Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Turunnya Harga Saham


__ADS_3

''Sayang... suamiku... bangun, sudah pagi, kamu harus pergi ke kantor,'' Adelia menggoyangkan tubuh suaminya secara pelan, tidak ingin membangunkan si kembar.


Leo pun membuka mata, mengedipkan'nya secara perlahan, menyesuaikan sinar matahari yang mulai memasuki kelopak matanya.


Dan setelah matanya di buka secara sempurna, dia pun bangkit lalu duduk, menguap dan merentangkan kedua tangannya, setelah itu, diapun menatap wajah sang istri yang sudah dalam keadaan duduk di sampai dirinya.


''Kamu sudah bangun? jam berapa sekarang?'' tanya Leo mengusap kedua matanya dengan telapak tangan.


''Bangunlah, sekarang jam lima pagi.''


Leo tiba-tiba menatap ke atas ranjang yang terlihat kosong, lalu mengalihkan pandangannya ke arah si kembar yang masih tertidur pulas di atas karpet tebal.


Dia pun tersenyum nakal, lalu menatap wajah sang istri dengan alis yang di angkat ke atas, seraya tangannya menarik baju tidur yang di pakai oleh istrinya.


''Sayang... ehem... ehem...''


''Apa...?'' Adel pura-pura tidak mengerti.


''Itu... Anu... mumpung si kembar masih tidur,'' Leo sedikit tersenyum nakal dengan mata yang di kedip'kan.


''Hmmm...'' Adel menarik napas panjang, dia tidak dapat menolak keinginan suaminya dan akhirnya mengangguk pelan.


Merasa senang, Leo pun bangkit secara perlahan, lalu menarik lengan sang istri ke atas pembaringan, dan membaringkan tubuh sang istri, yang terlihat sangat menggoda, karena hanya mengenakan baju tipis dengan satu tali yang melingkar di bahu mulusnya.


Di awali dengan kecupan tipis, di kening, lalu turun ke pipi, hingga sampailah di bibir ranumnya, Adelia seperti menikmati setiap sentuhan jemari sang suami yang membuatnya memejamkan mata merasakan ken****Tan.


Keduanya pun memulai pendakian, dengan senyuman dan belaian penuh kasih sayang, saling meluapkan birahi yang sempat terpendam, saling bergoyang sampai memutarkan badan, seraya mend***** merasakan ke****.


Mereka pun berganti posisi, kini sang istri yang memegang kendali, menggoyangkan pinggang bak seorang penari, hingga dirinya mencapai puncak sendiri dan me**** seraya memejamkan mata merasakan puncak ken***Tan.


Setelah itu, giliran sang suami yang hendak mencapai puncak, dia menggoyangkan pinggulnya dengan irama yang tidak beraturan, hingga akhirnya Ken****Tan itu berhasil di capai, dan ke-dua pun terbaring lemas di atas pembaringan, dengan napas yang tersengal-sengal dan tubuh penuh dengan peluh dan keringat.


''Terima kasih sayang, tubuhku terasa segar sekarang, istriku memang the best...'' Leo mengangkat satu jempol'nya.


Adel hanya tersenyum, seraya menarik napas panjang, setelah sekian lama, akhirnya dia bisa mendapatkan ken****Tan.


Tidak lama kemudian...


Eak


Eak


Eak


Si kembar bangun secara bersamaan, Leo dan Adelia pun saling melayangkan tatapan lengkap dengan senyuman, keduanya pun segera meraih pakaian dan memakainya, setelah itu baru meraih si kembar.

__ADS_1


***


Pukul 07.00 Di meja makan.


Kring


Kring


Kring


Ponsel Leo berbunyi, dia mengangkat telpon dengan mulut yang penuh dengan makanan.


''Halo, Angel... ada apa pagi-pagi sekali sudah menelpon?''


''Bos, saham kita tiba-tiba turun drastis, bos. Bagaimana ini? perusahaan kita di ambang... di ambang---'' Angel tidak meneruskan ucapan'nya, tidak kuasa berbicara yang sesungguhnya.


''Apa maksud'ku, kalau bicara yang jelas dong?'' Leo mengerutkan keningnya, dan menghentikan gerakan mulutnya.


''Pokoknya, kita harus segera melakukan rapat darurat,'' ucap Angel kemudian.


''Baiklah, aku akan berangkat ke kantor sekarang,'' Leo segera berdiri dan hendak pergi, namun sebelum dia pun meraih terlebih dahulu satu buah gorengan dari atas meja makan.


