
Keesokan harinya, Amora perlahan membuka mata, dia mengedipkan pelupuknya sedikit demi sedikit mencoba menyesuaikan sinar matahari yang perlahan mulai masuk ke dalam kamar melalui celah gorden yang sedikit terbuka.
Amora nampak tersenyum, saat menatap wajah Axel pria yang kini telah menjadi suaminya, dan membawa jiwanya melayang tadi malam nampak masih tertidur pulas, wajahnya yang tampan dan matanya yang terpejam sempurna dengan bibir yang sedikit terbuka membuat wajah tampannya semakin terlihat lucu membuat Amora semakin melebarkan senyumnya.
Perlahan, mata Axel pun mulai terbuka, tangannya di rentangkan panjang lalu terkejut seketika saat tangannya itu menyentuh Amora sang istri, sepertinya Axel masih belum terbiasa tidur dengan ditemani seorang wanita yang saat ini telah sah menjadi istrinya itu.
Mata Axel nampak membulat sempurna, meskipun rasa kantuk itu masih menyelimuti matanya namun, kelopak matanya langsung terbuka sempurna saat melihat sang istri kini berada di sampingnya, menatap wajah dirinya dengan senyum yang mengembang begitu manisnya.
''Good Morning my husband ..."
Sapa Amora tersenyum manis.
"Good Morning My Little Wife ..."
Axel pun menjawab dengan tersenyum bahagia.
''Apa kamu tidur nyenyak?'' tanya Amora membenamkan kepalanya di dada bidang Axel.
''Sangat, aku tidur lelap sekali, sampai-sampai aku malas bangun.dan aku berharap waktu akan berhenti sekarang juga,'' jawab Axel memeluk erat.
''Hmm ... ya udah kita tidur lagi aja,'' Amora menjawab dengan melingkarkan kakinya di pinggang suaminya, sama sekali melupakan bahwa dirinya masih dalam keadaan polos, sisa malam pertama.
Axel pun seketika menelan ludah kasar, sepertinya dia merasakan bulu halus yang kini menyapu kulitnya, membuat Axel merasa merinding seketika.
''Hmm ... sayang, apa masih sakit?'' tanya El, sedikit cengengesan.
''Nggak ... Kenapa?''
''Eu ... Anu ...''
''Anu ... Apa ...?''
''Tiba-tiba bulu kudukku merinding, Ra.''
''Bulu kuduk yang mana, yang atas atau yang bawah?''
''Dua-duanya, boleh 'kan kalau aku anu lagi? he ... he ... he ...''
Amora pun mengangguk pasrah.
Senang karena mendapatkan jawaban yang diinginkan, Axel pun segera menarik selimut tebal untuk menutupi raga keduanya yang memang masih sama-sama polos, dan seketika itu juga, ranjang pun bergoyang, sepasang suami-istri yang baru sehari menikah itu pun bermain di dalam sana.
__ADS_1
Bermain panas, layaknya pasangan pengantin baru yang memang masih hangat-hangatnya merasakan indahnya mengarungi rumah tangga yang baru sehari di jalaninya.
Sampai akhirnya, keduanya pun terdengar mengerang panjang, saat pelepasan itu berhasil keduanya dapatkan secara bersamaan, seiiring dengan itupun bisa ular menyembur sempurna ke dalam sana, cairan kental yang akan menjadi bibit unggul yang akan menjadi benih keturunan mereka kelak.
Dengan napas yang masih tersengal-sengal, Axel pun membuka selimut dan menghirup udara di luar selimut.
Sungguh pagi hari yang sangat menyenangkan bagi sepasang suami-istri itu, pagi hari yang biasanya mereka lewati sendiri kini tidak lagi, pagi hari yang biasanya mereka lewati malas-malasan setiap sedang tidak ada kegiatan, kini mereka memiliki kegiatan yang sepertinya akan mereka jalani di setiap paginya.
''Hmm ... Kamu hebat, sayang.'' Bisik Amora ikut keluar dari dalam selimut.
''Kamu juga hebat, aku benar-benar beruntung punya istri seperti kamu.''
