Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Bos Mafia.


__ADS_3

Adelia menatap dengan seksama Poto yang berada di genggamannya, di dalam Poto tersebut suaminya tampak sedang berangkulan dengan seorang Laki-laki bertubuh besar dengan lebih dari sepuluh orang berada di belakangnya.


Semua orang yang berada di dalam Poto tersebut tampak memakai setelan jas berwarna hitam, seperti sebuah perkumpulan atau semacam Genk dan semacamnya, tapi tidak terpikirkan sedikitpun oleh dirinya jika yang sedang di lihatnya adalah perkumpulan Mafia yang di pimpin oleh suaminya.


''Kamu sedang apa?'' Leo tiba-tiba terbangun dan menatap ke arahnya dengan masih dalam keadaan duduk dan sedikit menguap.


''Oh... tidak ko,'' Adel memasukan Poto tersebut kedalam saku celana tidurnya, dia akan menyimpan Poto tersebut sebagai bukti dan akan menanyakannya nanti jika keadaan suaminya sudah membaik, mengingat sekarang suami sedang dalam keadaan terluka.


Adelia pun berjalan ke arah Leo dan duduk di sampingnya, dia kembali mengusap perban di kening sang suami. Dengan wajah yang sedikit dikernyitkan.


''Apa lukanya masih sakit?''


''Tidak... Sudah baik-baik saja, jam berapa sekarang?'' tanya Leo merentangkan tangannya lalu kembali menguap.


''Sekarang jam setengah tujuh pagi,'' jawab Adel menatap jam dinding.


''Keluar yu, kita mandi terus sarapan bareng,'' berdiri lalu hendak berjalan.


''O ya, aku lupa bilang, kalau mulai hari ini aku harus mulai bekerja, sudah terlalu lama aku meninggalkan perusahaan, keadaan disana pasti sangat kacau karena lama aku tinggalkan,'' berdiri di depan sang istri yang masih duduk di atas kursi.


''Tapi kamu kan masih terluka? apa benar-benar sudah tidak apa-apa?'' tanya Adel berdiri di depan sang suami menatapnya dengan tatapan sayu.


''Iya... aku sudah baik-baik saja, sayang...'' dengan meletakan kedua lengan di pundak sang istri, menatap dengan sedikit tersenyum.


Keduanya pun keluar dari dalam kamar dengan lengan Leo tampak merangkul pundak sang istri. Selesai mandi Leonardo pun berjalan menuju meja makan yang sudah terdapat Adel di sana sedang menata makanan di atas meja.


Mata Leo nampak berbinar dengan senyum yang mengembang merasa senang, karena di atas meja sudah terdapat cemilan kegemarannya, yaitu, gorengan, Adel spesial menyiapkan cemilan itu untuk suami tercintanya.


''Wah... ada gorengan, makanan kesukaanku. Sudah lama sekali aku tidak makan gorengan, makasih ya sayang,'' duduk di kursi makan.


''Sama-sama sayang,'' jawab Adel, lalu mengisi piring suaminya dengan nasi goreng dan satu buah gorengan.


''Jangan satu dong, kurang...'' protesnya, meraih kembali sekitar tiga buah gorengan.


''Iya... iya... semuanya buat kamu ko,'' jawab Adelia tersenyum geli, segitu cinta sang suami dengan cemilan yang itu.


Bi Inah yang sama-sama berada di sana sedang menyiapkan air putih, tampak tersenyum geli melihat tingkah majikannya. Dia pun berjalan kembali ke dapur meninggalkan pasangan suami-istri tersebut.


''Hmmm... enak sekali, gorengan kamu memang paling enak, meski tidak seenak buatan ibu,'' ucapnya dengan mulut penuh makanan.

__ADS_1


''Dih... dasar...!" Adel tersenyum geli menatap sang suami makan dengan begitu lahapnya.


"Apa kamu tidak kangen sama ibu?'' tanya Leonardo tiba-tiba.


''Tentu saja aku kangen, semalam aku tidak bisa tidur karena sangat merindukan dia,'' jawab Adelia dengan wajah yang sedikit muram.


''Bagaimana jika kita ajak ibu tinggal di sini? lagipula rumah ini terlalu besar untuk kita berdua,'' ucapan Leo menatap wajah sang istri dan menghentikan gerakan tangannya.


''Serius? ibu boleh tinggal disini?'' Adel tersenyum gembira.


