katakan.''


''Aku minta maaf, bang Alex. Yang aku lakukan dahulu memanglah salah, namun kematian Jimmy benar-benar diluar kendali aku, dan jujur saja aku juga sama terpuruk'nya dengan dirimu waktu itu, karena Jimmy juga salah satu orang yang aku sayang, kala itu,'' Angel memberanikan diri berucap meski tangannya masih sedikit gemetar.

__ADS_1


''Permintaan maaf'mu aku tolak. Dan aku tidak akan menerima ucapan maaf'mu, sampai kapanpun Angel.''


Alex pun pergi begitu saja dari hadapan Angel dan juga Ryan, hatinya mendadak di rundung rasa gelisah yang mendalam, sebenarnya apa yang di katakan oleh Ryan benar-benar mengena di hati, namun dia terlalu malu untuk mengakuinya karena rasa egoisnya yang terlalu tinggi.


Alex perlahan berjalan menjauh, melangkahkan kakinya dengan langkah yang terlihat gontai, sampai dia akhirnya berhenti di lorong sepi tanpa satu orangpun berasa di sana.


Dia pun menyandarkan tubuhnya di tembok, kepalanya pun nampak ikut di sandarkan seolah merasakan kegelisahan yang teramat dalam.


'Jimmy... Adikku, apakah yang aku lakukan ini adalah salah? berusaha mati-matian membalaskan dendam, hingga aku kehilangan satu kakiku, bagaimana caranya agar aku bisa melepaskan dendam ini dan merelakan kepergian dirimu, sesungguhnya aku sangat tersiksa menjalani hidup seperti ini.'


Batin Alex dengan mata yang berkaca-kaca. Batinnya saat ini sungguh sangat tersiksa. Pria yang bernama lengkap Alex Will itu, untuk pertama kalinya menyadari bahwa dirinya benar-benar salah.

__ADS_1


Apakah ini adalah sebuah hidayah? entahlah... hanya Tuhan yang tahu. Yang jelas Alex merasa jika saat ini dirinya benar-benar berada di ambang Dilema.


***


__ADS_2