Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Perkelahian


__ADS_3

Setelah puas berbelanja, Leonardo membawa istri tercintanya ke sebuah Restoran, dimana Restoran tersebut menyediakan makanan Italia.


Keduanya pun mencari meja yang kosong, Leonardo sengaja memilih meja yang paling ujung tepat di samping kaca jendela. Dirinya menarik kursi lalu mempersilahkan sang istri duduk dengan tersenyum manis.


Setelah itu dia pun duduk di kursi tepat di depan Adelia, tak lama kemudian pelayan Restoran pun datang dengan membawa buku menu.


''Silahkan di pilih, mau makan apa Tuan dan Nyonya,'' ucap pelayan menyerahkan masing-masing satu buah buku menu.


''Kamu mau makan apa?'' tanya Leonardo sambil membuka lembaran buku.


Adelia yang termenung menatap tulisan yang semua menunya bertuliskan menu makanan Italia, tidak menjawab pertanyaan suaminya, dia membaca satu persatu dan membuka tiap lembar buku, namun tidak satupun menu makanan yang dia mengerti, dia pun mengerutkan kening dan terus membuka tiap lembarnya.


Akhirnya matanya sedikit berbinar dan dia pun tersenyum senang, ada satu nama makanan yang sering dia dengan dan lihat di Televisi, dan dia belum pernah menyicipi makanan tersebut, yaitu, Spaghetti.


''Aku mau makan spaghetti,'' ucapnya senang.


''Baiklah. Mbak saya pesan dua porsi spaghetti bolognese ya, minumnya es jeruk saja...'' pesan Leonardo menatap pelayan tersebut.


''Baik, tuan. Bisa tunggu sebentar, saya siapkan terlebih dahulu pesanan anda,'' pelayan tersebut pun pergi setelah mencatat pesanan keduanya.


Adel menatap keluar jendela, dirinya tersenyum sambil menatap orang-orang yang melintas di luar Restoran yang semuanya berpakaian layaknya kaum sosialita.


Dia sama sekali tidak menyangka, dirinya yang hanya seorang penjual gorengan bisa berbelanja mall di mewah, bahkan makan di Restoran besar yang selama ini hanya bisa dia lihat di Televisi.


Leonardo pun tampak melakukan hal yang sama, dia melihat orang-orang yang berlalu-lalang, dan pandangannya seketika terhenti saat melihat sesosok Laki-laki yang jika di perhatikan sepertinya sedang memperhatikan keduanya dengan gerak-gerik yang mencurigakan.


Dia pun menatap dengan seksama, memastikan bahwa orang itu memang sedang mengintai dirinya dan juga sang istri. Karena merasa penasaran, dia pun senagaja berpamitan kepada Adelia berpura-pura akan pergi ke toilet.


''Kamu tunggu disini sebentar ya, aku ke toilet sebentar, sekalian masih ada satu barang yang ingin aku beli, tadi aku lupa, kamu makan saja duluan,'' ucapnya berdiri lalu keluar dari dalam Restoran.


Laki-laki yang sedari tadi mengintai pun sontak membalikan badan dan berjalan cepat, menyadari bahwa pengintaian dirinya telah di ketahui oleh Leonardo.

__ADS_1


Sementara itu Leonardo yang menyadari bahwa Laki-laki itu berjalan menjauh, segera berlari mengejar Laki-laki tersebut.


''Hei... tunggu...'' teriaknya menunjuk ke arah orang tersebut.


Dia yang sedang di kejar pun segera berlari kencang, menembus kerumunan orang yang sedang berlalu-lalang, tidak mau menyerah Leonardo pun terus berlari tanpa henti.


Sampai akhirnya yang di kejar pun sampai di jalan buntu yang merupakan pintu masuk ke sebuah Toilet wanita, dia pun berhenti karena tidak mungkin jika harus masuk ke dalam toilet yang isinya pasti wanita.


Dengan terengah-engah Leonardo berhenti dan berjongkok sebentar, lalu kembali berdiri.


''Siapa kamu? kenapa dari tadi terus mengikuti kami?'' tanya Leonardo dengan nafas yang masih sedikit tidak beraturan.


Bukannya menjawab, Laki-laki tersebut malah menyerang dirinya, melayangkan pukulan dan tendangan.