''Tentu saja, masa tidak...? lagipula aku juga kangen dengan dia, apa kamu sudah telpon ibu?'' kembali melanjutkan makannya.


Adel menggelengkan kepalanya, karena dia sama sekali tidak ingat nomor telpon ibu, karena waktu itu mereka pergi dengan terburu-buru, sehingga lupa mencatat nomor handphone ibunya tersebut.


Adelia menatap setelan jas hitam yang di pakai oleh suaminya, terlihat sangat rapi, mirip seperti yang dia lihat didalam Poto yang saat ini dia simpan.


''Sebenarnya pekerjaan kamu apa? aku lupa menanyakannya?'' menatap wajah sang suami dengan tatapan penasaran.


Leo pun batuk seketika hampir tersedak gorengan.


Uhuk...


Dia menutup mulut dengan satu tangannya, dan dengan sigap Adel segera meraih gelas lalu mengisinya dengan air putih.


Glekgek


Glekgek


Glekgek


Leo pun segera meminum satu kelas penuh air hanya dengan sekali tegukan.


''Sudah siang, aku harus segera berangkat,'' Berdiri dan hendak berjalan.


''Tapi kamu belum menjawab pertanyaanku?'' tanya Adel ikut berdiri.


''Nanti jika aku sudah siap, aku akan menceritakan semuanya sama mu, tapi tidak sekarang ya, sekarang aku buru-buru,'' menghampiri lalu berdiri berhadapan dengan sang istri.


Adelia mengulurkan lengannya yang langsung di sambut dengan tersenyum oleh sang suami, dan dengan penuh kasih sayang diapun mengecup punggung lengan suaminya tersebut, tak lupa pula Leonardo mengecup kening istri tercintanya.

__ADS_1


''Aku berangkat dulu ya,'' pamitnya dan hendak melangkah, namun dia menghentikan langkahnya seketika dan kembali menatap wajah sang istri.


''Ini kartu ATM untuk kamu, bila ingin membeli sesuatu pakai ini saja,'' ucapnya seraya memberikan kartu yang sebelumnya dia ambil terlebih dahulu dari dalam dompetnya.


''Nggak ada uang cash? aku nggak terlalu paham menggunakan ini?'' meraih dan menatap kartu itu dengan seksama.


''Dasar, Adelia... Adelia... masa menggunakan kartu beginian saja tidak bisa, nanti aku ajarin deh,'' ucapnya lalu meraih kembali dompet dari dalam saku celananya dan mengeluarkan uang yang semuanya berwarna merah.


''Nih, uang untuk membeli apapun yang kamu mau,'' menyerahkan uang tersebut.


''Tapi ini kebanyakan?'' menatap uang yang berada di tangannya, dan saat di hitung ternyata jumlahnya ada dua juta rupiah.


Leonardo pun kembali tersenyum lebar, merasa lucu menatap wajah sang istri.


''Sudah pakai saja, kamu bebas menggunakan uang ini, mau di habiskan juga boleh, kalau kurang tinggal bilang saja, nanti aku tambahin lagi,'' jawab Leo masih dengan tersenyum geli menatap wajah sang istri.


Adelia hanya mengangguk.


''Ya sudah, aku berangkat dulu ya.''


''Hati-hati di jalan ya sayang,'' dengan menatap punggung suaminya yang perlahan berjalan menjauh.


____----____


Leonardo memasuki sebuah bangunan, bangunan luas, terlihat seperti sebuah kantor, di depannya sudah nampak beberapa Laki-laki berjejer menyambut kedatangan bos mereka.


Mereka membungkuk dengan begitu dalam saat Leonardo mulai menapaki ruangan, berjalan dengan gagahnya serta wajah yang terlihat sedikit di angkat menunjukan wibawanya sebagai seorang bos Mafia.


Kemudian dia duduk di kursi dengan meja besar berada di depannya. Dirinya menatap satu-persatu anak buahnya yang sudah lama tidak di lihatnya.


''Bagaimana kabar kalian?''


''Kami semua baik-baik saja bos, sudah lama kami menunggu kedatangan bos kembali ke sini.''


Jawab mereka semuanya dengan serentak dan sedikit membungkukkan tubuhnya kembali memberi hormat.


_____________----------______________


Hai Reader sambil menunggu Author up episode selanjutnya, silahkan kunjungi dahulu novel Author yang lainnya, ceritanya tak kalah seru dengan yang ini.

__ADS_1



Ditunggu kehadirannya ya.... ❤️ 💓 💓


__ADS_2