Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Berharap


__ADS_3

Angel menatap wajah Ryan, suami yang baru tadi siang menikahinya, wajahnya terlihat teduh dengan tatapan penuh kasih sayang dan pancaran rasa cinta yang mendalam.


Dia pun memeluknya dengan erat, menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami, perkataan yang baru saja di lontarkan oleh suaminya tersebut benar-benar membuat hatinya merasa tenang.


''Bagaimana kalau hari ini kita beristirahat saja, tanpa melakukan apapun? kita tidur sepuasnya, dan beristirahat sepuasnya, oke...?''


Angel mengangguk senang.


Keduanya pun naik ke atas ranjang, berbaring dengan tubuh yang saling berpelukan, melingkarkan tangan ke tubuh masing-masing, tanpa melakukan apapun layaknya yang biasa dilakukan oleh sepasang pengantin baru di malam pertama.


''Terima kasih, karena telah mau menerima aku apa adanya, dan mencintai aku dengan begitu tulusnya, kamu seperti malaikat yang di kirim oleh tuhan untuk aku,'' lirih Angel pelan dengan mata yang terpejam.


''Aku juga bertema kasih kasih, karena kamu akhirnya menerima aku sebagai suami kamu, sayang.'' Ryan mengecup pucuk kepala istrinya.


Keduanya pun memejamkan mata dan mulai terlelap dengan masih dalam keadaan berpelukan.


***


Alex terlihat sedang duduk termenung sendirian di dalam Apartemennya, memikirkan kembali pertemuannya dengan Adelia kemarin.


Mengingat bahwa Adelia kini sedang mengandung, membuat dia pun bertanya-tanya, anak siapakah gerangan yang sedang di kandung oleh istri dari rivalnya tersebut?

__ADS_1


Mengingat bahwa, kehamilan Adel memiliki waktu yang tepat dengan terakhir kali dia melakukan hal tersebut wanita bernama lengkap Adelia Fasha itu.


Andai saja bayi yang di kandung oleh Adelia itu adalah putra'nya, mungkin saja dirinya akan merasa sangat bahagia, dan dia akan mengambil anak itu setelah dia lahir nanti, bagaimana pun caranya.


Tapi apabila dia mengingat sorot mata Adelia yang penuh dengan kebencian kepada dirinya, apakah mungkin wanita itu akan memberikan bayi itu dengan suka rela?


Akh... kepala Alex di buat pusing seketika, dan untuk memastikan bahwa bayi yang di kandung oleh Adelia adalah benar-benar anaknya, dia harus melakukan tes DNA setelah bayi itu dilahirkan kelak.


'Aku sungguh berharap bahwa kamu benar-benar mengandung anakku, Adelia...'


Batin Alex bergumam.


Sepertinya untuk saat ini, dia harus bersikap tenang berlebih dahulu, dia tidak akan melakukan apapun sebelum dia dapat memastikan bahwa apa yang ada di kepalanya terbukti benar adanya.


***


Tiga bulan kemudian.


Adelia sedang dalam perjalanan ke Rumah Sakit, di temani oleh Leo suaminya. Sepertinya dirinya akan segera melahirkan, belajar dari pengalaman sebelumnya, dia dan dan sang suami tidak akan sampai kecolongan, dan segera membawa Adel sesaat setelah Adelia merasakan kontraksi.


Sesampainya di Rumah Sakit, Dokter dan perawat segera menyambut keduanya, membawa tubuh Adelia yang sudah merasakan kesakitan ke ruang persalinan.

__ADS_1


Leo pun hendak menemani sang istri, namun sang Dokter melarang, karena mereka harus melakukan pengecekan terlebih dahulu.


Entah mengapa persalinan kali ini begitu terasa berat dan lebih menyakitkan bagi Adel, tidak seperti si kembar yang tidak membutuhkan waktu lama untuk di lahir'kan.


Sudah lebih dari tiga jam Adelia merasakan kesakitan yang teramat dalam, tulang rusuknya pun terasa patah berkeping-keping, kaki dan seluruh tubuhnya terasa remuk, alhasil dia pun menangis sesenggukan dengan di temani oleh suaminya yang juga merasakan rasa sakit yang sama, karena melihat sang istri terus menangis sesenggukan di dalam pelukan dirinya.


''Bagaimana ini Dokter, mengapa istri saya seperti ini? padahal waktu melahirkan sebelumnya, dia tidak seperti ini, padahal putra pertama kami kembar,'' tanya Leo penasaran sekaligus merasa khawatir.


''Mohon maaf, tapi sepertinya kita harus segera melakukan tindakan operasi sesar, sepertinya bayi yang berada di dalam kandungan Nyonya Adelia terlilit tali ari-ari yang melingkar tepat di leher sang bayi,'' ucap Dokter tersebut.


''Mengapa baru sekarang? setelah istri saya merasakan kesakitan yang teramat sangat selama lebih dari tiga jam, Dokter?'' Leo sedikit murka dengan mata yang di bulatkan sempurna.


''Kami minta maaf karena terlambat melakukan tindakan,'' Dokter sedikit membungkukkan badan.


''Kalau sampai istri dan anak saya tidak selamat, saya akan menuntut Dokter dan seluruh pihak Rumah sakit, paham...'' Leo menaikan suaranya.


''Baik, Tuan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin, agar Nyonya Adelia dapat melahirkan dengan selamat, begitu'pun dengan bayinya, saya pastikan bayi tersebut akan lahir dengan selamat dan tidak kurang satu apapun.''


Ucap sang Dokter Penuh keyakinan.


____________-------_____________

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️❤️


__ADS_2