
Visual Axela ❤️❤️❤️
Axela, remaja 17 tahun, memiliki wajah cantik jelita dengan rambut panjang, serta mata bulat, di tambah hidung mancung yang menyempurnakan kecantikannya, dia memiliki sifat periang dan juga sedikit arogan serta bar-bar.
Di besarkan oleh keluarga kaya, dan tentunya di manjakan oleh harta, Leo sebagai seorang ayah yang memiliki banyak harta yang melimpah, selalu memanjakan ketiga anaknya, terutama Axela, sebagai anak perempuan satu-satunya dia mendapatkan pasilitas yang mewah, termasuk mobil sport berwarna merah yang menjadi kendaraan pribadinya.
Seperti saat ini, dia nampak sedang mengendarai mobil mewahnya, melaju di jalanan ibukota.
Siang ini dia sudah membuat janji dengan adik bungsunya, dan juga kembaran'nya, mereka bertiga berencana untuk membuat pesta kejutan untuk kedua orang tuanya, Karena Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kedua orang tuanya yang ke 20 tahun.
Al meraih ponsel meletakan handset di telinganya, berniat untuk menelpon Lucky, adik bungsunya.
Tut
Tut
Tut
Suara telpon yang belum di angkat.
''Ikh... Lucky kemana si? di telpon gak di angkat, padahal sudah waktunya pulang sekolah.''
Beberapa kali menelpon namun masih belum juga mendapatkan jawaban, merasa kesal akhirnya dia pun mengalihkan panggilannya kepada Axel, saudara kembarnya.
Tut
''Halo...! Kamu dimana?''
Tanya Axela sesaat setelah Axel mengangkat telpon darinya.
''Iya, Al...! aku di bengkel, ban mobilku mendadak kempes, kamu jemput aku, ya...!''
''Sorry, aku gak bisa, coba telpon Lucky, suruh dia aja yang jemput.''
''Dih, dasar...! ya sudah, aku mau nelpon Lucky dulu, kita ketemu di mall ya.''
''Oke...!''
***
Ternyata lucky masih berada di sekolah'nya, dia sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh ibu Emillia wali kelas barunya, yaitu membersihkan toilet, sesuatu yang belum pernah dia lakukan sebelumnya.
Meski malas dan merasa jijik, dia tetap melakukan apa yang sudah di tugaskan kepada dirinya, sebagai bentuk pengabdiannya seorang siswa yang patuh terhadap gurunya.
Lucky nampak mengernyitkan wajahnya, memegang lap pel di tangannya dan mengepel lantai kamar mandi dengan perasaan enggan sebenarnya.
Sampai akhirnya ponsel di dalam saku celananya pun berbunyi, ingin mengabaikan namun sudah sedari tadi ponselnya tersebut terus berbunyi, alhasil dia pun meletakkan lap pel di atas lantai dan meraih ponsel lalu mengangkat telpon.
''Halo...''
Suara Lucky terdengarlah berat.
__ADS_1
''Kamu dimana, de? bisa jemput Abang? mobil Abang di bengkel.''
''Hmm... aku lagi di hukum...''
''Hah... di hukum? ha... ha... ha...! siapa yang berani menghukum siswa teladan seperti kamu? aneh sekali?''
''Ceritanya panjang, Abang naik taksi aja ke sini, aku malas nyetir.''
''Apa kamu lupa, kita sudah membuat janji dengan Axela untuk membeli kado ulang tahun serta membuat acara kejutan untuk mommy dan papi?''
''Ya ampun, aku sampai lupa, ya sudah aku ke sana sekarang?''
''Lalu tugasmu bagiamana?''
''Ga ada yang lebih penting dari mommy dan papi, aku bisa meneruskan tugas ini besok.''
''Kamu serius?''
''Iya, ya sudah aku ke sana sekarang, share Look aja.''
''Oke...!''
Keduanya pun menutup telpon masing-masing.
***
Sementara itu, karena mengendarai secara terburu-buru, Axela hampir saja menabrak seorang Laki-laki yang sedang melintas di jalan raya, meski tidak sampai menabraknya namun, karena merasa terkejut pria itu pun tersungkur ke atas aspal.
