Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Tidak Bisa Tidur Nyenyak.


__ADS_3

Betapa hati Alex di penuhi rasa iri dan kecemburuan yang sangat mendalam, melihat rivalnya bermesraan dengan istrinya, yang merupakan satu-satunya wanita yang dapat membuat hatinya bergetar.


Dia pun mengepalkan kedua tangannya, menahan rasa geram dengan rahang yang mengeras serta mata yang memerah menahan rasa kesal.


Rupanya tidak mudah untuk memisahkan sepasang suami istri tersebut, membuat dirinya memutar otak mencari cara yang mutakhir agar Adelia dapat menjadi miliknya.


Alex pun membalikan badan dan mulai berjalan meninggalkan Restoran, dengan hati yang memendam rasa sakit, dan kecemburuan.


Sementara itu, Adelia tampak mengusap ujung bibir suaminya yang terlihat sedikit belepotan dengan saus pasta yang sedang di makannya, sungguh sepasangan suami-istri tersebut memancarkan kebahagiaan yang tiada Tara.


''Sepertinya setelah makan siang aku harus segera kembali ke kantor,'' ucap Leo di sela-sela makannya.


''Kamu pasti sedang sibuk, mengapa masih menyempatkan datang kemari?''


''He... he... he...! Itu karena aku merasa ketakutan,"


"Takut apa? takut aku berselingkuh? begitu?" Adelia membulatkan bola matanya.


"Tidak bukan begitu, tapi...?"


"Tapi apa?"


"Sudah jangan di bahas lagi, cepat habiskan makannya, lalu aku akan mengantarmu pulang."


"Sepertinya aku ingin belajar nyetir mobil deh, biar saat ingin pergi keluar tidak menyusahkan Ryan terus, dia kan harus membantumu di kantor."


"Ide bagus, nanti deh hari Minggu saja, aku yang akan mengajarimu sendiri," jawab Leo menatap wajah istrinya.


"Baiklah..."


Selesai makan, mereka pun langsung beranjak dan pergi keluar dari dalam Restoran, berjalan beriringan dengan tangan yang saling bergandengan, tangan Leo menggenggam jemari Istrinya, sedangkan tangan satunya lagi membawa kantong belanjaan. Di ikuti oleh kedua baby sister'nya dari belakang.


Leo tiba-tiba menghentikan langkahnya, berdiri dan menatap wajah istrinya.


''Ingat, mulai sekarang kalau kamu mau belanja ke mall harus di temani sama aku, gak boleh pergi sendirian, paham...?'' ucap Leonardo penuh penekanan.


''Iya... iya... jadi suami kok posesif banget sih,'' Adel kembali melangkah dan menarik lengan suaminya.


''Bukan posesif, tapi itu sebagai bentuk perhatian dari seorang suami yang sangat mencintai istrinya.''


''Iya... itu nanya posesif...! tau...?''


''Ya sudah, terserah kamu, mau menanggapinya apa, yang jelas aku sayang banget sama kamu, Adelia Pasha...'' Leo melingkarkan lengannya di leher sang istri, seraya tersenyum terlihat menggoda.


***


"Sayang, bangun... si kembar nangis tuh," Leo menggoyangkan tubuh istrinya, dengan mata yang masih terpejam.


"Iya... iya...!" Adel pun bangkit dan berdiri menghampiri box bayi.

__ADS_1


"Cup... cup... sayang, ini Mommy..." Adelia menggendong baby Al dan membaringkannya tepat di samping dirinya, memberikan ASI.


Sementara itu, tidak lama kemudian Baby El pun kembali menangis, membuat Leonardo mau tidak mau harus ikut bangun dan menggendong baby El serta membuatkan susu formula untuk putra'nya tersebut.


Meskipun mereka memiliki dua baby sister, namun tidak serta merta membuat tidur mereka nyenyak, si kembar akan tetap tidur bersama mereka agar kedua bayi'nya tersebut tidak kehilangan kasih sayang dari kedua orangtuanya.


Dan seperti inilah yang mereka alami tiap malamnya, selalu bergantian menjaga si kembar, meskipun lelah, namun keduanya menjalani semua itu dengan ikhlas dan tanpa keluhan. Adel tidur di samping baby Al serta di beri ASI, sedangkan Leo tidur masih dalam keadaan duduk dengan baby El masih berada di dalam gendongannya, seraya meminum susu formula.


