
Dokter membuka amplop putih berisikan hasil tes DNA, sedangkan Alex dan Leo menunggu seraya berdiri dengan perasaan tidak sabar.
Alex, hatinya sungguh berdebar, dengan tangan dingin serta keringat yang membasahi pelipis wajahnya, baru kali ini dia di hadapkan pada sesuatu yang benar-benar membuat perasaannya tidak karuan.
Leo, dia menatap amplop tersebut dengan tatapan kosong, berdoa penuh harap bahwa hasil tes DNA tersebut menunjukan bahwa bayi itu adalah anak'nya, karena Adelia istrinya dan dia suaminya, tentu saja anak itu haruslah anaknya.
Dia berfikir, entah apa yang akan terjadi jika sampai anak itu bukanlah darah dagingnya, mungkin dunia ini akan serasa runtuh menimpa jiwanya.
Keduanya menatap wajah sang Dokter yang saat ini sedang bergumam membaca hasil tes DNA sebelum di beritahukan kepada keduanya.
Deg
Deg
Deg
Alex dan Leo semakin tidak sabar dengan jantung yang berdetak kencang.
''Dari hasil yang saya baca, Bayi yang baru saja di lahir'kan oleh Nyonya Adelia, 99,9% tidak ada kecocokan sama sekali dengan tuan Alex, itu tandanya bayi ini bukan anak biologis dari pria yang bernama Alex,'' ucap sang Dokter menjelaskan.
Leo, dia mengucap syukur seketika itu juga, dia pun mengusap wajahnya secara kasar dengan kedua tangannya, matanya seketika penuh dengan buliran air mata, dan berjatuhan dengan begitu derasnya, sungguh dia merasakan rasa lega, beban yang selama ini menghimpit jiwanya dan membuat nafasnya terasa sesak seolah melonggar dan nafasnya pun berangsur ringan.
Sedangkan Alex, dia mengepalkan kedua tangannya, hatinya serasa runtuh, seiring dengan pupusnya harapan dirinya untuk memiliki keturunan, matanya pun terlihat sedikit berkaca-kaca merasakan rasa kecewa, untuk kedua kalinya dia merasakan rasa sakit yang tidak terkira.
Alex pun berbalik dan melangkah keluar dari dalam ruangan tanpa mengatakan sepatah katapun, langkahnya terlihat gontai dengan perasaan yang tidak karuan.
__ADS_1
Leo pun menatap kepergian musuhnya dengan perasaan senang, akhirnya dia dapat membuktikan bahwa anak itu adalah darah dagingnya, buah hati ketiganya, dan tentunya akan menjadi pelengkap kebahagiaan bagi rumah tangga yang sedang dia jalani bersama istri tercintanya.
''Terima kasih, Dokter. Saya permisi.''
Leo hendak pergi.
''Tunggu, Tuan Leonardo, ambil ini sebagai bukti bahwa bayi itu adalah darah daging anda, sebagai bukti apabila suatu saat nanti, ada yang meragukan anak anda kembali,'' Dokter menyerahkan kertas hasil tes tersebut.
''Iya, terima kasih, Dokter.''
Leo pun menerima kertas tersebut kemudian berbalik dan benar-benar keluar dari dalam ruangan.
***
Ryan dan Angel menatap wajah Alex yang penuh dengan rasa kecewa, keduanya tersenyum dengan saling melirik satu sama lain, merasa puas Angel dan Ryan pun sudah dapat menebak hasil tes DNA yang baru saja dibacakan oleh Dokter di dalam sana.
''Bos...! bagaimana hasilnya?'' tanya Ryan berpura-pura tidak mengetahui.
''Syukurlah, hasilnya, bayi itu adalah anakku, memang sudah seharusnya seperti itu, kan? aku suaminya, sudah pasti dia anakku,'' jawab Leo dengan senyuman.
''Dari awal aku sudah mengiranya, mana mungkin Nyonya Adelia tiba-tiba mengandung anak si brengsek itu, hanya karena dia melakukannya dengan---'' Ryan tidak meneruskan ucapan'nya, merasa takut jika Bosnya tersebut akan tersinggung.
''Dimana dia sekarang?'' tanya Leo melihat ke sekitar, mencari keberadaan Alex.
''Tadi aku melihat dia berjalan ke arah sana, wajahnya terlihat sangat kecewa, aku sungguh puas melihat wajah songong seorang Alex, berubah menjadi muram dan penuh dengan rasa kecewa.''
__ADS_1
Tanpa basa-basi lagi, Leo segera berjalan ke arah yang di tunjukan oleh Ryan, mencari Alex dan ingin mengatakan sesuatu kepada'nya.
''Alex...!''
Leo segera memanggil saat melihat punggung Alex.
Tak menghiraukan, Alex terus meneruskan langkanya, tanpa menoleh apalagi menjawab panggilan Leo.
Leo berlari mengejar lalu menepuk pundak Alex, sesaat setelah dia berdiri di belakang Alex, membuat Alex menghentikan langkahnya seketika.
''Tunggu, kita harus bicara sebentar, Alex...!''
''Ada apa lagi, aku sedang tidak ingin bertengkar dengan'mu.''
''Mari kita sudahi semua ini, apa kamu tidak lelah menjalani hidupmu seperti ini?''
Alex memutar badan lalu menatap wajah Leo dengan tatapan tajam, matanya terlihat memerah dan berkaca-kaca.
Tanpa di sangka, tiba-tiba saja Leo berlutut di atas lantai, tepat di hadapan Alex, membuat Alex membulatkan bola matanya merasa tidak percaya.
''Alex, aku sungguh minta maaf atas kesalahan aku dahulu, menghabisi nyawa adikmu dengan begitu saja, seolah nyawa itu tidak ada harganya, namun bukankah aku sudah membayarnya lunas, kau juga merampas nyawa ibuku, jadi aku mohon mari kita sudahi permusuhan kita sampai di sini, ya...?''
''Untuk pertama kalinya aku melepaskan kesombongan, serta rasa keras kepala'ku, ini semua bukan demi diri'ku sendiri tapi demi keluarga'ku, istri'ku serta anak-anak aku, aku hanya ingin hidup tenang sekarang, jadi marilah kita berdamai, jika permintaan maaf aku tidak membuat kebencian di hatimu hilang, maka anggap saja kau tidak pernah mengenal aku, dan jalani hidupmu seolah kau sama sekali tidak pernah mengenal orang yang bernama Leonardo."
__________----------__________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️