
''Makasih, bos. Saya sungguh beruntung punya bos yang baik dan pengertian seperti dirimu, kalau begitu kami permisi,'' Ryan pamit dan keluar dari dalam ruangan, dengan tangan yang masih saling bertautan dengan jemari Angel.
''Bos... Gimana kado pernikahannya? jadi nggak,'' Angel sedikit menaikan suaranya, dan melepaskan genggaman tangan calon suaminya.
''Tidak... aku akan memilih sendiri kado pernikahan yang pas untuk'mu,'' jawab Leo dengan nada datar.
''Tapi, bos. Bos kan sudah janji?'' Angel mengerucutkan bibirnya.
''Nggak, janjinya aku batalkan.''
''Dasar pelit,'' Angel kembali menarik lengan Ryan dan menariknya keluar dari dalam ruangan.
Ryan yang tidak tahu apa yang sedang di bicarakan oleh calon istri dengan bos'nya, hanya bisa memasang wajah heran.
''Kalian sedang membicarakan apa si?'' tanya Ryan, berjalan beriringan.
''Bos Leo curang, tadi katanya aku bebas memilih kado pernikahan apapun yang aku mau, bebas dengan harga berapapun, eh giliran aku bilang aku ingin kado tersebut, dia marah dan membatalkan janjinya, dasar...!'' jawab Angel sedikit kesal.
''Memangnya kamu minta kado apa sama bos?''
''Gak muluk-muluk ko, aku cuma minta mobil Lamborghini keluaran terbaru, yang hanya ada sepuluh buah di dunia.''
''Apa...? kamu serius bilang begitu sama bos?''
Angel mengangguk.
''Ya ampun...'' Ryan menepuk jidatnya sendiri.
''Kenapa? bos sendiri yang bilang sama aku, katanya aku bebas memilih apapun dengan harga berapapun?'' Angel menghentikan langkah'nya, lalu menatap wajah Ryan.
''Ya tetap saja, permintaan kamu itu terlalu berlebihan, sayang...'' Ryan mengacak rambut panjang Angel, hingga sedikit berantakan.
''Benarkah...? aku pikir tidak apa, soalnya bos kan punya banyak uang,'' Angel merapikan rambutnya sendiri.
''Kalau kamu mau mobil yang seperti itu, nanti aku belikan,'' jawab Ryan, kembali berjalan.
''Benarkah? kamu serius...?'' Angel mengekor dari belakang dengan perasaan senang.
__ADS_1
''Iya...''
''Kapan...?''
''Tahun depan, nabung dulu...''
Angel mengehentikan langkahnya dan mengerucutkan bibirnya.
''Dih... dasar...'' ucapnya pelan.
Ryan pun menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang, menatap wajah Angelina, lalu dia pun menghampiri dan meraih lengan'nya, menarik nya dengan lembut.
''Jangan marah, kalau kita nabung, mobil yang kamu mau lama-lama juga ke beli,'' ucap Ryan meletakan lengan di pundak calon istrinya.
Angel mengikuti langkah calon suaminya dengan perasaan yang sedikit kecewa dan bibir yang masih di kerucutkan.
***
Akhirnya hari itu pun tiba, hari dimana pernikahan Ryan dan Angel akan di gelar, acara pernikahan itu diadakan di sebuah hotel berbintang, dan hadiri oleh lebih dari 1000 tamu undangan.
Adelia nampak cantik mengenakan gaun berwarna hitam panjang, dengan rambut yang di tata rapih, perutnya yang sudah semakin membesar pun tidak menjadi halangan baginya untuk tampil cantik di acara spesial tersebut.
Sedangkan Leo, memakai tuksedo berwarna senada dengan Adelia, dengan rambut yang di sisir rapi, membuat ketampanannya terlihat semakin sempurna, dan tentu'nya membuat keduanya terlihat serasi, bak putri dan pangeran.
Acara Pertama yang di adakan adalah ijab qobul, dan acara tersebut pun sukses tanpa ada satu cela sedikitpun, Ryan mengucap kata ijab dengan hanya sekali tarikan napas, Angel yang duduk di samping Ryan dengan berbalut kebaya berwarna putih, lengkap dengan aksesoris layaknya seorang pengantin, mengucap syukur yang tidak terhingga, karena akhirnya, dia di dipersunting oleh pria yang mau menerima dirinya apa adanya.