''Ada apa? sepertinya ada masalah besar?'' tanya Adel, ikut berdiri lalu merapikan dasi berwarna merah yang di kenakan oleh suaminya tersebut.


''Ya sudah, apapun yang terjadi kamu harus sabar, jangan emosi, hadapi setiap masalah dengan kepala dingin, oke...?'' Adel menenangkan.


''Iya, sayang.'' Leo mengecup kening sang istri dengan mulut terisi oleh gorengan, bahkan bibirnya pun berminyak yang berasal dari gorengan tersebut.


''Dih, bibirmu berminyak,'' Adel mengusap keningnya sendiri.


Kemudian dia meraih tisu dari atas meja dan mengusap bibir suaminya.


''Makannya kaya anak kecil aja si, sampe belepotan begini,'' Adel mengusap lembut bibir suaminya.


''Iya... iya... aku buru-buru, aku berangkat dulu ya,'' Leo pergi secara tergesa-gesa, hingga dia pun lupa tidak bersalaman terlebih dahulu seperti yang biasa dia lakukan setiap hari kepada istrinya.


Alhasil dia pun kembali memutar badan dan menyodorkan lengannya kepada sang istri.


''Maaf aku lupa,'' ucapnya.


Adel pun menerima uluran tangan sang suami seraya tersenyum.


''Hati-hati ya.''


Leo menganggukan kepala, kemudian berbalik dan hendak pergi, namun dia mengurungkan niatnya.

__ADS_1


''Ada apa lagi?''


Tunggu...'' mendekati meja makan dan meraih satu buah gorengan yang langsung di makannya sambil berjalan.


Adel menggelengkan kepalanya, seraya tersenyum, melihat tingkah sang suami yang sama sekali tidak pernah merasa bosan dengan cemilan yang bernama gorengan tersebut.


***


Pagi-pagi Leonardo selaku Direktur utama dan pemilik perusahaan sekaligus pemegang saham terbesar, mengadakan meeting mendadak, meeting tersebut dia lakukan di ruangan kerjanya, dan hanya di hadiri oleh beberapa orang saja, termasuk sekertaris'nya, Angelina.


Leo nampak membaca sebuah laporan keuangan, dia membolak-balikkan beberapa lembar kertas secara bergantian, dia pun nampak mengerutkan keningnya dengan kaca mata yang sedikit merosot di tengah-tengah hidung'nya.


''Kenapa bisa begini? bulan kemarin saham kita masih stabil, kenapa sekarang tiba-tiba merosot seperti ini?'' Leo meletakan secara kasar kertas yang baru saja selesai di bacanya.


''Anu bos, saya juga tidak tahu, dua Minggu ke belakang juga saham kita masih baik-baik saja,'' jawab orang yang menjabat sebagai kepala keuangan.


''Sepertinya ada salah satu investor kita yang sengaja menarik investasi'nya di perusahaan kita,'' ucap Angel, berdiri di samping pria yang menjabat sebagai kepala keuangan.


Leo termenung sejenak, seperti'nya apa yang di katakan oleh Angel adalah benar, karena jika investor menarik uang investasinya, Otomasi keuangan perusahaan akan menurun, dan saham secara drastis juga akan terjun.


''Apa yang akan kita lakukan sekarang, bos?'' tanya Angel.


''Coba cek, investor mana yang menarik investasi'nya dari kita, jika perlu kita akan kembali melobi dia untuk mengurungkan niatnya tersebut,'' titah Leo kepada semua yang hadir di sana.


''Baik, bos.''


Semua yang hadir di sana pun keluar dari dalam ruangan, tinggal Leo sendiri, menatap kertas yang tergeletak di atas meja.


Kemudian dia pun membelalakan matanya, terkejut seketika mengingat bahwa, sudah beberapa hari ini dia sama sekali tidak melihat Alex berada di kantor.


Leo pun berdiri lalu berjalan keluar dari dalam ruangan, dia berniat pergi ke ruangan Alex, dan setelah sampai di sana, dia pun mengetuk pintu lalu masuk ke dalamnya.


Matanya terlihat membulat sempurna, tatkala mendapati ruangan Alex sudah terlihat kosong, seperti tanpa berpenghuni.


''Kemana dia pergi, brengsek...'' ( Leo bergumam kesal)


________---------_________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya reader.


_________________


Rekomendasi Novel.


__ADS_1


__ADS_2