Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Salah Paham


__ADS_3

Adelia menatap dengan raut wajah yang terlihat kesal, dia sengaja jauh-jauh datang ke kantor dengan di antar Ryan untuk memberikan kejutan kepada suaminya.


Namun yang terjadi malah sebaliknya, dirinya yang mendapat kejutan, menyaksikan sendiri dengan kedua matanya, suami tercintanya sedang berpelukan mesra dengan seorang wanita.


Adel mundur satu langkah, masih dengan tatapan yang mengarah tajam ke arah Angelina, dengan pelupuk yang sudah penuh dengan air mata.


Leo yang menyadari kedatangan istrinya, segera bangkit untuk berdiri, menatap wajah sang istri dengan mata sembab. Dirinya sungguh terkejut mendapati sang istri datang secara tiba-tiba tanpa memberi kabar terlebih dahulu.


Adelia yang dalam keadaan kecewa dan di selimuti rasa cemburunya, segara membalikan tubuh lalu berlari keluar dari dalam ruangan, berbarengan dengan Leo yang hendak menghampiri dirinya.


''Adel...! tunggu, Del..." Teriak Leo berlari.


Sementara Angel yang hanya berdiri mematung tampak sedikit tersenyum, dia tidak menyangka bahwa Adelia bisa datang di waktu yang tepat.


Leo terus berlari mengejar sang istri yang seolah tidak menghiraukan teriakannya, punggung istrinya tersebut seolah semakin berlari menjauh darinya.


Adel pun berhenti di sebuah lift, namun karena dia tidak tahu cara menggunakannya, dia pun lebih memilih untuk menggunakan tangga untuk dirinya turun ke lantai dasar.


Dengan wajah yang berurai air mata, dirinya pun menapaki satu-persatu anak tangga, karena ruangan suaminya terletak di lantai tiga membuatnya kelelahan menuruni tangga.


Dia berhenti sejenak dan menoleh ke belakang, dan di lihatnya sang suami masih memanggil namanya dengan terus berlari mengejar.


''Adelia Fasha, tunggu aku, dengarkan dulu penjelasan ku,'' teriak Leo yang mendapati sang istri menoleh ke arah dirinya.


Adel masih tidak menghiraukan teriakan Leo, dan kembali berlari menuruni tangga.


'Dasar laki-laki buaya, sudah punya istri masih peluk-peluk'kan dengan mantan pacar, hiks hiks hiks'


Ucapnya pelan.


Setelah lelah menuruni anak tangga, akhirnya dia pun hampir tiba di dasar tangga, namun tidak di sangka, tiba-tiba kakinya terkilir dan jatuh ke bawahnya.


Bruk


Tubuh Adelia bergulir di tangga yang tinggal tersisa beberapa buah saja untuknya sampai ke bawah, dia pun meringkuk di atas lantai dengan meringis kesakitan.


Argh

__ADS_1


Leo segera menghampiri dengan berlari menuruni tangga dengan melangkahi lebih dari tiga anak tangga sekaligus.


''Adelia... istriku...! apakah kamu baik-baik saja?'' tanya Leo hendak meraih tubuh sang istri untuk membantunya berdiri.


''Lepaskan aku,'' Adel menepis kasar lengan semuanya.


''Nanti aku jelasin, sekarang kita ke rumah sakit dulu ya,'' kembali hendak meraih.


''Tidak usah, aku bisa sendiri, kamu teruskan saja reunianmu dengan mantan kekasihmu yang cantik itu,'' jawabnya ketus.


Adel berusaha berdiri, namun usahanya gagal dan kembali ambruk karena kaki kirinya terasa sakit.


Arghh


Dia pun kembali meringis kesakitan, dan tanpa basa-basi lagi, Leo segera meraih tubuh ramping sang istri dengan kedua lengannya lalu menggendongnya.


''Lepasakan aku,'' mencoba melepaskan diri.


''Sudah diam, nanti aku jelaskan semuanya, sekarang kita obati dulu lukamu ini,'' protes Leo, menatap ke depan.


Seluruh jiwanya terasa terbakar, dan rasa panas itu seolah telah menjalar ke seluruh tubuhnya, di tambah kakinya yang merasakan sakit akibat terkilir, membuat raganya benar-benar lemas dan kepalanya pun terasa berkunang-kunang.