Buuk


Buuk


Terjadi perkelahian seimbang, Leonardo sempat tersudut namun akhirnya dia bisa menguasai pertarungan dan berhasil mengalahkan orang tersebut. Dia pun meletakan tangan di leher orang tersebut dan mendorongnya ke tembok.


''Siapa yang menyuruhmu melakukan ini?'' tanya'nya mengeratkan cengkraman tangannya.


''Ampun, saya hanya di suruh dan di bayar,'' jawab pria tersebut dengan nafas yang tersengal-sengal.


''Siapa yang menyuruhmu? cepat katakan, jika tidak, saya tidak segan untuk membunuhmu disini sekarang juga,'' ancam Leonardo semakin memperketat cengkraman hingga Laki-laki tersebut seperti tercekik.


''Nona An---anjelina, dia yang menyuruh saya.''


Leonardo pun melepaskan cengkraman tangannya secara kasar, sehingga orang tersebut tersungkur di atas lantai dengan meringis kesakitan. Setelah itu dia meraih kamera yang melingkar di lehernya dan melemparkannya ke atas lantai lalu menginjaknya sampai kamera tersebut hancur.


Pria itu hanya melihat dengan tatapan nanar, saat kamera miliknya di hancurkan begitu saja, dia mengusap wajahnya secara kasar dengan napas yang masih terlihat berat.

__ADS_1


Setelah kamera itu hancur, Leonardo pun mengeluarkan segepok uang dari dalam dompetnya dan melemparkannya begitu saja kepada pria tersebut yang saat ini sedang sedikit terkapar di atas lantai.


''Ini uang untuk mengganti kamera mu, jangan pernah melakukan hal ini lagi, jika Angel bertanya bilang saja kau ketahuan dan kamera mu aku rusak,'' ucapnya, lalu melangkah meninggalkan orang tersebut.


Dia yang di lemparkan uang pun meraih satu-persatu lembaran uang yang berserakan di atas lantai, entah jumlahnya ada berapa banyak, namun sudah cukup membuat orang tersebut kegirangan.


Leonardo hendak kembali ke Restoran, karena sudah pasti sang istri sedang menunggu dirinya, dia pun sedikit merapikan pakaian nya yang sempat lusuh karena perkelahian, dengan masih dalam keadaan berjalan.


Langkahnya pun terhenti seketika, saat melihat toko yang menyediakan handphone, dirinya baru ingat bahwa sang istri sampai saat ini tidak memiliki handphone sama sekali.


Dia pun masuk ke dalamnya, dan memilihkan dua handphone yang paling bagus dan paling mahal, satu untuk dirinya dan satu lagi untuk istri tercintanya.


Setelah memilih dan langsung membayar tanpa berfikir panjang, dia segera keluar dan kembali berjalan menuju Restoran dimana sang istri sedang menunggu dirinya.


Adelia terus menatap keluar jendela menanti Leonardo yang katanya akan pergi sebentar ke toilet, namun sudah lebih dari satu jam suaminya tersebut belum juga kembali, dirinya terus memandang keluar jendela dengan tatapan khawatir.


Sampai akhirnya sang suami pun terlihat dari kejauhan, berjalan mendekat dengan membawa satu kantong belanjaan.


''Kamu darimana saja si?'' tanya Adel merasa kesal.


''Maaf, tadi ada urusan sebentar, aku juga beliin handphone baru untuk kita, aku baru sadar bahwa selama ini kita tidak memiliki handphone sama sekali,'' jawabnya meletakan kantong berisikan handphone di atas meja, lalu duduk.


''Wah, makanannya sudah dingin, ya,'' ucapnya lagi tanpa menyadari bahwa sang istri sedang memperhatikan wajahnya dengan tatapan tajam.


''Apa aku pesan lagi saja, Spaghetti nggak enak kalau sudah dingin begini,'' Leonardo masih berbicara tanpa di jawab apapun oleh Adelia.


Dia pun hendak melambaikan tangannya untuk memanggil pelayan, namun dia mengurungkan niatnya seketika saat menyadari bahwa sang istri sedang menatap wajahnya dengan tatapan yang sangat tajam.


''Siapa kamu sebenarnya?'' tanya Adel dengan sorot mata sinis dan suara yang penuh dengan penekanan.


_______________----------______________

__ADS_1


__ADS_2