
''Siapa kamu? sedang apa kalian berdua malam-malam begini?'' tanya Ryan, terheran-heran melihat putri dari bosnya tersebut yang sedang bermesraan dengan seorang pria.
''Om Ryan ...?''
Axela terkejut seketika, dia berdiri lalu menatap wajah assisten dari ayahnya tersebut merasa gugup, begitu pun dengan Gabriel, dia berdiri tepat di samping kekasih'nya, dengan tubuh yang sedikit gemetar, berharap pria yang bernama Ryan tersebut tidak mengetahui apa yang telah dirinya dan Axela lakukan tadi di kamar.
''Dia siapa, Al?'' tanya Ryan menatap wajah Gabriel.
''Eu ...! Kenalin, dia pacar aku, om ...!'' Al sedikit terbata-bata.
''Pacar ...? Sejak kapan kamu punya pacar? apa orang tua'mu tau, kamu punya pacar ...?''
''Eu ...! Belum, om. Tapi besok rencananya aku akan kenalkan dia sama papi dan Mommy, ko ...!'' Al terlihat gugup.
''Begitu ...? Siapa namamu, anak muda? Berani sekali kamu memacari putri dari pengusaha kaya raya ...?'' tanya Ryan dengan tatapan mengarah tajam wajah Gabriel, membuat dia semakin gugup.
''Nama saya Gabriel, om ...!''
''Gabriel ...! Setelah makan, kamu silahkan pulang, ini sudah malam, tidak baik bertamu terlalu malam, apalagi di rumah sedang nggak ada siapa-siapa.''
''Baik, om. Saya janji saya akan pulang setelah selesai makan.''
''Baiklah, silahkan lanjutkan makan malam kalian, dan ingat, jangan berbuat yang macam-macam, mengerti ...?''
''Mengerti, om ...! eu ... om sendiri sedang apa di sini?'' tanya Al penasaran.
''Om di suruh papi kamu untuk menemani kamu di sini, sekalian om juga akan berjaga-jaga, siapa tahu pencuri sialan itu kembali ke sini, kalau sampai dia datang lagi, om di perintahkan untuk menggantungnya hidup-hidup di jalanan.''
Glek ...
Gabriel menelan ludah seketika terkejut dengan apa yang baru saja di katakan oleh pria yang bernama Ryan, dan pencuri yang dia maksudkan sebenarnya ada di sini sekarang, apa yang akan terjadi jika mereka benar-benar tahu bahwa orang yang disebut pencuri itu sebenarnya adalah dirinya? membayangkannya saja membuat tubuhnya gemetar, seketika, Gabriel pun merasa menyesal telah menerima tugas itu dari bosnya.
Dia sama sekali tidak tahu bahwa orang tua Axela adalah seorang bos Mafia, dan juga salah satu pengusaha dan orang terkaya di negeri ini, dirinya pun sejenak merasa kecil hati, dan berfikir, apakah pantas seorang yatim piatu seperti dia bersanding dengan putri dari seorang Leonardo?
Gabriel terdiam sejenak, larut dalam pikiran buruknya, sampai Al pun menepuk bahunya dan lamunan'nya pun buyar seketika.
__ADS_1
''Sayang, kamu kenapa?'' tanya Al menatap wajah Gabriel yang terlihat pucat pasi.
''Eu ... Apa ...? Nggak ko, aku gak apa-apa.''
''Omongan Om Ryan gak usah di pikirkan, dia assisten pribadi papi aku, jadi wajar kalau dia terkejut melihat aku berduaan sama kamu.''
''Oh ...! Iya, gak apa-apa ko.''
''Makan'nya terusin yu, nanti keburu dingin lho ...?'' Al kembali duduk dan di ikuti oleh Gabriel kemudian.
Keduanya pun kembali memakan nasi gorengan yang tadi di buatkan spesial oleh Gabriel.
Selesai makan, Gabriel pun berpamitan, dia menghampiri Ryan dan sedang duduk di ruang tamu seraya memainkan ponselnya.
