Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Pemilik Saham


__ADS_3

'Dasar cowok, seenaknya aja mempermainkan perasaan wanita,' ( gumam Angel)


Kemudian dia pun kembali meneruskan langkahnya, berjalan memasuki kantor tempatnya bekerja.


Saat dirinya sedang berjalan, tiba-tiba saja dia dikejutkan dengan kehadiran Alex, dia seperti sengaja sedang menunggu dirinya, duduk di atas kursi roda dengan di dampingi oleh seorang Asisten yang dengan setia mendorong kursi roda tersebut kemanapun Alex hendak pergi.


''Bang Alex...'' Angel menghentikan langkahnya.


''Angel... bisakah kita bicara sebentar?'' Tanya Alex menatapnya dengan sedikit tersenyum.


''Sedang apa bang Alex berada di sini?''


''Kenapa? sekarang, aku juga pemilik saham terbesar di perusahaan ini, jadi aku bebas dong keluar masuk perusahan?''


''O, ya? sejak kapan dirimu mempunyai saham di sini?''


''Sejak saat ini, memangnya bos'mu belum mengatakan apapun?'' tanya Alex mengerutkan keningnya.


Angel menggelengkan kepala merasa heran. Bukankah Alex hanya akan berinvestasi, bukan menjadi pemegang saham, seharusnya saham terbesar ya... di pegang oleh pemilik perusahaan, kenapa sama dia? apa yang sebenarnya terjadi? Angel berfikir keras.


''Sebaiknya, kamu telpon bos'mu yang sombong itu, tanyakan padanya tentang apa yang sebenarnya terjadi?'' ucap Alex.


Lalu memberikan kode kepada Asisten'nya untuk mendorong kursi roda, dan pergi dari hadapan Angel.


Angel berdiri mematung, masih dengan berbagai pertanyaan di dalam hatinya, menatap punggung Alex yang mulai menjauh menggunakan kursi roda.


Namun tiba-tiba, kursi roda pun berhenti, dan Alex menoleh ke arah Angel, menatap wajahnya dengan tatapan tajam dan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


''Angel, apakah kau kenal dengan adikku? Jimmy...?''


Deg...


Jantung Angel tiba-tiba berdetak kencang, tubuhnya pun sedikit bergetar, dia mengigit bibir bawahnya untuk menekan keterkejutan, tatapan yang di layangkan oleh mata Alex seolah membuat perasaan dirinya sedikit tidak karuan.


''Apa, bang...? Jimmy...? Eu... aku memang mengenal dia, namun kami tidak terlalu dekat, karena waktu itu aku masih berpacaran dengan Leonardo, jadi aku hanya mengenal Jimmy sekilas saja.''


Angel mencoba bersikap tenang, namun tetap saja, dia tidak bisa menyembunyikan kegugupannya.


''O... ya...? Baiklah kalau begitu,l.''


Alex pun pergi meninggalkan Angel.


Angel meneruskan langkahnya, berjalan dengan perasaan yang tidak tenang. Apa yang akan terjadi jika Alex sampai tahu bahwa dia ada hubungannya dengan kematian Adiknya? Apakah Alex juga akan membalas dendam kepada dirinya?


Angel menatap layar ponsel, lalu mencari kontak yang bertuliskan 'Leonardo', setelah menemukannya dia pun langsung menelpon bosnya tersebut.


''Halo, bos...!"


"Iya, ada apa?" jawab Leo dengan suara yang terdengar sedikit enggan.


"Bos, kamu harus ke kantor sekarang juga, ada kondisi darurat, bos pasti akan terkejut," ucap Angel dengan suara yang terdengar tergesa-gesa.


"Apa maksudmu? bisa di jelaskan?''


''Tidak... tidak... aku tidak bisa menjelaskan ini di telpon, pokoknya aku tunggu di kantor sekarang juga,'' Angel langsung menutup telpon seketika itu juga.

__ADS_1


***


Adelia masuk ke kantor suaminya secara tergesa-gesa, dia ingin mengantarkan ponsel sang suami yang tadi sempat tertinggal, sebenarnya, dia bisa saja menyuruh Ryan yang mengantarkannya.


Namun karena dia ingin mengunjungi suaminya, sekaligus mengantarkan makanan kegemarannya, dia pun dengan senang hati mengantarkan ponsel itu sendiri, sementara si kembar dia titipkan sama ibu dan bi Inah.


Adel sedikit berlari di lorong menuju ruangan suaminya, karena tidak ingin meninggalkan si kembar terlalu lama, dia hanya ingin mengantarkan barang yang di bawanya setelah itu segera pulang.


Karena kecerobohannya, dia pun hampir menabrak seorang Laki-laki yang sedang duduk di atas kursi roda, hingga kursi roda tersebut pun hampir saja terjungkal.


Alex membulatkan bola matanya dengan mulut yang sedikit menganga, ketika kursi roda yang di duduki'nya hendak terjungkal, namun Adelia yang tidak sengaja menabrak kursi roda tersebut langsung menyeimbangkan posisi kursi, sehingga tidak jadi terjungkal, dan kembali dalam posisi seimbang.


''Maaf... saya tidak sengaja.''


Adel sedikit membungkukkan tubuhnya, berdiri tepat di hadapan Alex yang saat ini sedang memandangi wajah dirinya melayangkan tatapan tajam.


__________----------__________


*Jangan lupa


Like


Komen


Vote


Hadiah

__ADS_1


Terima kasih Reader ❤️💓*


__ADS_2