Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Malam Pertama Axel dan Amora


__ADS_3

Acara pernikahan mewah pun selesai diadakan. Seluruh tamu yang datang pun perlahan sudah pergi meninggalkan hotel, menyisakan keluarga inti yang masih berkumpul dan bercanda di antara meja yang sudah mulai kosong.


Si kembar Lala, Lili, Lulu yang saat ini sudah berumur tiga tahun pun nampak sedang berlarian ke sana kemari membuat Axela dan Gabriel merasa kerepotan dalam menjaga tiga putri kembarnya itu.


Lala bahkan naik ke atas panggung pelaminan dan duduk tepat di tengah-tengah pengantin, membuat Al segera berlari dan memintanya untuk turun.


''Lala ... sayang turun yu, kasian Om Axel sama Tante Amora pasti kecapean ingin segera beristirahat,'' bujuk Al.


''Mommy ... Malam ini ala ingin tidur bareng Om Ey sama ante ...'' lirih suara Lala begitu lucu di dengar.


''Biarin aja El, gak apa-apa ko. Kalau Lala mau tidur sama kita, boleh-boleh aja ko,'' jawab Amora tersenyum.


''Hus, mana boleh kayak gitu, nanti Lala ganggu malam pertama kalian lagi,'' jawab Al yang juga tersenyum.


''Nggak, ala au obo sama Om Ey ...'' jawab Lala begitu menggemaskan.


''Lala, sayang. Malam ini kamu tidur sama Mommy sama Ayah dulu ya, Om Ey mau buka segel dulu,'' ucap El sontak langsung mendapatkan cubitan kecil di pinggangnya oleh Amora.


''Argh ... sakit, sayang.'' Ringis El tertawa renyah.


''Apaan si,'' Wajah Amora memerah seketika.


''Kenapa? emang benar 'kan?''


''Hus ... udah-udah jangan di bahas lagi, malu tau,'' ucap Amora dengan wajah yang semakin memerah.


''Lala ... sayang. Mau beli es krim nggak sama Mommy?''


Lala menggelengkan kepalanya.


''Gimana kalau kita main ke Timezone, ajak adik-adik kamu juga.''


Lala masih bersikukuh membuat Axela merasa pusing dibuatnya.


''Hmm ... gimana kalau kita pulang ke rumah,'' Al masih mencoba membujuk, namun putrinya itu masih tetap saja tidak mau beranjak, dia bahkan duduk di pangkuan Axel.

__ADS_1


Leo yang menyaksikan hal itu dari kejauhan segera naik ke atas panggung pelaminan, dan menghampiri cucu kesayangannya itu.


''Lala, sayang. Cucu eyang, kita jalan-jalan yu, naik mobil bagus, nanti eyang beliin es krim,'' bujuk Leo dan akhirnya Lala pun menganggukan kepalanya lalu turun dari atas pangkuan Axel.


Leo segera menggendong cucunya itu lalu turun dari atas pelaminan.


''Axel, Amora sebaikanya kalian beristirahat di kamar, lagian sudah gak ada tamu juga, kasian Amora keliatannya sudah sangat kelelahan,'' pinta Leo sebelum dia turun dari atas panggung.


''Oke, Pap. Aku juga lelah banget,'' jawab El yang sebenarnya sudah tidak sabar ingin segera belah duren.


🍀🍀


Di dalam kamar hotel yang memang sengaja di pesan khusus untuk sepasang pengantin baru, Amora nampak berbaring dengan perasaan gemetar dan pastinya merasa gugup.


Sedangkan Axel masih berada di kamar mandi belum selesai membersihkan diri, sampai akhirnya 10 menit kemudian El pun keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya memakai kimono handuk yang tidak diikat, sehingga dada bidangnya kini terekspos sempurna.


Amora yang memang gugup dan berkeringat dingin, segera menutup seluruh tubuhnya dengan selimut tebal hingga hanya menyisakan ujung kepalanya saja, membuat Axel tersenyum seketika merasa lucu.


