Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Tidak Sabaran


__ADS_3

Alex mengusap lembut bibir Emillia yang terlihat basah sesaat setelah menyudahi ciuman panas mereka, pandangan mata mereka pun saling beradu seraya saling melayangkan senyuman, senyum bahagia yang membuat hati sepasang kekasih beda usia itu terasa berbunga-bunga.


''Mas bahagia sekali sekarang, sungguh. Setelah sekian lama, akhirnya Mas bisa menjadi laki-laki normal, memiliki kekasih dan akan segera memiliki istri layaknya laki-laki kebanyakan, selama ini Mas selalu kesepian, dan berfikir bahwa mungkin Mas tidak akan pernah merasakan bahagianya dicintai. Terima kasih Emill, terima kasih karena telah Sudi menerima cinta dari laki-laki yang tidak sempurna ini,'' lirih Alex, bersungguh-sungguh.


''Sama-sama, Mas. Aku pun berterima kasih padamu, karena telah menjadi pelipur lara aku, dan karena telah menyirami luka di dalam hatiku dengan kasih sayang dan cinta yang Mas berikan, meski baru sekejap, namun, semua yang Mas berikan sungguh membuat aku merasa bahagia,'' jawab Emil.


''Akh ... Kenapa si kita gak nikah sekarang juga, kesel deh jadinya ...'' gerutu Alex menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


''Mulai lagi deh ...!''


''Pokoknya Minggu depan Mas akan segera urus pernikahan kita, menyelesaikan ini dan itu seperti yang kamu katakan tadi, dan mudah-mudahan bulan depan kita bisa langsung menikah, oke ...?'


''Tapi, Mas-?'' Emill tidak meneruskan ucapannya, karena jari telunjuk Alex diletakkan begitu saja di bibir Emillia.


''Hus ... Jangan membantah lagi, kamu dengar apa yang dikatakan Leo? lebih cepat lebih baik, Mas takut gak bisa menahan gejolak di dalam jiwa Mas yang terasa semakin meronta-ronta, apa kamu tau gimana rasanya?'' ucap Alex, mengusap kasar wajahnya.


''Ha ... ha ... ha ...! Mas ini, kalau Mas gak bisa mengendalikan gejolak yang tadi Mas sebutkan itu, ya udah jangan deket-deket, jaga jarak aja sekalian."


"Eu ... Nggak, bukan begitu maksud Mas, baiklah ... Mas akan menahannya, sekuat tenaga. Asalkan kita jangan jaga jarak," jawab Alex, semakin mendekatkan tubuhnya.


Emillia terkekeh melihat sikap calon suaminya tersebut.


"Kalau kita sudah menikah nanti, Mas akan bawa kamu ke kota. Mas juga akan mencarikan sekolah baru untuk kamu mengajar, agar ilmu yang kamu punya tidak sia-sia, dan kamu masih bisa bekerja sebagai seorang guru pengajar.''


''Iya, Mas. Aku akan ikut kemanapun suami aku membawaku nantinya.''


''Eu ... Ada satu hal lagi yang belum kamu ketahui.''


''O iya, ada sesuatu juga yang ingin aku tanyakan sama Mas.''

__ADS_1


''Ya sudah kamu duluan,'' pinta Alex.


''Begini, Mas 'kan belum pernah menikah? lalu Amora itu-''


''Itu yang ingin Mas ceritakan sama kamu,'' timpal Alex menyela.


''Jadi ...?''


''Amora itu sebenernya adalah anak angkat Mas, dulu waktu Mas tinggal di Amerika, Mas mengadopsi dia dari semenjak dia masih berumur 5 tahun, dan Mas sayang sekali sama dia, Mas tidak pernah menganggap dia anak angkat.''


''Oh jadi begitu, pantas saja wajah Amora terlihat tidak mirip sama sekali sama Mas, dia lebih ke bule-bule'an.'' Jawab Emill akhirnya mengerti.


''Mas harap kamu bisa menerima dan menyayangi Amora seperti anak kandung sendiri, ya ...?''


''Tentu saja, aku akan menyayangi dia layaknya anak kandung sendiri, lagipula dia anak yang baik.''


''Iya ... Iya ... sayang ...''


