Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Dibubarkan


__ADS_3

Hari ini akhirnya Leo resmi akan menyerahkan perusahaan miliknya kepada putra sulungnya yang bernama Axel, selain karena putranya itu sudah menikah dan menjadi suami dari gadis yang bernama Amora, Leo juga ingin menghabiskan masa tuanya bersama sang istri dengan menghuni rumah milik mendiang ibu Sarah di desa.


Di usianya yang sudah lebih dari 50 tahun itu, Leonardo yang masih terlihat tampan walau sudah tidak muda lagi itu sudah benar-benar merasa lelah mengelola perusahaan yang merupakan perusahaan turun temurun yang ditinggalkan oleh kedua orang tua Leo.


Leo bersama Axel nampak sudah berada di ruangan meeting, ayah dan anak itu nampak sama-sama memakai stelan jas yang sama dengan warna yang sama juga merek desainer yang sama.


Mereka benar-benar terlihat seperti Kakak dan adik, wajah Axel yang memang sama tampannya dengan ayahnya itu membuat keduanya bak pinang di belah dua.


Axel berdiri di samping sang ayah, di depan puluhan orang yang merupakan dewan direksi dan pemegang saham sekaligus para Direktur Leo akhirnya menyerahkan tongkat estafet kepemilikan perusahaan kepada putra sulungnya tersebut.


Alex yang juga ada di sana nampak tersenyum bahagia sekaligus bangga melihat menantunya menjadi pemimpin sekaligus pemilik perusahaan milik sahabat yang kini telah menjadi besannya.


Satu lagi yang membuat dia merasa bahagia yaitu, dia tidak salah menikahkan putri sulungnya dengan pria bernama Axel itu.


Riuh tepuk tangan nampak mengiringi acara serah terima jabatan itu, Axel akan tercatat sebagai Presiden Direktur termuda yang pernah memimpin perusahaan karena dulu Leo mengambil alih perusahaan itu pun pada usia 33 tahun.


''Selamat, Axel. Kamu telah resmi menjadi Presiden Direktur di perusahaan Papi. Papi harap kamu bisa membawa perusahaan menjadi lebih baik dan berkembang lagi kedepannya,'' ucap Leo memeluk tubuh putra sulungnya.


''Terima kasih, Pap. Terima kasih karena Papi mau percaya sama aku untuk memimpin perusahaan ini, aku akan berusaha keras membawa perusahaan ini menjadi lebih baik lagi.'' Jawab Axel dengan mata yang terlihat berkaca-kaca.


Leo pun mengurai pelukan, menatap wajah Axel dengan tatapan bangga, dia sama sekali tidak menyangka bahwa putra sulungnya ini kini telah benar-benar dewasa.


'Waktu memang begitu cepat berlalu, putra kembar ku kini sudah benar-benar dewasa,' ( batin Leo )


Setelah acara serah terima selesai Alex nampak mengajak Leonardo untuk makan siang bersama di sebuah Restoran besar dan mewah, tentu aja dia pun mengajak serta Axel, namun, Axel menolak karena harus mempelajari pekerjaan yang baru saja di terimanya.


Alex nampak duduk saling berhadapan dengan sahabatnya, memutar sendok minuman lalu menyeruputnya pelan.


''O iya, Leo. Apakah kamu serius mau pindah ke desa terpencil itu?'' tanya Alex.

__ADS_1


''Iya aku serius, aku ingin menghabiskan masa tua aku dengan istri tercintaku di sana, berdua mengenang masa muda, dan tentu saja sekalian berbulan madu," jawab Leo.


''Heuh ... Bulan madu, apa kamu lupa kamu sudah tua? sudah tidak pantas lagi untuk kalian berbulan madu, dasar ...''


''Ya suka-suka aku dong, iri bilang, bos.''


''Dih ... siapa yang iri, nggak banget.''


''Ha ... ha ... ha ... dasar pembohong.''


''Satu lagi. Gimana dengan perkumpulan Mafia kamu itu? apa kamu sudah membubarkan mereka semua?'' tanya Alex lagi.


