
Visual Lucky ❤️❤️❤️
Lucky, Remaja berusia 15 tahun, duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 9, memiliki sifat dingin, selalu menyendiri dan tidak terlalu banyak teman, namun memiliki otak yang cerdas dan selalu berada di rangking pertama di kelasnya, kecerdasan'nya di atas rata-rata hingga dia termasuk salah satu anak terpintar di sekolah'nya.
Selain pintar, dia juga berparas tampan, banyak siswi yang terpesona dengan ketampanan'nya, namun tidak ada yang berani mendekati, karena sifatnya yang dingin dan pendiam, di tambah raut wajahnya yang selalu terlihat dingin dan juga jutek kepada siapa'pun, membuat mereka para siswi wanita, hanya bisa mengagumi ketampanan'nya dari kejauhan.
Pagi ini, Lucky baru saja tiba di depan sekolahnya, setelah memarkir mobil mewah yang khusus di berikan oleh ayahnya, dia pun berjalan di halaman sekolah menuju kelas dimana biasanya dia belajar.
Langkahnya pelan, satu tangannya nampak di masukan ke dalam saku celana berwana biru panjang yang di kenakan'nya, matanya menatap lurus ke depan, dengan rambut yang tertata rapih dan raut wajah datar seperti biasanya.
Siswi yang berjalan tak jauh dari tempatnya berjalan nampak saling berbisik seraya melirik wajah tampan pria bernama lengkap Lucky Pratama tersebut.
''Lihat, itu lucky di sana, duh... kenapa si, makin hari wajah'nya makin tampan aja, andai saja gue bisa mendekati dia dan menjadi pacarnya, pasti gue bakalan jadi wanita paling bahagia di dunia,'' ujar salah satu siswi yang berjalan tidak jauh dari tempat Lucky berjalan.
''Jangan mimpi Lo, mana bisa Lo ngedeketin dia, lihat deh, wajahnya sih tampan, tapi sorot matanya terlihat kejam, gue aja gak berani deketin dia.''
''Bener juga si, tapi ya, berkhayal aja dulu, siapa tahu nanti jadi kenyataan, ha... ha... ha...!''
Sebenarnya Lucky mendengar percakapan dua siswi tersebut, namun dia tidak menghiraukan dan lebih memilih terus berjalan, toh dia sudah biasa mendengar para wanita membicarakannya seperti itu.
Saat dia sedang berjalan, tiba-tiba saja satu tali sepatu'nya terlepas dan Lucky pun berjongkok untuk membenarkan tali sepatunya tersebut, namun tanpa di sangka karena dia terlalu pokus dalam berjalan dia pun tidak menyadari bahwa dia berjongkok tepat di depan seorang wanita.
Wanita tersebut pun menundukkan kepalanya menatap wajah siswa yang saat sedang berjongkok tepat di hadapannya.
Belum menyadari, Lucky masih saja berlutut seraya menunduk membenahi tali sepatu mahal miliknya, hingga beberapa menit kemudian dia pun tersadar dan menatap kaki panjang putih mulus berbalut sepatu high heels berwarna hitam.
Matanya pun nampak menatap dengan seksama, sepasang kaki indah yang saat ini berada tepat di hadapannya, dia pun mengerutkan keningnya, menatap sambil perlahan berdiri hingga matanya tepat berada di depan wajah cantik wanita yang sama sekali tidak di kenali nya.
Wanita itu pun tersenyum sambil sedikit mengerutkan keningnya, karena siswa yang berada di hadapannya terus menatap dirinya seolah tanpa berkedip.
Ya... Lucky memang tidak berkedip sedikitpun saat menatap wanita tersebut, entah mengapa untuk pertama kalinya dia merasa bergetar saat menatap seorang wanita, sesuatu yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
''Kenapa kamu menatap saya seperti itu, Lucky?''
__ADS_1
''Eu... tidak, saya hanya...!''
Lucky terlihat salah tingkah, menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali, dengan wajah yang terlihat memerah.
''Cepat masuk ke kelas, sebentar lagi bel berbunyi.''
''Ba-baik...''
Lucky pun hendak melangkah. Namun, mengurungkan niatnya dan kembali menatap wajah wanita tersebut.