''Aku juga sama, El.''
''El ...?''
''Iya, emang kenapa?''
''Sekarang kita sudah menikah lho, panggil aku dengan sebutan Mas, jangan El lagi.''
''Mas ...? ikh geli tau.''
''Ko geli?''
''Amora ...'' Axel membulatkan bola matanya, tidak suka di ledek seperti itu.
''Oke-oke ... Aku coba ya. 'Mas Axel ...'' Ucap Amora sedikit terbata-bata.
''Sekali lagi, jangan canggung gitu dong.''
''Hmm ... Mas Axel ...'' Amora mengulangi ucapannya dengan sedikit terkekeh, masih mencoba membiasakan mulutnya.
''Mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan itu, oke ...'' pinta El penuh penekanan.
''Iya baik, Mas Axel ... ha ... ha ... ha ...''
''Amora ...?''
''Iya, maaf. Aku harus mencoba membiasakan diri dulu dong, nanti lama-lama juga aku terbiasa ko.''
''Ya udah iya, aku masih ngantuk, aku mau tidur lagi, hari ini aku ingin menghabiskan waktu seharian dengan tertidur.''
__ADS_1
Axel mulai memejamkan mata, begitupun dengan Amora yang merasa kelelahan karena telah di gempur habis-habisan. Sungguh sepasang suami-istri itu merasakan kebahagiaan yang teramat dalam dan sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Bagi Axel, kehidupan yang dia jalani, sudah benar-benar sempurna sekarang, tidak ada satupun yang kurang, karena apa yang diimpikan oleh semua orang telah dia miliki saat ini.
Wajah tampan?
Iya ....
Lahir dari keluarga berada?
Tentu saja ....
Memiliki istri yang sempura?
Tentu saja, iya. Dan itu menjadi menjadi pelengkap bagi kesempurnaan yang dia miliki selama ini.
Amora adalah pelabuhan pertama sekaligus terakhirnya. Amora adalah satu-satunya wanita yang dia inginkan untuk berada di sisinya sampai dia tua nanti dan akhirnya maut memisahkan.
Wanita ini, wanita yang bernama lengkap Amora Fatrycia, adalah sumber kebahagiaannya saat ini. Sumber kekuatannya saat ini dan tentu saja dia akan mencurahkan segenap cintanya untuk wanita yang baru saja dia nikahi itu.
Axel pun kembali membuka mata, menatap wajah sang istri yang kini telah menutup mata secara sempurna, menatapnya lekat tidak ada satupun yang terlewatkan. Mata, hidung, pipi dan terakhir bibir sensualnya yang selalu saja membuatnya merasa candu dan selalu ingin melahapnya setiap kali mereka bertemu, dan mulai saat ini dia bisa melakukan hal itu kapanpun karena Amora akan selalu berada di sisinya setiap saat.
Axel pun mengecup tipis bibir merah itu, dan Amora yang baru saja terlelap seketika membuka mata dan tersenyum menatap wajah suaminya.
''Hmm ... Katanya mau bobo?'' tanya Amora tersenyum menatap suaminya.
''Ini baru mau tidur,'' jawab El, lalu kembali mengecup bibir merah Istrinya.
''Ya udah tidur.''
''Iya, mau. Tunggu bentar, pengen liatin wajah kamu doang ko.''
''Hmm ... Ya udah, pandanglah sepuas hatimu, aku ngantuk, mau tidur dulu,'' Amora seketika menutup mata karena kantuk dimatanya sama sekali tidak bisa lagi dia tahan.
''I Love You ..."
Axel berbisik di telinga Amora.
''Iya, I Love You Too, suamiku. Udah ya, aku ngantuk banget,'' Amora menjawab seraya memejamkan mata.
'Terima kasih, Tuhan ... Engkau telah menganugerahkan kehidupan yang sempurna, bersama dia, gadis yang sangat aku cintai, Amora.' ( Batin Axel )
__ADS_1
Axel pun tersenyum tipis, dan dia pun mengecup kening Amora istrinya, sebelum dia benar-benar memejamkan mata dan tertidur lelap seketika.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