Satu Tahun Kemudian


Masih dengan posisi yang sama.


Eak


Eak


Eak


Baby Al terbangun di dalam gendongannya sang ayah, tangan'nya memukul-mukul wajah ayahnya pelan.


''Papap... papap... papap....!'' celoteh si kecil Al.


''Iya... iya... sayang, Papi masih ngantuk banget nih,'' jawab Leo masih dalam keadaan terpejam, seraya membuka mulutnya lebar-lebar, menguap.


''Papap... papap... Eak... Eak...'' masih memukul wajah sang ayah.


''Papap... papap... papap... Eak...!''


''Iya... iya... kamu mau ***** ya?''


Baby Al mengangguk.


''Sebentar Papi bikinkan dulu,'' Leo bangkit lalu berjalan, dia pun membuatkan susu formula untuk putri kesayangan'nya.


Tidak lama kemudian, baby El pun terbangun, dia menangis kencang dan membangunkan ibunya. Adel yang merasa kelelahan tidak bergeming sedikitpun, dia tetap tertidur lelap hingga baby El pun turun sendiri dari atas ranjang.


''Papap... papap...'' baby El merangkak ke arah ayahnya yang sedang berdiri menggendong adiknya.


''Axel...? kamu bangun juga?'' Leo menepuk jidatnya sendiri.


''Papap papap...'' celoteh baby El menarik celana ayahnya.


''Kenapa? mau di gendong juga?''


Axel mengangguk.


Leo pun meraih Baby El, dan menggendong si kembar dengan kedua tangan'nya, baby Al di tangan kiri sedangkan baby El di tangan kanannya. Baby El yang melihat adik'nya sedang meminum susu formula, segera menarik botol susu dengan polosnya, membuat baby Al menangis seketika.


''Axel...! mau cucu juga?''

__ADS_1


Baby El mengangguk.


''Ya sudah botol yang ini nya berikan lagi sama adik kamu,'' Leo mengambil botol yang berada di dalam genggaman Baby El, dan memberikannya kepada Baby Al.


Eak


Eak


Eak


Baby El pun menangis seketika.


''Sayang, Adelia, bangun...!''


Leo mencoba membangunkan istri'nya, namun Adelia tetap tidak bergeming.


''Kalian turun dulu ya, papi buatkan susu dulu,'' Leo mendudukkan si kembar secara berdampingan.


Axel yang merasa kehausan kembali merebut botol susu milik adiknya hingga Adik'nya tersebut menangis sesenggukan.


''Axel... berikan? itu punya Adikmu, nih punya kamu sudah papi bikinkan,'' Leo memberiakan susu formula milik Baby El dan memberikan kembali botol susu milik adiknya.


Sekarang keduanya meminum susu dari botol susu masing-masing.


Leo menatap jam dinding, yang masih menunjukan pukul dua dini hari, dia pun kembali menguap dan meringkuk di bawah tepat di samping di kembar.


Tak bisa menahan kantuk Leo pun tertidur di bawah yang di susul oleh di kembar kemudian.


***


Pagi hari, Adelia mulai membuka mata, tangannya meraba ke arah samping mencari bayinya, namun matanya di buat terkejut seketika, saat mendapati sang bayi sudah tidak berada di sisinya.


Dia pun panik, lalu bangkit seraya berteriak memanggil nama putrinya, mengira bahwa putrinya tersebut telah hilang.


''Axela... kamu dimana sayang?'' teriak Adelia menatap ke sekeliling kamar.


Pandangannya di buat terkejut kembali, tatkala melihat kedua bayinya tidur dengan sang suami di bawah, hanya dengan beralaskan karpet tebal.


''Ya ampun di situ kamu rupanya?'' ucap Adel pelan, lalu berjalan menghampiri.


Bibirnya tersenyum, merasa terharu karena sang suami tidak membangun'kan dirinya sama sekali tadi malam, dia lebih memilih menjaga si kembar sendirian dari pada harus menggangu istrinya yang sedang dalam keadaan tidur pulas.


______________--------________________


Rekomendasi novel hari ini.



*****

__ADS_1


__ADS_2