Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Akhirnya


__ADS_3

''Saya terima nikah dan kawinnya, Emillia binti Sudrajat dengan Mas kawin tersebut di bayar tunai ...''


''Gimana para saksi, sah ...?''


''Sah ...''


Alex bersorak kegirangan, membuat semua yang hadir di sana menertawakan, Leo bahkan menggelangkan kepalanya, tersenyum geli melihat tingkah sahabatnya tersebut.


''Cek ... ck ... ck ... dasar bujangan tua yang ngebet banget pengen kawin, bikin malu aja, aduh ...'' gerutu Leo pelan.


Alex yang sedang dalam keadaan senang, tidak peduli dengan para tamu yang saat ini menatap wajahnya dengan tatapan heran, di tambah lagi sebagian dari mereka juga menertawakan tingkah pria yang baru saja sah menjadi suami dari wanita yang bernama Emillia itu.


Emill pun ikut tertawa, melihat tingkah suaminya yang terlihat seperti anak kecil yang baru saja di belikan mainan baru oleh ibunya.


''Mas ... tahan emosimu, malu diliatin banyak orang,'' bisik Emill


Wajah Emillia begitu cantik dengan tubuh langsingnya yang berbalut kebaya berwarna putih lengkap dengan sanggul dan make-up ala pengantin.


''Iya ... iya ... sayang. Aku kelepasan, aku senang sekali soalnya, karena akhirnya kamu telah sah menjadi istriku sekarang, he ... he ... he ...'' jawab Alex cengengesan.


Setelah acara ijab qobul selesai, acara pesta pun di mulai, pesta yang diadakan di hotel berbintang itu di adakan besar-besaran dengan mengundang artis terkenal ibu kota untuk menghibur para tamu yang hadir di sana.


Seluruh keluarga Leonardo pun nampak hadir di tempat itu, Leo tentu saja memboyong sang istri, Axela bersama suaminya, sedangkan Axel, dia pun berada di sana dan senantiasa mendampingi Amora kekasihnya.


Begitupun dengan Lucky, dia tetap datang bersama Ayu, mereka berdua bahkan mengenakan pakaian couple membuat keduanya terlihat begitu serasi.


Emill dan Alex duduk di pelaminan, keduanya terlihat begitu bahagia dengan senyum yang mengembang sempurna dari bibir masing-masing, Alex bahkan terus memandangi wajah istrinya, membuat Emill tersipu malu.


''Jangan ngeliatin aku kayak gitu, Mas. Aku tau aku emang cantik,'' ucap Emill tersipu.


''Nunggu acara selesai lama banget si? padahal ini sudah hampir malam, lho. Kenapa mereka gak pulang-pulang sih?'' gerutu Alex kesal.

__ADS_1


''Dih, Mas ini. Sabar Mas, kita masih punya banyak waktu, ko. Aku sudah sah menjadi istrimu sekarang, jadi Mas bebas melakukan itu kapanpun,'' jawab Emill


''Beneran ya, kapanpun ...? Kamu harus mau kalau aku ajak anu ... anu ...?''


''Iya, Mas. Kamu tenang aja.'' Jawab Emillia.


Dua jam kemudian.


''Akhirnya acara selesai juga,'' ucap Alex, sudah berada di kamar hotel, yang memang sengaja dia pesan khusus.


Alex nampak berada di kamar mandi, dirinya baru saja membersihkan diri tersenyum senang menatap wajahnya sendiri dari pantulan cermin yang berada tepat dihadapannya, dia pun nampak merapikan kimono berwarna putih yang membalut tubuh polosnya.


Setelah puas menatap dan memastikan bahwa tubuhnya bersih dan juga wangi, dia pun keluar dari dalam kamar mandi, dengan senyum dan perasaan tidak sabar.


Ceklek ...


Pintu pun di buka, Alex keluar dengan perasaan tidak sabar, menghampiri sang istri yang kini telah dalam keadaan meringkuk di atas tempat tidur, tubuhnya yang berbalut lingerie berwarna merah transparan membuat Alex langsung menyambar raga sang istri yang ternyata sudah dalam keadaan tertidur.


Yang di tanya pun hanya terdiam seperti tertidur lelap, membuat Alex merasa kecewa, padahal dia sudah mandi begitu bersih dan tubuhnya pun wangi kini, namun, ternyata istrinya tidur terlebih dahulu membuat Alex menghela napas panjang.


