Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Over Dosis


__ADS_3

Lucky perlahan membuka pintu pagar berwarna coklat yang memisahkan antara halaman rumah Ayu dengan jalan, rumah besar bertingkat dengan halaman luas membentang dihiasi rerumputan hijau dan beberapa tanaman hias yang membuat rumah tersebut terlihat asri dan juga sejuk di pandang.


Perlahan dia berjalan di halaman tersebut dan sampai di teras rumah, lalu berdiri di pintu.


Ting tong ...


Lucky menekan bel, selama beberapa kali, sampai akhirnya seorang wanita paruh baya membukakan pintu dan berdiri di belakang pintu.


Ceklek ...


Pintu pun di buka.


''Permisi, saya temannya Ayu, apa dia ada di rumah ...?'' tanya Lucky ramah.


''Oh, Non Ayu ada di kamarnya, kamu pasti pacarnya, ya ...?''


Lucky hanya tersenyum hambar.


''Mari saya antar, kamar Non Ayu ada di lantai dua ...'' ucap wanita paruh baya tersebut, yang sepertinya adalah Pembantu Rumah Tangga di kediaman Ayu.


Perlahan Lucky mengikuti wanita itu masuk ke dalam rumah yang terlihat begitu megah dan juga mewah namun, terasa sepi seperti tidak berpenghuni, matanya nampak menatap sekeliling rumah, memperhatikan setiap sudut rumah yang tertata begitu rapi dengan di lengkapi berbagai pernak-pernik mewah.


''Kamar Non Ayu, ada di lantai dua sebelah kiri, masuk saja, bibi masih banyak pekerjaan di belakang,'' pinta bibi meninggalkan Lucky di ujung tangga.


Sebenarnya, Lucky merasa tidak enak jika harus masuk begitu saja ke dalam kamar Ayu, mengingat dirinya baru pertama kali berkunjung ke sana, tapi dia tidak ada pilihan lain, dan akhirnya Lucky pun memaksakan diri naik ke atas tangga meski tubuhnya terasa letih karena baru saja melakukan perjalanan jauh dari desa sang nenek.


Sesampai di lantai dua, Lucky menatap sekeliling ruangan mencari kamar Ayu, sampai akhirnya dia melihat pintu kamar yang tertutup rapat, dan menebak sepertinya kamar itu adalah kamar yang dimaksud oleh bibi tadi.


Dia pun berjalan mendekat lalu berdiri di depan pintu, setelah itu Lucky mengepalkan tangannya dan mengetuk pintu.


Tok ... Tok ... Tok ...


Lucky mengetuk pintu secara berkali-kali namun, tidak ada jawaban. Tidak menyerah, dia kembali mengetuk pintu, tapi masih tidak ada jawaban, sampai akhirnya terdengar suara sesuatu seperti benda yang pecah dari dalam sana membuat Lucky segera membuka pintu seketika.


Prang ... (Suara benda pecah)

__ADS_1


Ceklek ...


Lucky segera membuka pintu, masuk ke dalam kamar dengan tergesa-gesa, diapun nampak mencari keberadaan Ayu, yang tidak terlihat dimana pun di dalam sana.


"Ayu ...? Kamu dimana? Ini aku, Lucky ...!'' teriak Lucky semakin dalam memasuki kamar bernuansa putih bersih tersebut.


Mata Lucky masih menatap sekeliling, sampai akhirnya dia melihat tubuh Ayu tergeletak di atas lantai dengan mulut yang mengeluarkan busa berwarna putih, di sebelahnya nampak gelas yang sudah dalam keadaan pecah dengan genangan air di bawahnya serta serpihan kaca yang berserakan tidak beraturan.


Panik, Lucky segera berlari menghampiri, dan meraih kepala Ayu, menyimpannya di atas pangkuan dirinya.


''Ayu, apa yang terjadi dengan kamu,'' teriak Lucky semakin panik.


Tubuh Ayu terlihat kejang-kejang dengan mata yang membulat sempurna dengan bola mata yang terlihat seperti terbalik.


''Ayu, sadar, Yu ...'' teriak Lucky, lalu dirinya segera meraih tubuh Ayu dan menggendongnya, dia berencana membawa gadis itu ke Rumah Sakit.


🌹🌹


Di Rumah Sakit.


Sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis itu? kenapa dia sampai mengeluarkan busa dari salam mulutnya, bahkan tubuhnya pun bergetar?