''Sayang ... Istriku ... Apa kamu sudah tidur?'' tanya El berjalan mendekati ranjang.


Yang di tanya hanya diam dengan tubuh gemetar.


Amora seketika terkejut saat tubuh moleknya yang kini berbalut Lingerie berwarna merah menyala terekspos sempurna begitu indah dengan bagian dalam samar-samar terlihat begitu menggiurkan di mata Axel.


''Apa kamu gugup?'' tanya El naik ke atas ranjang.


Amora tidak menjawab, dia semakin meringkuk karena tubuhnya mendadak panas dingin.


''Sayang ... Amora ...'' Axel berbisik di telinga istrinya.


''Aku gugup, El. Aku juga takut.'' Jawab Amora akhirnya merubah posisi tidurnya menjadi terlentang.


''Kenapa?''


''Ini pertama kalinya aku melakukan ini.''

__ADS_1


''Sama, sayang. Ini juga pertama kalinya untuk aku, kita pelan-pelan aja ya?''


Amora menganggukkan kepalanya.


''Kita pemanasan dulu, biar kamu gak merasa gugup lagi,'' El berbisik di telinga Amora membuat Amora seketika merasa merinding.


Perlahan, Axel mulai turun menyisir leher jenjang istrinya, lembut dan penuh perasaan membuat Amora seketika merasakan bergetar di sekujur tubuhnya.


Malam ini benar-benar akan menjadi malam yang panjang untuk sepasang manusia yang baru saja sah menjadi suami-istri itu, malam yang telah lama mereka nantikan, malam yang selama ini mereka tunggu-tunggu, yaitu malam pertama.


''Pelan-pelan, sayang.'' Lirih Amora memejamkan mata.


''Kenapa sayang? sakit ...?'' tanya El melepaskan tautan bibirnya.


''Nggak, sayang. Teruskan ...'' jawab Amora tersenyum, mengigit bibir bawahnya keras.


''Oh ... begitu? aku pikir sakit ...''


Axel meneruskan kegiatan yang terasa memabukkan itu, kegiatan yang akan menjadi rutinitasnya kini setiap malamnya sebagai pasangan yang sudah halal.


Sungguh sepasang pengantin baru itu benar-benar merasakan kebahagiaan yang teramat dalam, kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Hubungan yang telah terjalin selama tiga tahun lamanya akhirnya sudah terikat kuat oleh tali pernikahan dan tidak akan pernah bisa terlepaskan.


Dengan perasaan gugup, Amora pun mulai pasrah dan membiarkan begitu saja, saat suaminya mulai membuka ritual malam pertama dengan sentuhan kecil yang membuat otot Amora yang semula terasa menegang kini mulai rileks dan terbiasa dengan apa yang dilakukan suaminya itu.


''Jangan gugup lagi, sayang. Mulai sekarang kamu harus mulai membiasakan diri melayani aku seperti ini,'' bisik Axel pelan.


Amora mengangguk seraya tersenyum menyambut bibir suaminya yang saat ini mulai menyentuh lembut bibir kenyal miliknya.


Mereka berdua larut dalam ciu*an lembut, saling memuntahkan ha*rat yang sudah selama ini mereka tahan sekuat tenaga, dan memendamnya dalam jiwa masing-masing.


Sebelum mereka resmi menikah, tentu saja ha*rat itu sempat menghampiri keduanya, namun sebisa mungkin mereka mencoba menahannya dan memilih untuk melakukan hal itu setelah mereka menikah, dan saat ini, di saat keduanya telah resmi menjadi suami-istri, has*at di dalam jiwanya benar-benar dimuntahkan dan tidak mereka pendam lagi.


''Kamu siap, sayang ...'' tanya Axel saat dirinya mulai bermain lebih dalam lagi memburu puncak pelepasan.

__ADS_1


Amora mengangguk dengan wajah tegang, dirinya benar-benar semakin gugup dan gemetar sebenarnya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2