
Tuk
Tuk
Tuk
Alex berjalan dengan tergesa-gesa di lorong Rumah sakit, matanya menatap lurus ke depan dimana ruang ICU berada, hatinya dilanda gelisah dan beribu tanda tanya, tentang bagaimana kondisi Adelia, wanita yang di cintai'nya.
Dia pun mulai melonggarkan langkahnya, tatkala ruangan yang dia tuju tepat berada di hadapannya, menatap dari kaca jendela, dimana Adelia berbaring di dalamnya.
Hatinya seketika terhenyak, saat melihat tubuh wanita yang pernah di jamah'nya berbaring tidak berdaya, seolah tidak bernyawa, dengan banyak'nya alat bantu yang dipasangi di Tubuhnya.
'Ada apa dengan'mu wanita sombong dan so kuat? mengapa sekarang kau terlihat begitu lemah? dimana tatapan kebencian dan pancaran kekuatan yang biasa kau tunjukan? hah...'
Alex menatap penuh rasa pilu, telapak tangannya di tempelkan di dinding kaca yang menjadi pembatas antara tempat'nya berdiri dengan ruangan ICU, rasa sakit tiba-tiba saja terasa di ulu hatinya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, dia pun melihat Leo masuk ke ruangan tersebut, duduk di tepi ranjang dengan mengenakan pakaian steril.
Andai saja dirinya yang berada di sana, menemani Adelia dan mengusap lembut jemari'nya, mungkin kegundahan dan rasa sakit di hatinya tidak akan terlalu menyiksa.
Namun apalah daya, dirinya bukanlah siapa-siapa bagi wanita tersebut, dia hanyalah lelaki kejam yang mencintai wanita yang telah bersuami, dan memaksanya untuk melayani nafsu birahinya, dan kini dia pun menyesali perbuatannya tersebut, perbuatan yang membuat wanita yang kini terbaring lemah itu sangat membencinya, bahkan sempat berbicara ingin membunuh dirinya.
Saat dirinya sedang larut dalam pandangannya, menatap sepasang suami-istri dengan tatapan penuh rasa iri, tiba-tiba Alex pun teringat pada bayi yang baru saja dilahirkan oleh Adelia.
Merasa terkejut Alex pun segera meninggalkan ruang ICU dan menuju ruangan khusus menyimpan bayi yang baru lahir, di ikuti oleh Revan yang berjalan tepat dibelakang dirinya, Alex pun berjalan menuju ruangan tersebut.
Sesampainya di sana, dia langsung masuk ke dalam ruangan setelah sebelumnya mengelabui perawat yang bertugas, dan mengatakan bahwa dia adalah keluarga dari salah satu bayi yang berada di sana.
Alex membuka pintu, masuk ke dalamnya, berjalan dan menatap satu-persatu bayi seraya membaca papan nama yang bertuliskan nama ibu bayi yang terletak di depan box bayi tersebut.
Dia pun berjalan dan mencari bayi dengan nama ibu Adelia, lalu akhirnya dia pun menemukan bayi tersebut.
__ADS_1
Alex berdiri tepat di depan box bayi Adelia, menatap dengan seksama bayi tampan yang kini sedang tertidur dengan lelapnya, wajah Alex pun tersenyum, entah mengapa, ada rasa bahagia yang tiba-tiba terselip saat menatap bayi tersebut.
''Halo... sayang...!'' Alex berbicara sendiri, menundukkan kepala' nya, menatap wajah bayi tersebut dengan lebih dekat.
Sang bayi pun menggeliat, tangan'nya tampak di rentangkan dengan mata yang masih terpejam, membuat Alex merasa gemas melihatnya.
'Aku sungguh berharap bahwa, engkau adalah anakku, wahai bayi tampan...'
Alex bergumam pelan, meraba pipi mungil, mulus dan putih sang bayi dengan jarinya.
'Tunggu saja nak, aku akan segera melakukan tes DNA untuk memastikan bahwa kau benar-benar adalah anakku, darah daging'ku...'
Alex kembali bergumam, lalu dirinya mengambil gunting berukuran kecil dan memotong sedikit rambut bayi tersebut, kemudian dia pun menyimpannya di dalam kantong kecil yang sudah dia siapkan sebelumnya.
Tanpa dia sadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan gerak-gerik dirinya dari balik pintu yang memang dalam keadaan sedikit terbuka.
__ADS_1
___________-----------_____________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️