Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Tidak Ingin Kembali ke Kota


__ADS_3

Axel dan Adelia terkejut seketika melihat ke arah pintu yang di buka secara paksa oleh Angelina, wajah Angelina terlihat murka menatap ke arah sepasang suami-istri yang sedang berada di dalam kamar.


''Keluar kamu, kita harus bicara berdua,'' ucap Angel melangkah masuk ke dalam kamar dan menarik lengan Axel secara paksa.


Adelia hanya menatap dengan hati yang terluka, dirinya tidak bisa berkata apa-apa, karena walau bagaimanapun dia menikahi Axel dalam keadaan hilang ingatan, jadi rasanya wajar saja jika tiba-tiba ada wanita lain yang mengaku sebagai kekasih dari suaminya tersebut.


''Lepaskan, kamu siapa? aku sungguh tidak kenal kamu,'' ujar Axel masih berpura-pura tidak mengenali Angel, dia pun melepaskan tangannya secara paksa dari cengkraman jemari Angel.


Mereka berdiri tepat di pintu kamar, dengan Adel yang memperhatikan dari dalam, Adel berpikir sejenak, sepertinya dia harus melakukan sesuatu agar wanita yang bernama Angel menghentikan amukannya di rumah.


Sayang sekali ibu sedang tidak berada di rumah, ibu sedang keluar untuk keperluan penting sehingga tidak ada yang dapat mengontrol keadaan yang saat ini sedang terjadi.


Adelia pun bangkit dan menghampiri Angel, dengan beraninya dia berdiri di hadapan Angel dengan wajah geram serta tatapan tajam.


''Siapa kamu berani masuk ke kamar orang sembarangan? apa kamu tidak di ajarkan sopan santun oleh kedua orang tuamu? jika ingin bertamu dan bertanya, bisa dilakukan secara baik-baik, kenapa harus menerobos masuk begitu saja, tidak sopan banget si,'' ucap Adelia.


''Kamu yang tidak sopan, merebut pacar orang sembarangan, dia itu kekasihku,'' jawab Angel menunjuk wajah Axel dengan telunjuknya.


''Coba kamu tanya sama orangnya, apa dia mengenalimu? apa dia benar-benar pacarmu? cepat tanya dia?'' suara Adel terdengar di tinggikan.


''Leon... kamu mengenali aku kan? ini aku kekasihmu, kita sudah dua tahun berpacaran, dan sudah berencana akan segera menikah, kenapa kamu mendadak jadi seperti ini?'' tanya Angel meraih lengan Axel dan menggenggamnya, lalu menatap dengan tatapan sayu.


Belum juga mendapat jawaban, ibu pun datang, dia merasa heran melihat wanita cantik berpakaian seksi sedang berdiri di depan pintu kamar, menatap wanita itu dari ujung rambut hingga ujung kaki, Angel bahkan tidak membuka sepatunya, membiarkan sepatu tingginya menginjak begitu saja lantai bersih di dalam rumah.


''Ada apa ini?'' tanya ibu.


''Ibu...!'' Adelia segera menghampiri ibu, lalu berdiri di sampingnya dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


''Kamu siapa?'' tanya ibu menatap wajah Angel dan terlihat mengerutkan keningnya.

__ADS_1


''Saya Angel, pacar dari Leonardo.''


''Leonardo? siapa dia, di sini tidak ada yang bernama Leonardo,'' tanya ibu merasa heran, da belum menyadari jika pria yang bernama Leonardo adalah menantunya sendiri.


''Dia... dia adalah Leonardo,'' jawab Angel menunjuk satu jarinya tepat di wajah Axel, membuat ibu merasa terkejut seketika.


''Leonardo...? kamu...?'' tanya ibu dengan alis yang saling bertautan.


Axel menunduk lesu, dia tidak tahu dari mana Angel mengetahui keberadaan dirinya di sana, susah payah dia mencoba mengubur masa lalu dan menutupi bahwa sebenarnya ingatannya sudah kembali dari dua yang sangat di sayangi'nya yaitu ibu dan istrinya, Adelia.


Ibu terdiam sejenak untuk berfikir, dia mencoba menenangkan perasaannya yang sedikit terkejut, ibu pun menarik nafas panjang lalu menghembuskannya perlahan, setelah perasaan ibu mulai tenang, ibu pun mempersilahkan Angel duduk dan meminta untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.


