Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Mengubur Masalah Ini Sampai Mati


__ADS_3

Adelia berjalan meninggalkan Alex yang berdiri mematung di depan toilet wanita, perasan Adel pun diliputi berbagai macam kekhawatiran, sungguh dia sangat menyesal mengapa dirinya harus di pertemukan kembali dengan Laki-laki yang sangat dia benci, itu.


Dengan wajah yang memerah dan mata yang sedikit berkaca-kaca dia pun berjalan di lorong yang dingin dengan sepi tersebut, sampai langkah'nya terhenti tatkala matanya tertuju kepada sosok yang saat ini berdiri tidak jauh dari tempatnya berjalan.


Jantung'nya terasa berdetak semakin kencang, saat sosok itu menatap wajahnya dengan raut wajah heran dan masih dengan tangan yang menutup rapat mulutnya, merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengar'nya.


''Angel...? sedang apa pengantin ada di sini?'' Adel menyapa, dan mencoba bersikap biasa saja.


''Adelia, apakah benar apa yang aku dengar barusan?'' tanya Angel membuka tangan yang menutup mulutnya memberanikan diri untuk bertanya.


''Apa maksud kamu, Angel?''


''Maaf, tapi aku mendengar semua'nya? sungguh aku tidak bermaksud menguping, semuanya terjadi begitu saja,'' jawabnya merasa menyesal.


Adel diam terpaku, tubuhnya terasa lemas, buliran air mata yang sedari tadi dia tahan pun mulai berjatuhan. Adel pun duduk di lantai, dan menutup wajah dengan kedua tangannya, merasa malu karena sesuatu yang sangat ingin dia sembunyikan di ketahui oleh orang lain.


Alhasil Adelia pun menangis sesenggukan, dengan tangan yang masih menutup seluruh permukaan wajah'nya.


''Apakah itu benar? bang Alex telah melakukan sesuatu yang buruk terhadap'mu, Del?''


Adelia mengangguk.


''Ya tuhan...! terus bayi yang berada di dalam kandungan'mu ini---?'' Angel tidak kuasa meneruskan ucapan'nya.


''Aku mohon padamu, Angel. Jangan pernah mengatakan hal ini kepada suami'ku, dia pasti akan sangat kecewa pada'ku, dan aku takut dia akan melakukan sesuatu yang buruk terhadap Alex, dan tentu saja itu tidak baik untuk masa depan'nya, dia bisa saja masuk penjara, lalu bagaimana nasib putra putri'ku, hiks hiks hiks ...'' Adelia menangis pilu.


''Ya... aku yakin Leo pasti akan langsung membunuhnya tanpa ragu, jika sampai dia mengetahui hal ini, karena dia tidak akan terima istri yang sangat di cintai'nya sampai di jamah oleh orang lain, apalagi orang itu adalah musuhnya sendiri, sungguh aku tidak bisa membayangkan bagaimana murka'nya hati Leo kalau sampai dia tahu...'' Angel menatap Adelia dengan tatapan penuh rasa iba.


''Aku harus bagaimana, Angel? apa yang terjadi jika sampai terbukti bahwa anak ini adalah darah daging bajingan yang bernama Alex itu? hiks hiks hiks...''

__ADS_1


''Kamu tidak usah khawatir akan hal itu, aku yakin ko, kalau bayi yang sedang kamu kandung ini adalah anak Leo, bukan Alex, ingat... Leo itu suami'mu, tentu saja anak ini adalah anak dia, meski kamu pernah berhubungan dengan pria lain, tidak serta Merta membuat'mu mengandung anak dia, apalagi kamu hanya melakukannya sekali,'' Angel menenangkan.


''Benarkah...?'' Adelia mulai merasa tenang.


Angel mengangguk penuh keyakinan.


''Tapi memang untuk lebih memastikan'nya lagi, kita harus melakukan tes DNA apabila bayi ini sudah lahir kelak, agar hatimu tidak diselimuti rasa kekhawatiran lagi, ya.''


Adelia mengangguk pelan.


''Tunggu...! Apa ini ada hubungannya dengan Alex yang tiba-tiba saja mengembalikan saham yang di curi'nya dan menanamkan investasi'nya kembali di perusahaan bos Leo?'' tanya Angel menebak.


