Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Salah Langkah


__ADS_3

Alex terlihat sedang duduk di atas kursi rodanya, menikmati secangkir anggur merah yang terisi penuh di dalam gelas kaca yang berada dalam genggamannya.


Matanya menatap keluar jendela kaca yang memenuhi seluruh dinding Apartemen'nya, menatap hiruk pikuk ibu kota dari atas ketinggian.


Alex memutarkan anggur di dalam gelas kaca yang di pegang'nya, lalu meneguknya perlahan.


''Anggur ini sungguh manis sekali, semanis perasaanku sekarang,'' Alex bergumam sendiri.


Trok


Trok


Trok


Terdengar suara ketukan. Namun Alex tidak menghiraukan dan tetap melanjutkan acara minumNya sendirian, sampai ketukan pun terdengar kembali secara berkali-kali, dan kali ini lebih bertenaga, membuat Alex merasa jengkel di buatnya.


Akhirnya dia pun meraih kaki palsu dan memakainya, setelah di kunci, dia pun berdiri dan berjalan menuju pintu utama.


Ceklek


Kreket


Alex memutar kunci dan membuka pintu, matanya di buat terkejut seketika tatkala melihat siapa yang saat ini berdiri di balik pintu di depan kediaman'nya.


''Adelia...'' sapa'nya dengan senyum lebar yang mengembang dari kedua sisi bibirnya merasa sangat bahagia.


''Apakah saya menggangu waktu istirahat anda, Alex. Ada sesuatu yang ingin saya bicarakan dengan anda,'' tanya Adel dengan wajah datar.


''Tentu saja tidak, aku sangat senang mendapatkan kejutan seperti ini, mari masuk Nona Adelia...'' Alex merentangkan tangannya mempersilahkan tamunya masuk ke dalam kediamannya.


Adelia pun melangkah dan berjalan masuk ke dalam Apartemen, matanya nampak menatap ke sekeliling Apartemen yang terlihat begitu luas dengan isi perabotan mewahnya yang terlihat tertata rapi dan juga bersih, namun terasa sepi dan hampa saat berada di dalamnya.

__ADS_1


''Apakah anda hanya tinggal sendiri di Apartemen besar ini?'' tanya Adelia masih dengan mata yang tampak melihat setiap sudut ruangan.


''Iya... sekarang begitu, tapi dulu tidak, aku dahulu tinggal bersama adikku satu-satunya, namun sekarang dia telah tiada, di bunuh dengan tidak berperikemanusiaan, oleh seseorang yang sangat aku benci sekarang,'' jawab Alex memandang tubuh Adelia, menatap dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan licik.


''Di bunuh?''


Adelia membulatkan bola matanya terkejut, dan berharap bahwa bukan suaminya yang melakukan hal tersebut, padahal pada kenyataannya, memang suaminya'lah yang telah membunuh Jimmy, adik Alex, karena rasa cemburu yang membutakan mata hatinya dahulu.


''Tidak usah terkejut seperti itu... O iya... silahkan duduk Nona Adelia...''


''Terima kasih,'' Adelia menyudahi pandangan lalu berjalan menuju kursi dan duduk di kursi besar nan megah di ruang utama.


''Ada apa gerangan seorang istri dari Leonardo, sang bos Mafia dan Direktur utama sebuah perusahaan besar dan salah satu orang terkaya di negeri ini? datang jauh-jauh kemari,'' tanya Alex, memandang dengan tatapan genit dan menggoda.


''Suamiku sudah bukan bos Mafia lagi, dan perusahaan besar yang baru saja kau sebutkan itu hampir bangkrut karena ulah'mu, dan tujuan utamaku datang kesini adalah karena hal itu, Tuan Alex yang terhormat,'' jawab Adelia menatap wajah Alex, melayangkan tatapan tajam nan sinis.


''Aku mengerti sekarang, apa mau'mu sekarang Nona Adelia yang cantik jelita? apa kau ingin aku mengembalikan saham milik suami'mu? atau mengembalikan uang investasi kepada perusahaan'nya, agar perusahaan besarnya itu tidak jadi bangkrut?'' Alex berdiri dan berjalan menghampiri.


