Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Ayahku Seorang Bos Mafia


__ADS_3

''Apa maksud, Om?'' tanya Lucky tidak mengerti.


''Sebenarnya ayah dari pacar kamu itu adalah ...'' Alex ragu-ragu untuk mengatakannya.


''Adalah apa, Om? katakan saja ...'' Lucky semakin penasaran.


''Jadi begini, Revan, ayah dari kekasihnya itu adalah musuh bebuyutan ayahmu, Luck. Om terpaksa bicara jujur, karena Om gak mau kamu tau dari orang lain ...''


''Apa ...?'' Lucky terkejut mundur satu langkah kebelakang.


''Om tau kamu pasti terkejut, ayahmu sendiri belum tau bahwa sebenarnya pacar kamu adalah putrinya si Revan, entah apa yang akan terjadi jika dia sampai tau.''


''Nggak, Om. Om bercanda 'kan? ini cuma lelucon 'kan?'' tanya Lucky tidak percaya.


''Om sama sekali gak bercanda, Om tau kamu mencintai dia, tapi ...''


''Nggak ... Aku gak akan pernah meninggalkan Ayu, dia sedang butuh dukunganku saat ini, Om tau kalau Ayu itu seorang-''


''Pecandu maksud kamu?'' Alex menyela ucapan Lucky.


Lucky menunduk sedih, hatinya bagai di hantam bongkahan batu besar yang tepat mengenai sasaran, membuat sekujur jiwanya terasa hancur. Apa jadinya jika kedua orang tua mereka tau bahwa anak mereka berpacaran? dan bahkan perasaan Lucky sudah semakin dalam terhadap gadis yang bernama Ayu tersebut.


''Apa yang harus aku lakukan, Om? kalau sampai aku meninggalkan Ayu, apa yang akan terjadi sama hidupnya? saat ini Ayu sedang berusaha untuk sembuh, dan aku adalah penyemangat hidupnya, aku harus bagaimana? katakan ...'' suara Lucky terdengar berat menahan rasa getir.


''Om juga gak tau harus bagaimana, Om bingung. Kedua orang tua kalian bahkan sedang menyusun rencana untuk saling bertarung.''


''Bertarung ...?'' Lucky terkejut membulatkan bola matanya seketika.


''Maaf karena Om harus mengatakan ini semua, tapi Om gak bisa memberitahu apa alasan mereka sampai seperti ini?''


''Papi ... Papi aku akan bertarung ...? Tunggu ... Apa sebenarnya Papi itu seorang Mafia?''


''Lebih dari itu?''


''Apa maksud Om?''

__ADS_1


''Papi-mu pimpinan organisasi Mafia paling disegani di negara ini, tapi itu dulu sebelum dia menikah dengan ibumu, dan sekarang organisasi yang di pimpin oleh Leo sedang di aktifkan kembali, setelah vakum selama lebih dari 15 tahun, kamu tau semua itu karena siapa? karena si Revan, ayah dari kekasihmu itu, Lucky ...''


Tubuh Lucky melemas seketika, tangannya memegang ujung meja kerja kuat menahan beban tubuhnya yang serasa akan roboh.


Sang ayah ternyata seorang bos Mafia? ayahnya yang seorang pria humoris, penyayang keluarga ternyata seorang pimpinan organisasi yang paling ditakutin di negeri ini? Akh ... Lucky merasa tidak percaya sebenarnya, namun, tidak ada alasan untuk Alex berbicara bohong kepada dirinya, membuat Lucky mau tidak mau harus percaya semua yang dikatakan oleh sahabat dari ayahnya tersebut.


''Lucky ...?'' Alex memanggil nama Lucky membuat lamunannya buyar seketika.


''Apa ada cara agar mereka bisa berdamai, Om. Pertarungan yang Om sebutkan tadi gak boleh terjadi, nyawa Papi bisa terancam,'' tanya Lucky getir.


''Entahlah, Om gak tau caranya seperti apa? tapi yang jelas Om juga gak ingin mereka sampai benar-benar bertarung sungguhan, karena bagi Om, baik Revan ataupun Leonardo keduanya merupakan orang terdekat Om ...''


''Aku akan mencari cara untuk mendamaikan mereka, apapun itu, pasti ada jalan keluarnya, dan aku gak akan pernah meninggalkan Ayu apapun yang terjadi,'' ucap Lucky penuh penekanan.