''Maaf, dari mana anda tahu nama saya?''
Wanita itu menunjuk name tag yang terpasang di dada kanan seragam sekolah yang di kenakan oleh Lucky.
Merasa malu, Lucky pun tidak berkata apapun lagi, dia melanjutkan langkahnya dengan wajah yang masih memerah dan jantung yang berdetak sangat kencang, seperti merasakan getaran yang berbeda.
***
Di dalam kelas.
''Selamat pagi, Bu.''
Jawab anak-anak serentak, dengan menatap wajah ibu guru yang sepertinya merupakan wali kelas baru di kelas 9 tersebut.
''Perkenalkan, nama ibu, ibu Emillia, panggil saja ibu dengan sebutan ibu Emil, mulai hari ini saya adalah wali kelas baru di kelas kalian.''
Lucky tercengang menatap wali kelas baru'nya, yang ternyata adalah wanita cantik yang tadi sempat membuat hatinya berdebar.
Dia pun memegangi dada kirinya dimana jantung'nya berada yang saat ini berdetak begitu kencang'nya.
'Ada apa ini? kenapa jantungnya seperti berdetak tidak beraturan, hatiku juga sepertinya sedikit berdebar, akh sepertinya aku harus pergi ke Dokter, apa aku sakit?'
Batin Lucky, masih belum menyadari bahwa, wali kelas barunya lah yang menyebabkan dirinya seperti itu.
''Baiklah, mari kita mulai pelajaran hari ini, namun sebelumnya ibu ingin kalian memperkenalkan diri kalian masing-masing terlebih dahulu, agar ibu tahu nama kalian semua, oke...! di mulai dari kamu, yang paling belakang.''
__ADS_1
Emillia menunjuk ke arah Lucky yang duduk sendiri di bangku paling belakang
Sementara, Lucky yang masih dalam keadaan melamun seraya memegangi dada kirinya, hanya terdiam tidak menyadari bahwa yang dimaksud oleh wali kelasnya adalah dirinya.
''Hey...! kamu..."
Emillia menaikan nada suaranya, namun Lucky masih tidak bergeming dan masih larut dalam lamunan'nya, pikiran'nya seolah melayang entah kemana.
Merasa kesal, Emillia pun berjalan menghampiri meja dimana Lucky berada, sesampainya di sana, dia pun memukul meja tersebut dengan sedikit keras hingga mengeluarkan suara.
Brak
Lucky tersentak dan menyudahi lamunan'nya, menatap wajah cantik nan anggun sang wali kelas dengan balutan pakaian berwarna abu, matanya tampak menatap wajah Lucky membuat remaja tampan itu semakin salah tingkah di buatnya.
''Apa kamu tidak mendengar apa yang ibu bicarakan tadi?''
''Eu... iya Bu, saya dengar, tadi ibu bilang apa ya?''
''Katanya dengar, tapi masih bertanya, coba ibu tanya, tadi ibu sudah memperkenalkan diri ibu, coba sebutkan siapa nama ibu?''
''Eu... anu Bu, nama ibu siapa ya? boleh berkenalan dulu?''
Semua siswa pun tertawa serentak, melihat si dingin yang terlihat gugup dengan senyum yang sedikit mengembang. Pemandangan yang sama sekali tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Semua mata pun tertuju padanya, membuat Lucky semakin salah tingkah dan semakin gugup tentunya.
Ibu Emillia menggelengkan kepalanya merasa kesal, karena ternyata dari tadi dia berbicara sama sekali tidak di simak olah salah satu siswanya ini.
''Kamu ibu hukum, karena kamu melamun dan tidak mendengar'kan apa yang tadi ibu bicarakan, kamu akan ibu beri sangsi membersihkan toilet pria sampai bersih, agar kamu jera dan tidak banyak melamun saat sedang berada di dalam kelas.''
Lucky terkejut seketika, membulatkan bola matanya sempurna dengan perasaan yang tidak percaya.
'Aku... Seorang siswa terpandai dan tertampan di sekolah, harus membersihkan toilet...?'
Batin Lucky berujar.
____________----------____________
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️