Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Foto


__ADS_3

Axela menatap secarik foto yang saat ini di genggam oleh kekasihnya, melihat satu-persatu pria yang sedang duduk bersama di dalam foto, dan ternyata salah satu di antara mereka adalah orang yang dia kenal, yaitu, ayahnya.


''Itu ...? Bukankah itu wajah papi waktu muda?'' Al menunjuk salah satu pria di dalam foto.


''O ya ...?'' Briel menyipitkan matanya, menatap dengan dengan begitu lekat wajah yang dimaksud oleh kekasihnya.


Ternyata memang benar, yang di tunjuk oleh Al adalah wajah Leonardo, ayah dari sang kekasih, sejenak, dia pun merasa terkejut dengan apa yang dia lihat, siapa yang mengirimkan foto tersebut? dan apa tujuannya?


Dia pun kembali menatap satu-persatu orang yang berada di dalam foto tersebut, dan tetap saja tidak ada orang lain lagi yang dia kenal, hanya wajah Leo saja yang dapat dia kenali.


''Apa maksudnya ini?" Briel berujar seraya mengerutkan keningnya.


''Aku juga gak tahu, kenapa papi bisa berfoto bersama mereka? dan kalau di lihat seperti'nya mereka semua bukan orang sembarangan.'' Al semakin di buat penasaran.


Sebenarnya Axela pun merasa terkejut dengan apa yang baru saja di lihatnya, mengapa wajah sang ayah bisa berada di dalam foto itu? sepertinya ada sebuah misteri yang tersimpan di balik foto tersebut.


Gabriel pun kembali duduk dan mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam ruangan tersebut, begitu pun dengan Al, sementara ibu Fatimah hanya bisa memandang keduanya dengan raut wajah heran.


''Kalian di sini saja dulu, ibu mau ke belakang, sudah saatnya anak-anak makan siang,'' ucap ibu Fatimah lalu berdiri.

__ADS_1


''Baik, Bu. Kami akan di sini dulu sebentar, setelah itu, kami berdua akan segera pulang.''


''Kalian santai saja, di sini saja dulu sampai perasaan kalian tenang,'' ibu pun keluar dari dalam ruangan.


Tanpa sengaja tangan Briel membalik foto tersebut, dan ternyata di balik foto itu ada sebuah pesan berupa tulisan tangan.


'Salah satu dari pria ini adalah ayahmu, Gabriel ...'


Begitulah isi pesan tersebut, singkat, tapi cukup membuat seorang Gabriel melepaskan foto tersebut hingga melayang dan jatuh ke atas lantai, dengan perasaan yang terkejut bukan kepalang.


Al yang penasaran pun meraih foto tersebut lalu membaca pesan yang sempat di baca oleh Gabriel.


''Salah satu dari pria itu adalah ayahmu,'' Al membaca dengan suara lantang.


''Gak tahu, aku gak tahu ayahku yang mana? seumur hidup, aku gak pernah bertemu dengan ayahku, yang aku tahu ayahku telah lama mati, begitupun dengan ibuku, mereka berdua adalah orang jahat yang telah membuang aku ke sini, itu sebabnya aku tidak pernah mencari mereka ataupun berharap untuk bertemu dengan mereka,'' Briel dengan nada suara yang terdengar pilu.


''Dan ini?'' Al kembali menunjukan tulisan di balik foto.


''Gak tau, Al. Aku sungguh bingung sekarang,'' Briel menunduk menyembunyikan kesedihannya.

__ADS_1


''Kalau ayah kamu salah satu pria yang ada di foto ini, itu berarti dia adalah salah satu kawan papi aku, kalau tidak, mana mungkin mereka berfoto bersama? kan ...?''


''Benar juga, kenapa gak kepikiran sama aku?''


''Aku akan bertanya sama papi tentang hal ini.''


''Gak usah, Al. Nanti saja, kasian papi kamu masih sakit, biarkan aku menyelidiki ini sendiri.''


''Tapi, sayang. Dari pada capek-capek mencari tahu sendiri, sudah jelas jalan yang paling mudah adalah dengan Bertanya sama papi.''


''Iya, aku tahu. Tapi ayahmu sedang sakit, tunggu sampai dia sembuh dulu, baru kamu boleh bertanya sama dia, oke ...?''


''Iya, kamu benar juga. Ya sudah, aku akan bertanya nanti kalau papi sudah pulang dari dari rumah sakit, kamu jangan sedih kayang gini, gimana kalau pulang dari sini kita mampir ke pantai?'' Al menyandarkan kepalanya di bahu sang kekasih.


''Boleh, kita ke pantai dulu, mau pulang sekarang?''


Axela mengangguk lalu tersenyum, keduanya pun bangkit lalu berdiri, dan berjalan keluar dari dalam ruangan.


Perasaan sepasang kekasih itu diliputi berbagai tanda tanya sebenarnya, Gabriel, selama ini, dia tidak pernah membayangkan bahwa dia akan bertemu, apalagi melihat wajah sang ayah yang selama ini tidak dia kenal, baginya, kehadiran ayah ataupun ibunya sama sekali tidak pernah di harapkan'nya, toh mereka telah membuang dirinya ke panti asuhan, itu artinya, dirinya adalah anak yang tidak diinginkan oleh kedua orang tuanya.

__ADS_1


Namun, setelah melihat dan membaca pesan itu, membuat dirinya merasa penasaran, bukan penasaran karena ingin bertemu dengan kedua orang tuanya, namun, penasaran kenapa ayah dari kekasihnya bisa berada di dalam foto tersebut, dan apa hubungan Leonardo dengan ayah kandungnya yang katanya ada di dalam foto itu juga?


_______---------_______


__ADS_2