
Keesokan harinya.
Pulang sekolah, si kembar benar-benar pergi ke Sekolah Menengah Pertama, dimana Lucky biasa menuntut Ilmu, Axel membawa serta Amora. Mobil pun di parkir tepat di depan gerbang sekolah.
Axel, dia masih mengenakan seragam sekolah lengkap, di lengkapi dengan kacamata hitam bulat, rambutnya di biarkan sedikit berantakan dengan poni memenuhi keningnya, dia duduk di depan mobil kepunyaan'nya, seraya menatap keseliling mencari sosok adik bungsunya.
Axela, dia juga masih mengenakan seragam lengkap namun di lengkapi dengan jaket kulit berwarna hitam, berkaca mata hitam pula, kaos kaki putih panjang dengan sepatu kets berwana putih pula, rambutnya di biarkan terurai begitu saja, dia pun duduk di si depan mobil Axel, menunduk memainkan ponsel canggihnya, dengan mobil dirinya di parkir tepat di belakangnya.
Sementara Amora, dia duduk tepat di tengah-tengah si kembar, menunduk memainkan ponselnya, dengan rambut pirangnya yang di ikat di ujung kepala.
Ketiga siswa menengah atas tersebut benar-benar menarik perhatian siswa-siswi yang sedang melintas di pintu gerbang hendak yang hendak pulang sekolah, mereka semua menatap si kembar dan juga Amora dengan tatapan yang berbinar dan tidak sedikit dari mereka yang saling berbisik satu sama lain.
Seperti yang sedang di lakukan tiga siswi yang sedang melintas ini.
''Lihat, bukankah itu si kembar? kakaknya si Lucky? ya ampun mereka keren sekali si,'' ucap salah siswi berjalan melintas tepat di hadapan si kembar.
''Iya, dulu mereka Kaka kelas kita, dan mereka sangat populer di sekolah ini, gak nyangka sekarang mereka semakin keren ya? andai saja gue bisa jadi pacar'nya si Axel, duh pasti gue bakalan senang banget.''
''Jangan ngimpi, mana mungkin remahan rengginang seperti kita bisa menjadi pacar pria tampan kayak dia.''
''Benar juga si... Oh bang Axel bawalah aku bersama'mu...'' teman lainnya ikut bercanda dengan setengah berbisik sampai keduanya benar-benar menjauh dari pandangan Axel.
''Duh, si Lucky kemana si? panas nih," Al mengibaskan tangannya tepat di depan wajahnya.
"It's been a long time, hot, thirsty too."
(Iya, lama sekali si, panas, haus pula) ucap Amora sedikit kesal.
"Sabar deh, bentar lagi juga keluar," El menenangkan.
Al turun dari kap mobil, lalu berdiri dan menatap ke sekeliling dimana siswa siswa berjalan keluar dari gerbang, dia pun menghampiri salah satu siswa dan bertanya.
"Hey, kamu..." Al menunjuk salah satu siswa yang sedang berjalan.
Yang di tunjuk pun terkejut seketika, menghampiri dengan wajah yang sedikit cengengesan.
__ADS_1
"Ada apa...?" tanya'nya berdiri tepat di depan Al.
''Apa Lo kenal dengan siswa yang bernama Lucky?''
''Tentu saja.''
''Lo lihat nggak dia dimana?''
''Oh, tadi gue lihat dia masih di dalam, kayaknya sih udah mau pulang juga,'' jawab siswa tersebut, menatap wajah cantik Al tanpa berkedip.
''Oke, makasih ya...''
''Sama-sama.''
Siswa tersebut pun kembali meneruskan langkahnya.
''Dia masih di dalam,'' ucap Al menghampiri El dan kembali duduk di kap mobil si samping Amora.
Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai Lucky pun keluar, si kembar serta Amora segera masuk ke dalam mobil masing-masing dan siap untuk memulai pengintaian.
