Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Bahagia


__ADS_3

''Terima kasih, karena telah menerima cintaku, bu?'' lirih Lucky tersenyum menatap wajah Emilia kekasihnya.


''Hmm... gimana kalau mulai sekarang kamu panggil dengan sebutan nama aja? panggilan ibu khusus untuk si sekolah saja?''


''Boleh juga, aku coba deh... Ehem... Ehem... Tes... Tes... Eu... terima kasih karena udah nerima cintaku, Emillia...'' Lucky berbicara dengan cengengesan, merasa geli memanggil wali kelasnya dengan hanya sebutan nama.


''Ha... ha... ha...! kedengaran'nya geli, tau. Tapi gak apa-apa, mari kita coba biasakan, lama-lama juga terbiasa, iya kan?''


Lucky tersenyum lalu mengangguk.


''Hmm... Kita pulang sekarang ya. Mommy pasti nyariin aku, biasa... anak rumahan, gak biasa pulang telat,'' ucap Lucky kemudian.


''Waah... masih anak mamih rupanya...!''


''He... he... he...!'' Lucky menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali.


''Ya sudah, ayo kita pulang...!''


Keduanya berdiri secara bersamaan dan hendak melangkah.


''Tunggu, Bu. Eh maksud saya Emil...''


''Apaan lagi, sayang?''


''Kita Poto berdua dulu, ya...!''


''Sekarang...''


Lucky mengangguk.


''Ya sudah kalau begitu...''


Lucky dan Emillia pun berpose bersama, dengan lautan lepas yang menjadi latarnya, mendekatkan wajah masing-masing dengan saling tersenyum.


''1.2.3...''


Cekrek


Satu Poto pun di ambil, menggunakan ponsel canggih keluaran terbaru dan mahal milik Lucky.


''Wah... kamu cantik banget...! satu lagi boleh ya, kamu sendiri...!'' ucap Lucky.


Emilia pun menuruti keinginan kekasihnya tersebut, berpose seraya tersenyum dengan latar yang sama, yaitu lautan nan biru di iringi deburan ombak berwarna putih di belakang'nya.


Cekrek


''Nah, sudah... kita pulang sekarang, ya...!''


Emillia mengangguk.


Lucky mengulurkan tangannya dan langsung di sambut hangat oleh lengan lentik milik kekasihnya, kemudian sepasang kekasih itu pun mulai berjalan dengan saling berpegangan tangan, dan senyum yang mengembang.


***


''Adikmu belum datang, xel...?'' Adelia masuk ke kamar putra sulungnya.


''Sudah jam lima sore, tumben dia belum pulang, mom...?''


''Kamu telpon dia, kalau di lihat dari raut wajahnya, kayaknya adikmu sedang banyak fikiran.''


''Baik, mom. Aku telpon dia sekarang...!''

__ADS_1


Axel meraih ponsel dan hendak menelpon adik bungsunya, namun baru saja dia akan melakukan hal tersebut Lucky tiba-tiba masuk kedalam kamar, masih memakai seragam lengkap dengan sepatu nya, dengan wajah yang terlihat sangat bahagia, di sertai senyum yang mengembang dari bibir sensualnya.


''Nah, nih dia orangnya datang. Kamu dari mana saja, Dek? mommy cemas nyariin kamu, tuh.'' Axel manatap wajah sang adik dengan tatapan mata heran.


''Ada deh, rahasia...'' Lucky berbaring di samping sang Kaka.


''Sayang, sepatu kamu buka dulu dong,'' ucap sang ibu.


''Iya, baik mam...''


''Dek, wajah kamu cerah banget, ada apaan?''


Lucky yang sedang membuka sepatu menatap wajah kakak'nya, masih dengan senyum yang mengembang lebar dengan pancaran mata yang penuh kebahagiaan.


''Iya, tadi sewaktu berangkat sekolah muka kamu muram dan masam, kenapa sekarang berubah cerah sekali?'' Mommy Adelia tersenyum menatap wajah putra bungsunya, seraya meraih sepatu yang tergeletak di atas lantai.


''Mom...! aku seneng banget hari ini, pokoknya bahagia banget...!'' jawab Lucky memeluk sang ibu.


''O ya...?''


''Bahagia kenapa, Dek? apa cintamu di terima sama si dia?''


''Ko Abang tau?''


''Serius beneran?''


Lucky mengangguk seraya tersipu malu.


