Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Di Jaga Seperti Anak Kecil


__ADS_3

''Kamu tau? tau apa?" Leo terkejut seketika, apakah istrinya itu mengetahui tentang jati dirinya yang sebenarnya, hatinya sungguh di rundung tanda tanya.


''Aku tau bahwa kamu menyimpan banyak rahasia dariku, namun, aku tidak ingin terlalu banyak bertanya, karena ingin kamu mengatakan nya sendiri secara suka rela, jika kamu sudah siap, aku ingin kamu jujur, tentang segalanya, semua yang kamu sembunyikan dariku, aku tidak ingin mendengarnya dari orang lain,'' lirih Adelia menatap sayu wajah sang suami.


''Terima kasih karena sudah mau mengerti, aku janji, aku akan secepatnya menceritakan semua, semuanya...! tanpa ada satupun yang di tutupi,'' Leo kembali memeluk tubuh sang istri.


''Sekarang kamu istirahat saja, sepertinya kamu tidak baik-baik saja.'' melepaskan pelukan sang suami.


''Tidak...! aku hanya akan beristirahat sebentar, setelah itu aku akan kembali ke kantor.''


''Baiklah kalau begitu.''


''Eu... anu... Del, bolehkan aku menagih jatah yang tidak sempat kamu berikan tadi malam?'' tanya Leo sedikit terbata-bata.


''Jatah apa?'' Adel membulatkan bola mata, menatap wajah suaminya.


''Anu... itu lho... eheum... eheum...'' jawabnya menempelkan kedua telunjuknya dengan perasaan malu-malu kucing.


''Hmmm...'' Adelia mendengus kecil.


''Siang-siang begini?''


''Ya apa salahnya? kita kan suami-istri, mau ngelakuin siang kek, sore kek, malam kek, kan halal... he...he...he...'' jawab Leo cengengesan.


Adelia pun mengangguk, dan sontak saja Leo pun langsung menggendong istri tercintanya ke dalam kamar.


''Kamu berat juga,'' ucap Leo menggendong tubuh Adelia berjalan menuju kamar.


''Siapa suruh gendong segala, aku kan nggak minta,'' jawab Adel melingkarkan lengan di leher suaminya.


Ceklek


Adelia membukakan pintu kamar masih berada di dalam gendongan. Lalu tanpa basa basi, Leo pun membaringkan tubuh sang istri di atas ranjang.


Pendakian di siang hari pun di mulai, pendakian mencari kenikmatan surga dunia tiada Tara, teriknya matahari seolah tidak menghalangi keduanya untuk bisa mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan-sama. Masalah yang sedang di hadapi pun terlupakan seketika, yang ada hanyalah gairah yang menggelora yang mendorong keduanya untuk bergerak meluapkan birahi yang semakin membara di temani peluh dan keringat.


Keduanya pun mengerang secara bersamaan saat puncak kenikmatan itu berhasil di raih secara bersama-sama, dan keduanya pun terkulai lemas dengan napas yang terengah-engah.


''I Love You...'' Leo membisikan kata itu seraya mengecup pelan telinga Adelia.


''I Love You to...'' Adelia menjawab lirih dengan memandang tatapan penuh kasih sayang.


***


Setelah beristirahat dan membersihkan diri, Leo pun siap untuk kembali ke kantor, dia bercermin dan melihat wajah tampannya dari pantulan cermin besar yang berada tepat di hadapannya.

__ADS_1


''Apakah kamu sungguh sudah baik-baik saja?'' tanya Adelia berdiri di belakang lalu melingkarkan lengannya di perut dengan kepala yang di sandarkan di punggung lebar suaminya.


''Iya sayang, aku sudah tidak apa-apa ko, malah tubuhku terasa sangat segar sekarang, berkat kamu. Istriku ini memang hebat sekali dalam memuaskan suami,'' jawab Leo berbalik dan berdiri berhadapan.


''Akh bisa saja kamu, gombal banget sih,'' Adel memeluk tubuh Leo dan bersandar mesra di dada bidangnya.


''Memang benar ko,'' mengecup pucuk kepalanya dengan memejamkan mata.


''Ingat ya, di kantor jangan genit-genit'tan sama sama mantan pacar kamu yang seksi itu,'' mengerucutkan bibirnya, melepas pelukan dan memandang wajah sang suami.