Adelia pun menganggukan kepalanya.


''Sungguh Laki-laki tidak bermoral...''


''Angel, please... aku minta padamu untuk menjaga rahasia ini dengan rapat, aku yang akan memberitahukan ini kepada suami'ku, suatu saat nanti, saat aku sudah siap,'' Adel memohon.


'Terima kasih, Angel... sungguh aku sangat berterima kasih padamu, hiks hiks hiks ...!"


Angel memeluk tubuh Adelia untuk memberikan ketenangan, serta dukungan, dan akhirnya sesuatu yang selama ini dia pendam dan menimbulkan kekhawatiran yang mendalam, kini dia keluarkan, dan entah mengapa, perasaan'nya merasa sedikit lega.


Beban yang selama ini dia tanggung sendiri terasa terbagi, dan kesedihan yang dia rasakan dalam hatinya bagai tersalurkan, dan kebekuan dalam jiwanya pun bagaikan mencair seiring dengan air mata yang mengalir dengan derasnya di dalam pelukan Angel.


"Sudah, jangan terlalu lama menangis, kasian bayi yang berada di dalam kandungan'mu Adel, aku mengerti semua kesedihan yang kamu rasakan, dan aku berjanji akan membawa masalah ini sampai aku mati. Meskipun aku mantan kekasih dari suami'mu namun aku juga tidak ingin melihat Leo, suami'mu. Jatuh begitu saja akibat perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab seperti Alex,'' Angel berusaha menenangkan.


Dan perlahan m, perasaan Adel pun berangsur tenang, dia melepaskan pelukan pengantin wanita yang seharusnya sedang berada di pelaminan tersebut.


"Sebaiknya kamu kembali ke depan, para tamu undangan pasti mencari'mu sekarang," Adel mengusap air mata, lalu berdiri beriringan dengan Angel.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan kembali sekarang, tapi bagaimana denganmu? suamimu pasti akan merasa heran apabila melihat wajahmu seperti ini, matamu bengkak, wajahmu juga pucat, sangat terlihat jelas bahwa kau baru saja menangis."


"Bisakah kau bilang pada suamiku, bahwa aku pulang duluan? aku juga tidak ingin dia melihat dia melihat wajahku dalam keadaan seperti ini, dia pasti akan merasa sangat cemas," pinta Adelia meratap dengan tatapan pilu.


"Baiklah aku akan melakukannya, aku akan mengatakan kepada Leonardo bahwa kamu mendadak tidak enak badan dan harus pulang duluan, meski rasakan tidak enak karena kamu tidak bisa menikmati pesta sampai akhir," jawab Angel merasa menyesal sebenarnya.


"Terima kasih, Angel. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa sebenarnya kamu adalah wanita yang baik hati.''


"Sama-sama, Adelia."


"Kalau begitu, permisi sekarang."


"Apa tidak apa-apa kamu berjalan sendirian? perlu aku antar?"


"Tidak usah, cepatlah kembali ke depan, suami mu pasti menunggu kamu, Angel."


Adelia pun berjalan menjauh sendirian, dan Angel pun menatap punggung Adelia dengan perasaan menyesal. Menyesal bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah karena ulah dirinya di masa lalu.


'Maafkan aku Adelia, sebenarnya akulah yang pantas menerima semua penderita itu, bukan kamu, karena aku, kamu harus melewati semua masa sulit ini,' (batin Angel)


Setelah menatap kepergian Adelia, Angel pun berbalik dan hendak kembali ke pelaminan, namun baru saja dia akan melangkah, kakinya tiba-tiba saja berhenti dan pandangan'nya tertuju pada seorang pria yang berdiri tidak jauh dari tempat'nya berjalan.


Ya...! rupanya Alex berdiri di sana, menunggu kedatangan dirinya, menatap dengan tatapan tajam, dan wajah yang terlihat penuh dengan dendam.


Deg...


Jantung Angel pun berdetak kencang, pandangannya lurus ke depan menatap wajah Alex dengan perasaan bergetar, namun sebisa mungkin dia tetap bersikap tenang.


___________----------_________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak nya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2