
Leonardo, perlahan dia mulai membuka mata, mengedipkan kelopak matanya secara berkali-kali, menyesuaikan cahaya yang masuk melalui pelupuknya, dia pun sedikit mengerutkan keningnya saat mata bulatnya mulai terbuka sempurna, menatap ke sekeliling kamar.
Dia pun menatap satu-satunya orang yang berada di sekelilingnya, yang terlihat sedang menatap dirinya dengan tersenyum, merasa lega.
Senyum Leo bahkan terlihat mengembang, saat matanya tertuju pada sahabatnya yang juga berada di sana, dia bahkan menyempatkan diri menyebut nama Alex.
''Alex ...'' lirih Leo.
''Sayang, aku ada di sini? kenapa orang yang pertama kali kamu sebut adalah Alex, bukannya aku, istrimu ...?'' Adelia sedikit kecewa.
Leo pun mengalihkan pandangannya kepada sang istri, dia kembali tersenyum lalu menyebut namanya.
''Adelia, istriku ...!'' Leo menatap wajah sang istri yang kini terlihat kesal.
''Apa posisiku sudah tergantikan oleh dia? hingga saat kamu bangun pun orang yang pertama kali kamu sebut adalah dia, bukan aku ...?''
''Nggak sayang, kamu selalu yang pertama di hati aku,'' jawab Leo tersenyum geli melihat wajah sang istri.
''Mom ...! papi jangan di marahi dulu, dia baru juga bangun ..." Axela.
"Istri'mu sungguh lucu, Leo. Seperti'nya dia mengira bahwa cintamu telah terbagi dua dengan aku, ha ... ha... ha... !'' Alex pun tertawa.
Semua yang ada di sana pun ikut tertawa, kecuali Adelia, dia menunduk merasa malu, karena tingkahnya sendiri yang seperti anak kecil.
__ADS_1
''Axel mana?'' tanya Leo belum menyadari bahwa Axel berbaring di sebelah ranjang dirinya.
''Aku di sini, pap ...?''
''Axel ...? kamu kenapa? apa kamu juga terluka ...?'' Leo hendak bangun namun sekujur tubuhnya masih terasa lemas.
''El tidak apa-apa, Pap. Tadi dia mendonorkan separuh darahnya untuk papi, jadi dia juga harus mendapatkan perawatan,'' jelas Lucky.
''Ya ampun, nak. Maafkan papi, karena papi sudah merepotkan kamu.''
''Tidak sama sekali ko, Pap. Aku senang karena telah mendonorkan darahku untuk papi, untuk pertama kalinya, aku merasa bangga pada diriku sendiri, karena telah menyelamatkan nyawa papi,'' El sedikit berkaca-kaca.
''Terima kasih, El. Papi janji, setelah papi sembuh, papi akan memberikan kamu hadiah, apapun yang kamu mau, akan papi berikan, oke ...?''
''Sayang ...? apakah kamu baik-baik saja? pencuri itu tidak melukai kamu, kan?'' Leo mengalihkan pandangan kepada sang istri yang terlihat masih memasang wajah masam.
''Aku baik-baik saja, sudah jangan terlalu banyak bicara, sekarang kamu istirahat saja.''
''Apa kamu masih marah, karena aku tidak menyebut namamu saat aku terbangun tadi?''
''Tidak ...! Siapa bilang aku masih marah,'' jawab Adelia datar.
''Apakah tanganku masih ada? kenapa aku sama sekali tidak merasakan apa-apa?'' Leo terlihat panik.
__ADS_1
''Tanganmu masih utuh, Leo. Dua-duanya masih menempel di tempatnya, jangan khawatir,'' ujar Alex sedikit tersenyum.
''Syukurlah, aku pikir tanganku telah di amputasi seperti kaki'mu, Lex ...''
''Ha... ha... ha...! kamu masih beruntung, Leo ...! tidak seperti aku yang harus kehilangan satu kakiku ini."
"Iya, aku minta maaf, karena telah menyebabkan'mu seperti ini, aku sungguh menyesal.''
Semua yang berada di sana pun, terkejut mendengar ucapan Leonardo, mata mereka nampak menatap wajah Leo dan juga Alex secara bergantian. Tidak terkecuali dengan Adelia, karena dia sama sekali tidak tahu tentang hal itu.
"Kenapa kalian menatap aku seperti itu?" Leo sedikit salah tingkah.
"Sudah-sudah tidak usah di bahas, itu hanya sepenggal kisah di masa lalu kita, aku sudah melupakannya dan menguburnya dalam-dalam, jadi jangan ada yang membahasnya lagi, oke ...?" Alex mencoba mencairkan suasana.
"Aku lapar sekali, sayang ... bisa tolong ambilkan aku makanan, aku sangat ingin memakan gorengan buatan'mu sekarang," lirih Leo.
"Papi ...? Apa-apaan si, lagi sakit pengennya makan gorengan, ngaco ...? lagi sakit itu makannya bubur, tau ...?'' Celetuk Axela.
Semua yang ada di sana pun kembali tertawa, merasa senang karena sepertinya Leonardo sudah mulai baikan sekarang, mengingat bahwa dia ingin memakan gorengan buatan istrinya, seolah memberi tanda bahwa pria yang bernama Leonardo itu sudah baik-baik saja.
___________-------------___________
promosi
__ADS_1