''Hey, kalau jalan lihat-lihat dong, emangnya lo punya nyawa ganda? lagipula untung mobil gue gak sampai lecet, Lo tau nggak berapa harga mobil ini, hah...'' Teriak Al dengan membulatkan bola matanya, dan masih mengenakan seragam putih abu-abu.
''Dasar gadis sombong, bukannya minta maaf, malah marah-marah, pokoknya aku minta ganti rugi?''
''Ganti rugi apaan? mobil gue aja gak sampe menyentuh badan Lo, enak aja ganti rugi.''
''Ya sudah kalau Lo gak mau ganti rugi, gue bakalan nelpon polisi dan melaporkan adanya tabrak lari.''
''Silahkan aja, gue gak takut, dasar penipu, lo pasti pura-pura tertabrak kan, tadi?''
Merasa kesal, pria tersebut pun hendak merampas tas sekolah yang berada di punggung Axela, namun dengan cepat gadis cantik nan energik itu menepis lengan lalu meninju perut pria tersebut.
Buk
''Argh...''
Pria itu pun meringis kesakitan.
''Kurang ajar, dasar cewek bau kencur, beraninya kamu ya...''
Pria itu pun mengepalkan tangannya lalu hendak menghantam wajah Axela, namun lagi-lagi Al berhasil menepis, bahkan kali ini dia meraih pergelangan tangan pria tersebut lalu membanting tubuhnya ke atas aspal.
Bruk
''Argh...''
__ADS_1
Bak
Axela meletakan kakinya yang berbalut sepatu kets berwana putih tepat di dada pria yang kini sedang meringis kesakitan di atas aspal.
''Dasar, ngelawan cewek bau kencur aja gak bisa.''
Ujar Al menekan kakinya.
''Argh...! Sakit, gue minta maaf, lepasin, tolong angkat kaki Lo dari dada gue, Argh..."
"Kalau Lo janji gak akan ngelakuin ini lagi, gue bakalan ampuni Lo, tapi kalau sampai gue ngeliat Lo lagi, gue gak akan segan buat--''
Axela meletakan dua jarinya di lehernya sendiri lalu memutarnya pelan, dengan mata yang di bulatkan sempurna.
''Iya... iya gue janji.''
''Beneran?''
Pria itu pun mengangguk.
Axela menarik kakinya dan sedetik kemudian pria jahat itu segera berlari kencang dengan wajah yang masih terlihat kesakitan.
Al menatap pria tersebut dengan perasaan kesal, karena dia telah menghambat perjalanan'nya menuju tempat dimana dia telah membuat janji dengan dua sodara'nya.
''Akh, gak tau orang lagi buru-buru apa.''
Al masuk kembali ke dalam mobilnya, duduk di kursi kemudi lalu memakai kacamata hitam, tidak lama kemudian mobil pun berjalan pelan.
***
Axel dan Lucky berjalan di mall, kedua kakak beradik itu benar-benar menarik perhatian setiap pengunjung yang sedang berkunjung di mall tersebut.
Lucky, memakai seragam putih biru, dengan di tambah jaket kulit berwarna hitam, berjalan dengan wajah datar namun penuh karisma.
Sedangkan Axel, mengenakan seragam putih abu-abu, dengan seragam putihnya nampak di tutup dengan jaket kulit berwarna abu, berjalan penuh percaya diri, namun dengan raut wajah yang terlihat ceria, tangan kirinya nampak di masukan ke dalam saku celana, sedangkan tangan kanannya di letakkan di bahu sang adik.
Tidak lama kemudian, terdengar suara Axela memanggil seraya berjalan dari arah kejauhan.
''Lucky... Axel...!''
Yang di panggil pun menoleh serentak lalu tersenyum.
''Kaka baru datang juga?'' tanya Lucky sesaat setelah sang Kaka berdiri di sampingnya.
''Bukannya tadi kamu berangkat duluan?'' Axel mengerutkan kening.
''Ceritanya panjang, nanti deh aku ceritain di rumah, sekarang kita gak ada waktu lagi, kita harus segera mencari kado yang pas buat mommy dan papi.''
Jawab Axela berdiri tepat di tengah-tengah adik dan juga saudara kembarnya, ketiganya pun berjalan beriringan, sungguh terlihat seperti saudara kandung yang yang akur dan bahagia, memancarkan aura yang menyilaukan mata, membuat semua orang yang melihatnya iri di buatnya.
____________---------___________
__ADS_1