''Om, saya permisi pulang sekarang,'' pamit Ryan dengan sedikit membungkukkan badan.
''Oh, makan nya sudah selesai ...?''
''Iya, sudah selesai, om ...!''
''Om ini gimana si, tadi katanya suruh pulang? sekarang suruh nginap, plin-plan banget, yang bener yang nama? pacar aku mau di suruh nginap apa pulang nih?'' Al dengan sedikit bercanda.
''Tadinya sih mau om suruh pulang, tapi setelah di pikir-pikir, om gak berani kalau sendirian di rumah besar ini,'' Ryan menatap ke sekeliling rumah.
''Akh, om ini, badan aja yang besar, tapi sebenernya penakut,'' Al sedikit mengejek.
''Bukan penakut, tapi om gak biasa berjaga di rumah besar kayak gini, coba kalau ada istri Om, pasti om gak bakalan minta di temani oleh pacar kamu.''
''Ya, bukanya ajak sekalian Tante Angel kesini?''
''Gak bisa, Al. Nanti anak om gimana? masa di bawa ke sini juga?''
''He ... he ... he ...! iya juga ya, jadi gimana nih, kamu mau nginep apa pulang Gabriel ...?'' Al mengalihkan pandangan kepada kekasihnya.
''Eu ...! Gimana ya ...? kalau om nyuruh aku di sini, baiklah aku akan menginap dan menemani om berjaga,'' jawab Gabriel tidak kuasa menolak.
__ADS_1
''Tapi ingat, jangan sampai kamu menyelinap ke lantai dua, dan diam-diam masuk ke dalam kamar Axela, kalau sampai itu terjadi, om bakalan gantung kamu hidup-hidup, mengerti ...?''
''Ba-baik, om ...!'' Briel dengan sedikit terbata-bata.
''Ya sudah. Al sekarang kamu masuk ke kamar kamu dan istirahat, oke.''
''Om, boleh ya aku ngobrol sebentar dengan pacar aku? bentar aja ...!''
''Nggak, apa kamu gak lihat sekarang jam berapa?'' Ryan menunjuk jam dinding yang sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam.
''Ikh, om kayak gak pernah muda aja,'' Al terlihat kesal.
''Axela, sekarang sudah malam, apa kamu mau om laporin sama papi kamu?''
''Iya ... iya ... Aku naik sekarang,'' Al berbalik lalu mulai berjalan naik ke lantai dua dengan bibir yang sedikit di kerucutkan merasa kesal.
''Silahkan duduk Gabriel.''
''Baik, om. Terima Kasih ...''
Gabriel duduk di kursi di ruang tamu, dengan tubuh yang sedikitpun gemetar sebenarnya.
''Sejak kapan kamu berpacaran dengan Axela ...?'' tanya Ryan tiba-tiba.
''Eu ... Kami belum lama berpacaran, baru sekitar satu bulan,'' Briel menjawab dengan perasaan gugup.
''Kamu harus hati-hati, ayah gadis yang sedang kamu pacari bukan orang biasa, kalau sampai kamu menyakiti dia, kamu bisa di telan bulat-bulat oleh ayahnya, apa kamu tahu ayah Al itu siapa?''
''Iya, saya tahu om, selain dia pengusaha kaya raya, dia juga mantan seorang bos Mafia, kan ...?''
''Dari mana kamu tahu bahwa Leonard seorang bos Mafia? apa jangan-jangan kamu diam-diam menyelidik latar belakang Leonardo ...?'' Ryan membulatkan bola matanya, selama ini tidak banyak yang tahu bahwa bos'nya tersebut adalah seorang bos Mafia, karena identitas'nya selalu di sembunyikan selama ini.
Sementara Gabriel, wajahnya terlihat pucat pasi, dia menyesal, mengapa dirinya sampai salah bicara? Apakah Pria yang bernama Ryan tersebut akan curiga dengan dirinya?
'Duh, keceplosan lagi ...' (Batin Briel berujar)
__ADS_1
_____________-------------_____________