Ryan segera membukakan pintu mobil, sesaat setelah bosnya itu sampai, dan Leo pun masuk ke dalamnya bersama Adelia, istrinya tercinta.


''Kita ke rumah sakit sekarang,'' pinta Leo duduk di belakang.


''Baik, bos.''


Mobil pun melaju dengan kencang memecah jalanan yang ramai dengan kendaraan, Adel menatap getir ke arah luar, menatap langit yang mulai kemerahan, senja pun perlahan datang, menutup sinar matahari yang mulai tenggelam.


Adelia tampak melayangkan pandangan kosong, menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil, menahan rasa sakit di hatinya juga di kaki kirinya.


''Nggak usah ke Rumah Sakit, kita langsung pulang saja,'' ucapnya tanpa menoleh.


''Tapi sayang...'' Leo tidak meneruskan ucapannya, dia menatap wajah sang istri yang terlihat muram.


''Baiklah...! Ryan, kita kembali ke rumah, nanti biar Dokternya saja yang aku panggil untuk datang ke rumah,'' pintanya, tidak ingin memaksa Adelia.

__ADS_1


''Baik, bos.''


Sang supir pun mengubah arah tujuan, yang semua akan ke Rumah Sakit kini berbalik arah menuju Rumah bosnya.


Sesampainya di rumah, Ryan segera turun dan membukakan pintu mobil, Leo pun segera keluar dan menggendong Adelia untuk masuk ke dalam rumah.


Leo langsung membawa sang istri ke dalam kamar, membaringkannya di atas ranjang, wajah Adel yang terlihat muram membuat hati Leo pun tak tenang, dia duduk di tepi ranjang dan meraih jemari istrinya tersebut.


Adel melepaskan genggaman sang suami, matanya menatap kosong ke arah ke arah jendela kamar.


''Adel... istriku tersayang, pujaan hatiku, kamu salah paham, tidak ada yang terjadi di antara aku dan Angel, aku berani bersumpah atas nama ibuku yang telah tiada,'' ucap Leo bersungguh-sungguh.


Adel menoleh, menatap tajam wajah suaminya, dengan pelupuk yang penuh dengan air mata.


''Kalian berpelukan, di ruangan yang tidak ada siapapun, matamu juga terlihat sembab tadi, seolah-olah kamu sedang menyesal karena telah meninggalkan dia dan lebih memilih aku, hiks hiks hiks...'' jawab Adel menangis.


''Kamu salah faham, buka seperti itu, aku sama sekali tidak...'' belum sempat dia meneruskan ucapannya, tiba-tiba pintu pun di ketuk dan Ryan pun masuk ke dalam kamar dengan seorang Dokter yang mengikuti di belakangnya.


Leo berdiri dan menghampiri Dokter tersebut, dia menceritakan kondisi kaki sang istri dan juga penyebabnya. Dokter pun segera memeriksa dengan seksama.


''Sepertinya Nyonya Adel hanya terkilir biasa, untung saja hanya terjatuh dari tempat yang rendah, saya akan resep'kan obat pereda nyeri,'' ucap sang Dokter.


''Dok, apakah ada obat untuk penahan rasa di sakit hati juga?'' tanya Adelia dengan polosnya.


''Maksunya...?'' tanya Dokter tidak mengerti.


''Oh, tidak Dokter, maksudnya pereda sakit badan, tadi kan istri saya terjatuh, mungkin badannya terasa pegal,'' jelas Leo dengan sedikit tergagap.


''Oh, itu? nanti akan saya resep'kan juga,'' jawab Dokter.


Setelah menulis resep dan memberikannya kepada Leo, Dokter pun pamit dan keluar dari dalam kamar, beliau di antar oleh Ryan yang sama-sama akan pergi keluar, untuk menebus resep obat ke Apotek.


Kini tinggal Adelia dan sang suami yang berada di sana, Leo pun kembali duduk di samping ranjang, menatap wajah sang istri yang masih terlihat muram.


''Antar aku pulang ke rumah ibu, hiks hiks hiks,'' ucap Adelia menangis seketika.


___________---------__________

__ADS_1


__ADS_2