Akh, sungguh seorang Lucky di buat pusing karenanya. Tidak lama kemudian, Dokter pun keluar membuat Lucky menyudahi lamunannya dan berdiri menghampiri sang Dokter.


''Bagaimana keadaan Ayu, Dokter? apa yang menyebabkan dia seperti itu?'' tanya Lucky merasa cemas.


''Dimana keluarganya ...?'' tanya sang Dokter menatap sekeliling.


''Keluarganya masih dalam perjalanan, Dok. Saya pacarnya.''


''Untung Adek membawa dia tepat pada waktunya, jika tidak, mungkin nyawa gadis itu tidak akan terselamatkan.''


''Tapi sebenarnya dia kenapa, Dok?''


''Dia mengalami oper dosis akibat obat-obatan terlarang, sepertinya dia mengkonsumsi Ekta*i dalam jumlah banyak.''

__ADS_1


''Apa ...? Over dosis?'' Lucky terkejut bukan kepalang, dia sama sekali tidak tahu bahwa Ayu seorang pengguna obat-obatan terlarang.


''Apa kamu sebagai temannya tidak tahu kalau pasien seorang pengguna?''


Lucky menggelangkan kepalanya.


''Mulai sekarang sebaiknya Ade lebih memperhatikan dia, kasih dia dukungan dan jangan sampai dia kesepian. Sayang sekali kedua orangtuanya tidak ada di sini, seharusnya mereka menemani putrinya saat ini,'' ucap Dokter.


''Mudah-mudahan mereka segera datang, karena tadi saya sudah menghubungi mereka sebelum saya membawa dia kemari,Dok,'' jawab Lucky.


''Ya sudah kalau begitu, pasien akan segera di bawa ke ruang perawatan setelah keadaan dia stabil, saya permisi ...'' ucap sang Dokter lalu kembali masuk ke dalam ruangan.


Satu jam kemudian, Ayu pun di pindahkan ke ruang perawatan, dan Lucky masih setia menunggu di sana karena merasa iba melihat keadaan gadis dan telah berkali-kali menembak dirinya hingga dia terpaksa menerima cinta gadis bernama Ayu tersebut.


Lucky nampak duduk di kursi di samping tempat tidur, matanya menatap wajah Ayu yang terlihat masih memejamkan mata dengan alat bantu pernapasan yang menempel sempurna menutupi mulut dan juga hidungnya, dengan wajah yang terlihat pucat pasi serta pipi tirus membuatnya benar-benar terlihat seperti mayat hidup.


Jarum infus pun menancap sempurna di pergelangan tangan kirinya, membuat kondisi Ayu benar-benar terlihat mengenaskan.


''Aku gak tahu kalau hidup kamu benar-benar mengenaskan, Ayu.'' Ucap Lucky menatap lekat wajah Ayu.


Dia pun mengusap punggung tangan gadis itu, terselip rasa iba di dalam hatinya, dan sama sekali tidak menyangka bahwa Ayu, ternyata seorang pecandu. Lucky pun bertanya-tanya, apa yang menyebabkan Ayu terjerumus ke dalam jurang hitam dan terjerat dunia obat-obatan terlarang.


Ceklek ...


Tiba-tiba terdengar suara pintu di buka, dan seorang wanita dewasa masuk kedalamnya, menghampiri Ayu dengan wajah yang terlihat sedih. Lucky segera berdiri memberi ruang kepada wanita itu untuk berada di sisi Ayu.


''Ayu, sayang kamu kenapa, Nak ... hiks hiks hiks ...?'' lirih wanita tersebut yang merupakan ibu dari Ayu.


Tidak lama kemudian, seorang pria pun masuk ke dalam, dia berdiri di samping wanita tadi, melakukan hal yang sama.


''Semua ini gara-gara kamu, kalau saja kamu tidak sibuk dan sedikit meluangkan waktu untuk putri kita, mungkin dia tidak akan kesepian, dan terjerumus seperti ini,'' teriak pria tersebut menatap wajah istrinya.


''Apa kamu bilang? kenapa kamu menyalahkan semua ini sama aku? kamu sendiri gimana? apa kamu sudah memberikan waktu yang cukup untuk putri kamu, hah ...? kamu selalu sibuk dengan pekerjaan kamu yang tidak jelas itu, enak aja kamu main salahkan aku begitu saja, Revan ...!'' jawab sang istri merasa geram.


_____________------------_____________

__ADS_1


__ADS_2