Si kembar nekat mengintai adik bungsunya setelah mengetahui adiknya tersebut memiliki pacar, apalagi setelah mengetahui ternyata pacar dari adiknya tersebut adalah wanita yang lebih dewasa.
El mengendarai mobilnya tidak jauh dari mobil Lucky, dia sengaja memberi jarak agar sang adik tidak mengetahui bahwa dirinya sedang mengikuti.
Sementara Al berada tepat di belakang mobil kembarannya, dengan masih mengenakan kacamata hitam dan music yang menggema di seisi mobil menemani perjalanan'nya, kepalanya tampak ikut bergoyang dengan bibir yang juga berkomat-kamit mengikuti alunan lagu yang di putar.
Mata Al menatap lurus ke depan seraya menyetir mobil sport berwarna merah kepunyaan'nya, sampai akhirnya dia harus menginjak rem saat lampu merah mulai menyala namun mobil kembarannya melesat melintasi lampu tersebut.
''Yah, lampu merah lagi...!'' Gumam Al, berada di antrian paling depan, menatap mobil El yang berjalan kian menjauh, melesat meninggalkan mobil yang di kendarai'nya hingga akhirnya menghilang tanpa jejak.
Matanya pun teralihkan seketika saat melihat satu orang pria yang berlari tepat di depan mobilnya dengan beberapa orang lainnya yang terlihat sedang mengejar pria tersebut.
Dia pun memandang lekat wajah Laki-laki tersebut, berpakaian serba hitam dengan rambut sedikit berantakan.
Sampai akhirnya lampu pun berubah hijau, dia Al menyudahi pandangannya terhadap pria yang sedang di kejar tersebut, kembali menginjak gas dan mobil yang di kendarai'nya mulai berjalan perlahan.
__ADS_1
'Tadi mobil si El mengarah kemana ya?'
Batin Al, saat berada di persimpangan jalan raya yang tidak terlalu padat pengendara.
Dia pun melihat ke sekitar, seraya masih menjalankan mobilnya dengan sedikit pelan. Hendak menelpon sang kakak, Al pun meraih ponsel dari kursi mobil di sebelahnya, namun gerakannya terhenti seketika saat melihat Laki-laki yang tadi dia lihat di lampu merah, seperti sedang di hajar beramai-ramai, di sebuah gang yang terlihat sepi.
Hatinya ingin mengabaikan, namun naluri jiwa penolongnya seketika itu bangkit secara tiba-tiba, dia pun menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan berniat menolong pria tersebut.
Ceklek
Blug
Al keluar dari dalam mobil, lalu menghampiri.
''Hey... sedang apa kalian?'' Al berdiri tidak jauh dari mereka, dia pun mengikat rambut panjangnya di atas kepalanya dan siap untuk menolong.
''Siapa Lo? jangan ikut campur, ya?'' jawab salah satu dari mereka.
''Apa kalian tidak malu menghajar satu orang beramai-ramai? itu namanya pengeroyokan tau.''
''Alah, anak kecil tau apa? apa Lo kenal sama dia? apa Lo tau dia siapa? mendingan Lo pergi sekarang, sebelum gue lucuti seragam Lo itu, dasar anak bau kencur.''
''Enak aja gue di bilang bau kencur.''
Al pun maju dan melawan orang-orang tersebut.
Buk
Prak
Brak
Salah satu dari mereka maju melawan, melayangkan pukulan ke arah Al namun dapat di tepis dengan mudah oleh gadis tersebut, kemudian dia pun menendang perut serta melayangkan pukulan tepat di wajah pria itu dengan begitu keras keras dia tersungkur ke atas aspal.
Merasa kesal, kini ketiga orang temannya maju secara beramai-ramai hendak membalaskan kekalahan salah satu temannya.
__ADS_1
Pertarungan tidak seimbang pun di mulai, satu wanita yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, melawan tiga orang pria yang berpenampilan seperti preman.
___________----------__________