''Iya, Adelia sayang. Istriku ini posesif sekali sih,'' jawab Leo mengecup pelan bibir mungil sang istri.


''Bukan posesif, tapi hanya---'' Adelia tidak meneruskan ucapan.


''Hanya apa? hayo...!'' Leo mengacak rambut sang istri dengan suara yang sedikit menggoda.


''Sudah akh, cepat berangkat, kalau kelamaan nanti kesiangan lagi,'' Adel melepaskan pelukannya dan berjalan keluar dari dalam kamar dengan wajah memerah menahan malu, lagi-lagi tanpa dia menunjukan perasaan bucin'nya kepada sang suami.


''Del... Adelia... istri posesif ku, tunggu...'' Leo mengejar dengan masih menggoda sang Istri.


***


Sore hari Adelia menunggu suaminya pulang bekerja, dia hendak keluar dari dalam rumah dan akan duduk di halaman sembari menghirup udara segar.


Ceklek


Di setiap sudut halaman pun tampak beberapa orang Laki-laki dengan berpakaian sama, berdiri seperti yang di lakukan oleh kedua orang yang berada di depan pintu.


''Kalian siapa?'' tanya Adelia mengerutkan keningnya.


''Selamat sore Nyonya Adelia,'' kedua Laki-laki tersebut membungkuk dengan sangat dalam, memberi hormat.


''Saya tanya, kalian siapa? mengapa berada di rumahku?'' kembali bertanya.


''Saya di tugaskan oleh bos Leonardo untuk menjaga kediaman beliau, sekaligus menjaga Nyonya,'' jawab salah satu dari mereka.


''Kenapa aku harus di jaga? aku bukan anak kecil?'' tanya Adelia lagi merasa heran.


''Mohon maaf Nyonya, saya tidak bisa menjelaskan, apabila ada pertanyaan silahkan tanyakan kepada bos, kami hanya menjalankan,'' jawab Laki-laki itu dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.


''Heuh... ada-ada saja sih, kenapa aku di jaga segala? apa yang sebenarnya terjadi,'' Adelia pun mengurungkan niatnya mencari udara segar, karena merasa tidak nyaman jika harus di perhatikan oleh orang yang tidak di kenal.


Bruk


Adelia menutup pintu dengan sedikit kasar lalu masuk ke dalam rumah, dirinya pun meraih ponsel dan menelpon sang suami.

__ADS_1


Tut


Tut


Tut


Terdengar telpon yang belum di angkat, beberapa kali Adel menelpon namun suaminya masih belum mengangkat telpon darinya.


'Dia kemana sih? di telpon malah gak di angkat lagi.'


Gerutu Adelia di dalam hatinya merasa kesal.


Akhirnya dia pun membanting'kan tubuhnya di kursi di ruang tamu, menyandarkan kepalanya di sandaran kursi, melayangkan tatapan kosong ke udara.


'Jenuh sekali...' (bergumam)


Dia pun memejamkan mata lalu ketiduran seketika.


***


''Lepaskan aku? kalian siapa?'' Adelia terikat di kursi kayu, dia membuka mata dan mendapati dirinya berada sebuah gedung kosong dan di kelilingi oleh beberapa orang Laki-laki bertubuh besar dan berpakaian serba hitam.


Jantungnya berdetak dengan sangat kencang di iringi dengan keringat yang bercucuran membasahi badan, tubuhnya pun terlihat gemetar, dengan nafas yang tidak beraturan.


Dia menatap satu-persatu orang yang berada di hadapannya, semuanya hanya terdiam, namun mata semuanya menatap ke arah dirinya melayangkan tatapan tajam dengan bibir yang tersenyum licik.


Satu orang yang bertubuh paling tinggi, dan tampak berkumis serta memasang raut wajah yang terlihat geram, berjalan mendekat ke arah dirinya.


''Pergi, jangan mendekat... Hhaaaaahhh...'' Adelia berteriak kencang.


Dan tak lama kemudian pria tersebut mengeluarkan satu pucuk pistol dan...


Dor


Dor


Terdengar suara tembakan.


____________--------____________


Selamat pagi semuanya, sambil nunggu Author update episode baru, Author ingin merekomendasikan novel yang sangat bagus untuk kalian, di jamin ceritanya tak kalah seru dengan novel yang ini.



Salam hangat dan Terimakasih.

__ADS_1


*****


__ADS_2