Setelah ijab qobul selesai, acara resepsi pun dimulai, lengkap dengan hiburan, mengundang artis terkenal.
Sepasang pengantin pun duduk di pelaminan dan menerima ucapan selamat dari setiap tamu undangan, Leo dan Adelia pun naik ke atas pelaminan, untuk bersalaman.
''Selamat ya, semoga kalian jadi keluarga yang bahagia, sakinah, mawadah, warahmah...'' Adel menyalami Angel.
''Terima kasih, Adelia...'' jawab Angel tersenyum merasa senang.
Giliran Leo yang menyalami Angel, setelah dia menyalami Ryan terlebih dahulu.
Leo tidak bisa menahan rasa harunya, dia sungguh bahagia karena mantan kekasihnya tersebut bersanding dengan pria baik seperti Ryan, bayangan masa lalu pun tiba-tiba saja datang, mengenang kembali kejadian masa lalu yang pernah dia alami bersama Angel.
__ADS_1
Walau bagaimanapun mereka berdua pernah merajut asmara, jadi wajar saja jika Leo merasa bahagia, melihat wanita yang pernah di sakitnya, menikah dan hidup bahagia, apalagi pria yang menjadi suaminya adalah orang yang dia kenal baik.
Leo terlihat memeluk tubuh Angel dengan perasaan haru, dan senyum bahagia, begitupun dengan Angel, dia pun memeluk erat tubuh pria yang pernah menjalin asa bersamanya.
''Selamat ya , Angel. Semoga kamu bahagia, menjadi keluarga sakinah, mawadah, warahmah...'' ucap Leo mengusap punggung Angelina pelan.
''Terima kasih, Bos...!'' Angel melepaskan pelukan Leo, dan menatap wajah Leo.
''O ya... aku punya kejutan untuk kalian, terutama kamu... Angelina...'' Leo mengangkat tangannya ke atas seolah memberi kode kepada seseorang.
Dan benar saja, tidak lama kemudian seseorang tampak mengendarai mobil sport persis seperti yang Angel inginkan, lengkap dengan pita berwarna merah sebagai pemanis mobil tersebut, sekaligus memberi tanda bahwa mobil itu dibawa sebagai kado spesial yang akan diberikan kepada pengantin.
Angel menutup mulut dengan kedua tangannya, dengan mata yang di bulatkan sempurna, merasa tidak percaya, pelupuknya pun terlihat berkaca-kaca, menahan rasa haru.
''Bos...! ini...?'' tanya Angel dengan nada suara yang terdengar terbata-bata.
Leo mengangguk, lalu berjalan ke bawah dan mengambil kunci mobil tersebut dari seseorang yang sudah dia utus untuk membawa mobil itu ke sana.
Leo pun segera memberikan kunci tersebut sebagai tanda bahwa dia memberikan mobil, sport keluaran terbaru, berwarna merah, seharga dua miliar itu kepada Angel sebagai kado pernikahan yang sangat spesial.
Angel pun menerima kunci tersebut, masih dengan perasaan tidak percaya dan rasa haru yang mendalam.
''Terima kasih, bos. Aku tidak menyangka kamu akan benar-benar memberikan ini kepada'ku, sungguh... aku berteriak kasih...'' ucap Angel, kembali memeluk tubuh Leo.
kemudian dia pun turun dari atas pelaminan, berjalan menuju mobil sport yang sudah menjadi impiannya sejak lama. Dengan wajah yang berbinar serta senyum yang mengembang, dia pun masuk ke dalam mobil tersebut di temani oleh Ryan, pria yang telah menjadi suaminya.
Sementara itu, Leo dan juga Adelia menatap dengan tatapan penuh rasa bahagia, sampai senyuman itu tiba-tiba saja hilang dan di gantikan dengan raut wajah muram.
Adel mengambil langkah mundur, saat melihat sosok seorang pria berjalan semakin mendekat, tangannya pun yang semula ditautkan di lengan sang suami, seketika itu juga dia lepaskanlah.
''Alex...?'' Adel bergumam pelan dengan tatapan penuh dengan rasa ketakutan.
Leo yang juga melihat Alex berjalan dari kejauhan pun, nampak terkejut bukan kepalang, namun dia berusaha bersikap tenang demi bisa menjaga keadaan.
_____________----------_______________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️
__ADS_1