Alex terdiam menghela napas panjang, jauh di lubuk hatinya yang paling dalam dia sungguh menginginkan hal yang sama, pertarungan yang sama-sama akan merugikan bagi siapapun, baik yang menang ataupun yang kalah tidak boleh terjadi, karena dirinya telah merasakannya sendiri dulu, sewaktu bertarung melawan Leonardo.


''Om tunggu kabar baik dari kamu, Om akan membantu agar mereka tidak saling menyerang satu sama lain.'' Alex menepuk pundak putra dari sahabatnya tersebut.


''Baik, Om. Pokoknya aku akan mencari cara agar mereka bisa berdamai, bukan demi hubungan aku dengan Ayu, tapi semua ini demi Papi, aku gak ingin kalau Papi sampai kenapa-kenapa,'' ucap Lucky penuh penekanan.


''Iya Om aku mengerti, aku akan bersikap biasa seolah aku belum mengetahui yang sebenarnya,'' jawab Lucky meyakinkan.


🍀🍀


Emillia baru saja selesai membersihkan diri, dan dia hendak ke dapur untuk memasak-kan sarapan untuk suaminya dan juga Amora, namun, langkah kakinya berhenti seketika saat melihat Ayu duduk sendiri di ruang tamu.


Emil pun segera menghampiri dan menyapa Ayu dengan ramah.


''Ayu ...? sedang apa sendirian di sini?'' tanya Emill berjalan mendekat.


''Ibu Emill ...? Eu ... saya kesini sama Lucky, tapi dia sedang bicara sama Om Alex,'' jawab Ayu berdiri.


''Oh begitu? Apa ada masalah, sampai Lucky harus berbicara di tempat terpisah seperti ini?'' Emill duduk di kursi ruang tamu.


''Entahlah, aku juga gak terlalu mengerti, aku hanya disuruh menunggu di sini.''

__ADS_1


Tidak lama kemudian Alex dan juga Lucky keluar dari dalam ruang kerja, berjalan beriringan menghampiri Ayu dan juga Emill.


''Sudah selesai ...?'' tanya Ayu menatap wajah Lucky dengan tersenyum.


Senyum yang mengembang dari bibir Ayu benar-benar membuat Lucky merasa pilu? apa yang akan terjadi dengan gadis itu jika tau hal yang sebenarnya? dan juga hidup Ayu yang sudah berantakan akan semakin hancur jika Lucky benar-benar meninggalkan gadis itu.


Akh ... Lucky menghela napas panjang, mencoba menepis pikiran jahat di dalam hatinya, dia yakin akan ada cara yang akan membuat kedua orang mereka benar-benar bisa berdamai.


''Luck ...? kenapa melamun? ditanya bukannya di jawab, ini malah bengong,'' ucap Ayu heran.


''Oh ... Nggak ko, aku gak apa-apa,'' jawab Lucky mengusap kasar wajah tampannya.


''Kalau sudah selesai kita pulang sekarang? katanya kamu mau bawa aku ke rumah kamu 'kan?''


''Hmm ... Ya udah kita pulang sekarang. Om ... makasih atas waktunya, kami pamit dulu, Om Alex, Tante Emillia,'' ucap Lucky berpamitan.


🍀🍀


Sepanjang perjalanan, Lucky terlihat tidak mengatakan sepatah katapun, ekspresi wajahnya terlihat begitu datar membuat Ayu merasa heran, Ayu pun menoleh menatap wajah Lucky, meraih telapak tangan kiri kekasihnya itu dan mengusapnya lembut.


''Apa kamu baik-baik aja?'' tanya Ayu membuat Lucky sedikit menoleh lalu tersenyum hambar.


''Nggak, sayang. Aku baik-baik aja ko.''


''Bohong, aku gak percaya, wajahmu gak seceria tadi. Katakan saja, ada masalah apa sebenarnya?'' tanya Ayu mendesak.


Lucky pun melipir memarkir mobilnya di pinggir jalan, membuat Ayu merasa heran.


''Ayu, sebenarnya ada sesuatu yang harus aku katakan padamu ...'' ucap Lucky membuat Ayu semakin penasaran.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Hai Reader, mampir juga di karya teman aku, ya.


__ADS_1


__ADS_2