''O iya, aku sampai lupa sama mereka, kamu temenin aku ke markas ya, setelah makan aku akan bicara sama mereka semua, sekaligus bantu aku buat bagiin uang pesangon buat mereka, biar mereka bisa membuka usaha sendiri setelah perkumpulan itu aku bubarkan.''


''Ish ... kamu ini, enak aja suruh-suruh aku, emangnya aku ini babu kamu apa? 'kan ada si Ryan assisten kamu itu.''


''Dia harus bantu Axel di perusahaan, apa kamu lupa dia jadi wakil direktur?''


''Dih siapa yang maksa, aku kan cuma minta tolong, kalau kamu gak mau, ya udah aku gak bakalan maksa.''


''Ya udah gak jadi kalau gitu, aku kan sudah bilang gak mau tadi.''


''Yah, jangan gitu dong. Kamu 'kan sudah bilang mau bantu tadi, masa di batalin, gimana sih?''


''Hadeuh ... Dasar Leonardo, itu sama aja namanya dengan maksa, MAKSA ...! ngerti ...''


''Iya-iya terserah kamu aja deh, ha ... ha ... ha ...'' Leo tersenyum renyah.


Akhirnya, makanan yang di pesan pun datang. Leo dan Alex segera menyantap makanan yang mereka pesan sebelum mereka berdua pergi ke markas besar dimana perkumpulan Mafia yang dipimpin oleh Leo berada.

__ADS_1


🍀🍀


Leo dan Alex akhirnya tiba di markas besar, seluruh anak buah Leo nampak sudah berkumpul di sana dan merasa sedih karena mereka memang sudah mendengar bahwa tempat mereka mencari nafkah itu akan segera di bubarkan.


Leo berdiri di depan seluruh anak buahnya, tentu saja bersama Alex yang saat ini berdiri tepat di sampingnya.


''Sebenarnya aku berat mengatakan ini pada kalian semua. Kalian sudah aku anggap seperti saudara aku sendiri, tapi mau gimana lagi, aku sudah tua dan aku pun sudah berjanji pada istriku bahwa aku akan mengakhiri karirku di dunia Mafia.''


''Karir? emangnya kamu artis?'' celetuk Alex membuat Leo sontak menatap tajam ke arahnya.


''Apa ...? Ya udah maaf, silahkan teruskan lagi, bos Leo.'' Alex dengan sedikit bercanda.


''Tapi kalian gak usah khawatir, aku sudah menyiapkan pesangon yang besar untuk kalian, Alex coba bagikan amplop yang ada di kantong ini,'' pinta Leo, dan Alex pun mendengus kesal.


''Baik, Bos Leo.'' Jawab Alex sedikit bercanda lagi.


Alex pun membagikan amplop tebal berwarna coklat, setiap orang mendapatkan satu amplop, dan seperti'nya uang yang ada di dalam amplop tersebut tidak dalam jumlah sedikit, membuat Alex tercengang saat mengintip isi di dalam amplop tersebut.


'Wah ... Si Leo royal juga, ini sih bukan hanya bisa membuka usaha baru, tapi bisa buat makan seumur hidup juga cukup,' ( Batin Alex )


Setelah selesai membagikan seluruh amplop tersebut, kini tinggal sisa satu amplop lagi, membuat Alex bengong lalu kembali memeriksa semua orang takut ada dari mereka yang terlewatkan.


''Aku memang sengaja lebihin satu buat kamu, Lex. Anggap saja ini adalah upah karena kamu sudah nemenin aku ke sini,'' celetuk Leo, dan Alex pun tertawa seketika.


''Ha ... ha ... ha ...! kamu serius Leo? padahal aku ikhlas lho bantu kamu, serius ...!" tawa Alex, mengintip uang yang ada di dalam amplop.


"Ya udah kalau gak mau," Leo hendak mengambil amplop itu lagi, namun, Alex segera memasukkannya ke dalam saku celananya.


"Eit ... gak baik mengambil lagi yang udah kamu berikan, lumayan buat beli susu si Lucky. Makasih ya Leo. Aku terima pemberian kamu ini.'' Ucap Alex tersenyum menyeringai membuat Leo seketika tertawa melihat tinggi sahabatnya tersebut.

__ADS_1


''Dasar, aki-aki bau tanah.'' Ejek Leo tertawa renyah.


🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀


__ADS_2