Mendengar kata sayang yang baru saja meluncur dari bibir calon istrinya itu benar-benar membuat jiwa Alex bagai melayang, bahkan hati pria berumur 47 tahun itu pun kini terasa berbunga-bunga.


''Pokoknya, bulan depan kita menikah, dan Mas akan segera menjemput kamu setelah syarat-syarat pernikahan kita selesai, Oke ...?'' ucap Alex sedikit memaksa.


''Iya, lakukan seperti yang Mas inginkan, sepertinya Mas benar-benar sudah tidak bisa menahannya lagi ...'' jawab Emillia terkekeh merasa lucu.


🍀🍀


Satu bulan kemudian.


Alex benar-benar serius dengan ucapannya, dia segera mengurus surat-surat yang di butuhkan untuk dia menikah setelah dia kembali dari desa satu bulan yang lalu, dan besok, acara pernikahan pun akan segera dilaksanakan.

__ADS_1


Dia akan menyelenggarakan acara pernikahan di sebuah hotel berbintang lima dengan mengundang banyak tamu undangan, dan tentu saja, Leo yang merupakan sahabat karibnya akan menjadi saksi pernikahan Alex dengan wanita bernama Emillia.


Malam ini, Alex nampak duduk atas kursi roda di dalam kamarnya, dia menatap ke arah luar jendela Apartemen miliknya, membayangkan betapa bahagianya dia besok setelah Emillia resmi menjadi istrinya.


Lamunannya pun buyar seketika saat Amora masuk begitu saja ke dalam kamar, membuat Alex segera menoleh ke arah pintu, dan menatap wajah putrinya tersebut dengan raut wajah yang terlihat senang.


''Dad ...? Daddy lagi apa? calon pengantin gak boleh melamun, lho ...'' ucap Amora, berjalan mendekat lalu berjongkok tepat di depan sang ayah.


''Nggak, kata siapa Daddy melamun? justru Daddy bahagia sekali sekarang,'' jawab Alex menatap lekat wajah Amora.


Amora pun menatap wajah sang ayah, dia meraih kedua tangan ayahnya tersebut dan menggenggam jemarinya, dengan perasaan haru dia pun mengucapkan kata selamat kepada ayahnya tersebut.


''Dad, selamat ya, akhirnya Daddy akan menikah juga, aku sungguh bahagia. Mulai besok Daddy gak akan kesepian lagi, ada yang akan mengurus Daddy dengan baik, karena Tante Emill wanita yang sangat baik. Aku berharap pernikahan Daddy besok lancar tanpa satu hambatan apapun,'' lirih Amora, menunduk menatap punggung tangan sang ayah, seraya mengusapnya lembut.


''Makasih, sayang. Daddy pun bahagia sekali, karena calon ibumu itu dapat menerima keadaan Daddy yang tidak sempurna ini, dia bahkan mengatakan bahwa dia tidak merasa jijik sama sekali melihat keadaan kaki Daddy yang seperti ini, Daddy sungguh beruntung memiliki calon istri seperti dia, Daddy bahagia sekali ...''


Amora tidak menjawab, yang terdengar kini hanya suara isak tang terdengar sedikit di tahan.


''Hey ... Sayang ... Apa kamu menangis ...?'' tanya Alex, meletakan telapak tangannya di kedua sisi pipi Amora.


''Maaf, Dad. Seharusnya aku gak boleh menangis, tapi aku sungguh gak bisa lagi menahan rasa haru, aku benar-benar bahagia, Dad. Hiks hiks hiks ...'' lirih Amora, tangisnya pun pecah seketika.


Melihat hal itu, Alex segera memeluk tubuh sang putri, membiarkan putrinya itu menangis sesenggukan di dalam dekapannya.


''Aku doakan semoga pernikahan Daddy abadi sampai maut memisahkan kalian, dan aku juga berharap semoga Tante Emill senantiasa mencintai Daddy apa adanya. Aku bahagia sekali, Dad ... Hiks hiks hiks ...'' tangis Amora semakin mendekap erat tubuh sang ayah.


Alex hanya bisa mengangguk pelan, dirinya pun tidak bisa menahan rasa haru di dalam hatinya, hingga tanpa terasa air mata seorang Alex pun ikut berjatuhan membasahi rahangnya.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀

__ADS_1


__ADS_2