Alex sedikit tersinggung mendengar ucapan Adelia, andai saja dia tidak memendam rasa kepadanya, mungkin saja saat ini dia sudah menyakitinya, meluapkan rasa kesalnya karena ucapan wanita itu sangat melukai harga dirinya.


''Aku minta kamu mengembalikan semua yang bukan menjadi hak'mu kepada suamiku, nasib perusahaan suamiku tergantung pada itu sekarang,'' Adel kembali berucap dengan tidak ada rasa takut sedikitpun dari sorot matanya.


Alex berjalan semakin mendekat, lalu dia berdiri tepat di hadapan Adelia, dia pun berjongkok dan menatap wajah cantik wanita yang sudah lebih dari satu tahun di sukai nya itu.


''Apa kamu tidak takut datang sendirian kemari? nyali'mu sungguh luar biasa Nona, tidak salah si Leonardo brengsek itu mencampakan wanita yang bernama Angelina dan memilihmu menjadi istrinya,'' Alex mendekatkan wajahnya ke arah Adelia, namun Adel segera memundurkan kepalanya.


''Jangan pernah panggil suami'ku dengan sebutan 'brengsek' dan jangan samakan aku dengan wanita yang bernama 'Angelia' karena kami sangat berbeda.''


Adel hendak berdiri, namun secepat mungkin Alex kembali menarik tangannya dengan sedikit kasar hingga Adel pun kembali duduk tepat di depan Alex, namun segera memalingkan muka.


''Tunggu, kamu mau kemana? bukankah kau belum mendapatkan apa yang kamu inginkan? mari kita membuat kesepakatan yang saling menguntungkan,'' Alex menawarkan.

__ADS_1


''Tidak, aku sama sekali tidak mempercayaimu, bagaimana kalau kita sudah sepakat lalu kamu mengingkari janji'mu?''


''Tidak mungkin, cantik. Aku bukan pria seperti itu, aku adalah pria yang bertanggung jawab dan memegang janjinya, percaya deh,'' jawab Alex, dua jarinya tampak mulai berjalan di bahu Adelia.


''Apa yang harus aku lakukan, agar kau mau mengembalikan saham suami'ku dan kembali menanamkan investasi di perusahaan dia?''


''Hmmm... mudah saja... kau cukup melayani'ku di atas ranjang, aku yakin kau pandai memuaskan laki-laki, mengingat kau juga seorang istri.''


Plak


Adel menampar pipi Alex dengan begitu keras.


''Kurang ajar kamu, brengsek... berani sekali kamu meminta hal seperti itu padaku? kamu pikir aku ini pelacur... Hah...'' Adel murka.


Alex memegangi pipinya, yang terasa terbakar, namun lagi-lagi meski dia merasa kesal, dirinya sama sekali tidak bisa membalas perbuatan wanita yang sangat di sukai'nya itu.


''Dengar, cantik... semua ini demi perusahaan suami'mu, kamu tahu, orang tuanya membangun perusahaan itu dengan susah payah, dan apabila perusahaan itu sampai bangkrut, kamu tahu apa yang akan terjadi dengan suami'mu yang sombong itu? dia akan terpuruk dan menyalahkan dirinya sendiri di seumur hidupnya.''


''Aku tahu, namun permintaan'mu itu sungguh tidak bermoral, meminta seorang wanita yang sudah bersuami untuk melayani dirimu dan memenuhi nafsu setan'mu di atas ranjang? Cuih... sedikit pun aku tidak Sudi.''


Adel kembali berdiri, namun tangannya pun kembali di tarik oleh Alex, bahkan kali ini, Alex mengunci lengan Adelia, menggunakan tangan kokoh'nya, hingga dia pun tidak dapat lagi berbuat apa-apa.


''Lepaskan aku,'' Adel mencoba berontak.


''Seharusnya kamu berfikir dua kali untuk datang kemari, kamu tahu semenjak pertama kali aku bertemu dengan'mu, aku sangat menyukaimu, setiap hari aku membayangkan tubuh indah'mu ini berada di sini, menemani malam-malam indah'ku.''


Alex berucap seraya mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah Adelia, dia bahkan menjulurkan lidahnya, lalu ******* pipi mulus Adelia dengan senyum yang terlihat bahagia.


______________---------______________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader. ❤️ ❤️

__ADS_1


__ADS_2