''Apa aku kelamaan di kamar mandi sampai-sampai aku di tinggal tidur duluan?'' ucap Alex berbicara sendiri.


Tak ingin mengganggu tidur lelap sang istri, Alex pun memutuskan untuk menunda keinginan untuk bermalam pertama, padahal jauh dari dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia sudah tidak sabar untuk melakukan hal itu.


Alex pun menutup raga sang istri dengan selimut tebal, lalu dirinya pun membenamkan tubuh dirinya di dalam selimut yang sama, berbaring membelakangi sang istri seraya menahan hasrat yang sebenarnya sudah tidak dapat lagi dia tahan.


Dia pun menarik napas panjang lalu menghembuskan'nya perlahan, menekan gejolak di dalam jiwa seorang Alex, lalu mulai memejamkan mata, namun, baru saja matanya hendak terpejam sempurna, tiba-tiba saja tangan sang istri melingkar sempurna di perut datar seorang Alex.


''Katanya sudah gak sabar? ko malah tidur?'' tanya Emill berbisik lirih di telinga Alex, membuat bulu kuduk sekaligus bulu perkutut di bawah sana berdiri serempak.


''Bukannya kamu sudah tidur, sayang ...?'' tanya Alex memutar badan.

__ADS_1


''Aku memang mengantuk, tapi aku tahan karena gak mau mengecewakan Mas di malam pertama kita, lagian mandi aja lama banget si?'' lirih Emill berada sangat dekat.


Alex tidak menjawab ucapan istrinya, dia menyambar begitu saja bibir ranum sang istri yang terlihat begitu menggoda seolah menari-nari membuatnya semakin tidak sabar.


''Tunggu, Mas. Masukin'nya pelan-pelan, ya. Punyaku masih segel, buka segelnya pelan-pelan ya ...'' lirih Emill memundurkan kepalanya.


''Oke, honey. Aku janji akan pelan-pelan.''


Alex kembali mel*mat bibir ranum sang istri, menyesapnya buas dengan tangan yang mulai menjamah setiap inci raga sang istri, hingga Emill pun merasakan getaran di tubuhnya.


Puas mel*mat buas dengan tangan yang meremas gunung kembar nan kenyal istrinya, kini dia pun menurunkan kepalanya, menatap dengan seksama dua gunung dengan puncak berwarna pink yang terlihat begitu indah dimatanya.


''Jangan diliatin gitu, malu tau,'' lirih Emill meletakan kedua tangannya di di puncak gunung kembarnya itu.


''Tunggu, biarkan aku melihat ini sebentar, entah mengapa milikmu ini begitu indah dan cantik,'' jawab Alex, menyingkirkan telapak tangan istrinya.


''Mas ...!'' lirih Emill menatap wajah suaminya.


''Iya-iya baiklah ...'' jawab Alex.


Alex menurunkan tali lingerie yang melingkar di bahu sang istri, menurunkan hingga gunungan kembar itu kini terekspos sempurna, membuat Alex tidak tahan untuk tidak membenamkan kepalanya di tengah gunung tersebut melu*atnya lembu, membuat Email memejamkan matanya merasakan sensasi di dalam tubuhnya.


Setelah puas melakukan hal itu, kini Axel pun naik, menjamah puncak gunung berwarna pink kenyal, menatapnya sekejap lalu mulai menyesapnya perlahan dengan sesekali menggigit tipis puncak tersebut, sehingga suara pekikan kini keluar dari bibir istrinya tersebut, membuat Alex semakin ber*airah.


Dia pun terus melakukan hal itu, menyesapnya secara bergantian seperti bayi yang kehausan, dengan tangan yang kini turun secara perlahan menuju bukit rimbun yang bersarang di bawah sana.


''Akh ... Mas, pelan-pelan ... Bagian itu belum terjamah oleh siapapun,'' lirih Emill meremas rambut sang suami dengan mengigit bibir bawahnya keras.


''Iya, sayang. Aku hanya akan bermain sebentar di sana.''


Perlahan jemari Alex pun mulai, menjamah bukit yang sudah semakin basah itu, memainkan sesuatu yang tersembunyi di tengah-tengahnya, hingga Emillia mengeluarkan suara desa*an merasakan sesuatu yang membuat otaknya melayang, di tambah lagi, gunung miliknya terus di hisap tiada henti, membuat jiwa seorang Emillia benar-benar melambung tinggi ke udara.

__ADS_1


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2