''Wah...! hebat kamu, dek. Sekarang kamu tidak jomblo lagi, gimana, apa kamu sudah ciuman sama dia?'' Axel membulatkan bola matanya.


''Axel...! apaan sih, ciuman-ciuman...! Adikmu masih kecil...!'' sang ibu menimpal.


Lucky semakin tersipu malu, mengingat kejadian saat dia mencium Emillia tadi, dia pun membasahi bibirnya.


''Baik, mom...!'' jawab Lucky, kembali membaringkan tubuhnya di samping sang Kaka.


''Coba cerita sama Abang, gadis seperti apa yang berhasil meluluhkan hati seorang Lucky yang terkenal dingin dan pintar ini.''


''Hmmm.... gimana ya, pokoknya gadis ini spesial banget, wajahnya cantik, matanya sayu, tutur katanya lembut dan yang paling penting dia orangnya baik,'' jawab Lucky membayangkan wajah Emillia kekasihnya.


''O ya...? hmm... Abang penasaran, besok Abang mampir deh ke sekolah kamu, sekalian kenalan sama adik ipar... he... he... he...!''


''Jangan...''


''Lho... kenapa?''


Belum juga Lucky menjawab, ponselnya tiba-tiba saja berdering, dia pun merogoh saku seragamnya dan meraih ponsel, wajah'nya tersenyum seketika saat menatap layar ponsel.


''Siapa?''


Axel penasaran.


''Halo...! sayang...''


Lucky mengangkat telpon dan berjalan ke balkon.


''Diiih... sayang-sayang segala...! dasar anak kecil...''


Axel menatap adik bungsunya yang berjalan keluar dari dalam kamar mengangkat telpon dengan senyum yang mengembang dari kedua sisi bibirnya, terlihat bahagia.


Tidak lama kemudian, Axela pun masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


''Lucky lagi ngobrol sama siapa tuh,'' tanya Al menatap Lucky yang sedang berdiri di balkon.


''Pacarnya...!''


''Hah... pacar? serius? adik gue yang paling menggemaskan, dingin dan juga pintar itu udah punya pacar? ha... ha... ha...!''


Axel menganggukkan kepalanya.


''Wah... sungguh luar biasa...! wanita mana yang beruntung bisa berpacaran dengan seorang Lucky...?'' Al membulatkan bola matanya.


''Entahlah, tanya aja langsung saja orangnya, tuh.''


Axel menatap adik bungsunya yang kembali masuk ke dalam kamar, setelah menyudahi panggilan telepon dari sang kekasih.


''Dek, katanya kamu sudah punya pacar? benar...?''


Lucky mengangguk.


''Siapa? kenalin dong sama Kaka...''


''Nanti, belum saatnya, kak...''


Lucky meletakan ponsel miliknya di atas ranjang.


''Wah, Poto siapa ini?''


Al meraih ponsel dan menatap wallpaper yang ternyata merupakan Poto Lucky berdua bersama Emillia yang tadi sempat dia ambil.


''Kembali'in ponselku, kak...!''


''Tunggu... tunggu...! ini pacar kamu?'' Al membulatkan bola matanya.


''Apaan sih...?'' Lucky meraih ponselnya secara kasar lalu mengerucutkan bibirnya.


''Mana sini aku lihat...!''


''Kayak tante-tante, dek. Kamu pacaran sama tante-tante ya?'' tanya Al.


''Apaan...? Nggak ko...!"


Lucky merajuk kesal.


"Mana sini Abang lihat.''


"Nggak mau..."


Lucky pun berlari keluar dari dalam kamar dengan perasaan kesal, sementara itu kedua kakaknya menatap kepergian sang adik dengan perasaan heran dan penuh tanda tanya.


"Kamu serius, Poto yang kamu lihat tadi seorang tante-tante?" tanya Axel.


"Nggak tante-tante banget si, tapi ya, ceweknya tuh kayak udah dewasa, gitu."


"Serius...?"


Al mengangguk.


"Hmm... kayaknya kita harus mencari tau sendiri deh tentang siapa pacarnya Lucky ini, takutnya dia beneran pacaran sama tante-tante yang biasa pacaran sama brondong, trus di porotin deh, ikh geli..." Al bergidik sekujur tubuhnya serasa merinding.


"Setuju... besok kita selidiki bersama, pulang sekolah kita intai dia, kemana dia pergi dan sama siapa, oke..."


________-------__________

__ADS_1


Promosi



__ADS_2