''Silahkan duduk nona, tidak baik bertamu ke rumah hanya berdiri saja, mari kita bicarakan masalah ini secara baik-baik,'' ucap ibu sedikit ramah.


Dengan wajah yang terlihat masam Angel pun duduk di kursi, di ruang tamu, di ikuti oleh Axel dan juga Adelia.


''Del, bikinin teh hangat untuk tamu kita, dia pasti cape jauh-jauh dari kota datang kemari,'' pinta ibu menatap wajah Adelia.


''Silahkan di minum,'' ibu mempersilahkan.


''Tidak usah, saya nggak haus sama sekali. Saya datang kemari bukan untuk minum teh, tapi ingin membawa kembali pacar saya ke kota, ke rumahnya,'' jawab Angel dengan nada ketus.


Axel yang semula menunduk, kini mendongakkan kepalanya menatap wajah Angel dengan tatapan tajam. Apabila dia kembali ke kota, sudah pasti, banyak orang yang akan mencarinya, apalagi anak buah yang menjadi pengikut setianya, sedangkan Axel sudah membulatkan diri untuk meninggalkan dunia itu, dan memulai hidup baru.


''Apa maksud kamu?'' tanya Axel.


''Tunggu...! nona Angel, apa kamu sudah tahu jika pria yang kamu sebut namanya sebagai Leonardo ini sedang dalam hilang ingatan?'' ibu mulai menjelaskan.


''Apa...?'' Angel terkejut seketika merasa tidak percaya.

__ADS_1


''Kamu hilang ingatan?'' ucapnya lagi, menatap wajah Axel dengan tatapan kasihan.


Axel hanya terdiam.


''Jadi karena itu kamu tidak mengenaliku sama sekali?'' tanya nya lagi yang masih tidak di jawab juga oleh Axel.


''Kenapa kamu diam saja?'' Angel mulai menitikkan air mata.


''Dengar ya nona Angel yang terhormat, tadi kan saya sudah menyuruh kamu untuk bertanya sama dia, apakah dia mengenalimu?'' tanya Adelia dengan nada suara yang terdengar ketus.


''Diam kamu,'' Angel kembali menjawab dengan nada suara yang sama.


Ibu segera meraih jemari putrinya, mencoba menenangkan emosi sang putri supaya tidak meledak, Adel pun menatap wajah ibu dengan tatapan sayu.


''Axel... apakah kamu mengingat sesuatu? ingatanmu benar-benar belum kembali?'' tanya ibu dengan suara lembut.


Axel mengangguk lalu menunduk, masih berusaha sekuat tenaga untuk berbohong.


''Leo... apa kamu tidak ingat ibu kandungmu? dia sudah mencari kamu kemana-mana, dia bahkan hanya mengabiskan waktunya di dalam kamar, memikirkan putra kesayangannya yang tak juga pulang, apa kamu tidak merasa kasihan sama sekali sama dia? hah...'' Angel sedikit menaikan nada suaranya.


Sementara Axel hanya terdiam, dan terus menunduk.


''Apa yang harus aku lakukan? aku sungguh tidak mengingatmu, dan juga ibu kandungku, jika kamu masih memaksa aku untuk mengingat semua itu, percuma karena aku tak bisa,'' jawab Axel dengan nada suara yang sama tingginya dengan Angel.


Adelia berpindah tempat duduk, yang semula di samping sang ibu, kini duduk tepat di samping suaminya, dia ingin menenangkan sang suami yang terlihat sudah mulai emosi.


''Kamu tenang dulu, jangan emosi,'' Adel meraih lengan dan menggenggam jemari Axel dengan kedua tangannya.


Axel menatap wajah sang istri, pancaran matanya di penuhi rasa gundah yang mendalam, sungguh tidak ingin kembali ke kota, dia hanya ingin tinggal dan hidup dengan tenang bersama istri dan ibu mertuanya.

__ADS_1


''Axel... sebaiknya kamu pulang, kamu boleh tinggal di sini karena ibu tidak tahu dimana rumahmu, dan karena sekarang sudah ada orang yang mengenalimu, maka sekarang ibu minta, kamu kembali ke rumah, kasihan ibu kandungmu,'' pinta ibu dengan menatap lekat wajah Axel.


_________----------__________


__ADS_2