Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Bertemu Di Lorong


__ADS_3

'Sedang apa bang Alex berada di sana?'


Angel bergumam pelan, seraya memperhatikan setiap gerakan yang di lakukan oleh pria tersebut, setelah itu dia pun berjalan mundur dengan perlahan, merasa takut jika Alex akan melihat dirinya berada di sana, sampai akhirnya dia berbalik dan meninggalkan ruangan tersebut.


Angel berjalan cepat, pikirannya tertuju pada Alex, seperti'nya dia melakukan hal yang mencurigakan, pikiran itu sejenak menghatui otak kecilnya, namun dengan segera dia pun menepis bayangan Laki-laki kejam itu, dan tidak ingin di buat pusing jika terlalu memikirkannya.


Di perjalanan Angel bertemu dengan suaminya, Ryan sengaja mengantar Angel ke Rumah Sakit untuk melihat keadaan Adelia dan bayinya.


''Sudah melihat bayi'nya? bagaimana, apakah dia tampan?'' Ryan tersenyum berjalan mendekat.


Angel mengangguk.


''Ya sudah, aku mau berbicara dengan bos Leo dahulu, setelah itu kita pulang, ya...?''


Angel kembali mengangguk.


Keduanya berjalan secara beriringan, dengan lengan Ryan merangkul pinggang ramping istrinya, Ryan nampak menatap wajah Angel yang seperti terlihat pucat dan sedikit melayangkan tatapan kosong, andai saja dia tidak merangkul pinggang'nya mungkin saja Angel sudah kehilangan arah dalam berjalan.


Namun Ryan hanya terdiam, ingin rasanya dia bertanya, namun dia akan menyimpan pertanyaan itu nanti, sewaktu mereka sudah berada di rumah.


Mereka pun sampai di depan ruang ICU, dan kebetulan saja, Leo pun baru keluar dari dalam sana.


''Bos...!'' Ryan menyapa lalu berdiri di depan bos'nya.

__ADS_1


Leo tersenyum menatap Angel dan juga Ryan, dari wajah'nya terlihat jelas bahwa Leo sedang memendam sejuta kesedihan.


''Bagaimana keadaan Adelia, bos?'' tanya Angel menatap dengan tatapan iba.


''Kondisinya sudah stabil, namun dia belum juga bangun, sepertinya istri'ku itu ingin beristirahat sebentar lagi,'' jawab Leo mencoba tegar.


''Kami ikut sedih saat mendengar keadaan Nyonya, kami sungguh berharap dan mendoakan semoga Nyonya cepat bangun dan berkumpul kembali dengan anak-anaknya,'' Ryan menatap wajah Leo.


''Terima kasih, kalian masih menyempatkan datang kemari, disela-sela kesibukan kantor yang aku tugaskan, dan aku juga minta maaf, karena kalian berdua harus menghandle pekerjaan kantor, karena seperti'nya aku akan terus menemani istri'ku, sampai dia siuman.''


''Tidak apa-apa, bos. Itu sudah tugas kami sebagai bawahan bos, kami juga senang bisa membantu pekerjaannya bos,'' jawab Angel.


Setelah itu mereka pun berpamitan, setelah sebelumnya menatap ke arah Adelia dari balik tembok kaca tebal, keduanya sungguh merasa sangat iba, melihat keadaan istri dari atasannya tersebut.


Sepeninggal kedua orang kepercayaan'nya, Leo pun berjalan menuju kamar dimana bayinya berada, berjalan dengan langkah gontai menahan sejuta kesedihan.


Pandangannya pun di kejutkan seketika saat melihat sosok orang yang kini sedang berjalan mendekat, orang yang sangat dia benci, yaitu Alex Will.


''Kamu...?'' Leo menatap penuh kebencian.


''Halo, sobat...'' Alex melambaikan tangan dengan tersenyum licik.


''Sedang apa kamu disini, brengsek...?''

__ADS_1


Leo berucap dengan nada suara sedikit di tahan, namun seperti menahan rasa geram.


''Kenapa? apa Rumah Sakit ini milik nenek moyangmu? sehingga aku tidak di perbolehkan berkunjung ke sini, hah?''


Leo terdiam, dengan mata yang bulatkan, keduanya berdiri saling berhadapan, saling melayangkan tatapan tajam yang menyiratkan kebencian yang mendalam.


''Leo...! ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan'mu, sesuatu yang sangat penting, tapi aku minta, kamu tahan emosi'mu terlebih dahulu, sampai aku benar-benar selesai bicara, oke...?''


''Apa yang ingin kamu bicarakan, bajingan...''


''Sebenarnya aku, aku ingin melakukan tes DNA?''


''Tes DNA? apa maksudmu? tes DNA siapa?'' Leo tidak mengerti.


''Tes DNA terhadap bayi yang baru saja dilahirkan oleh istri'mu...''


Deg...


Jantung Leo berdetak begitu kencang, matanya menatap tajam wajah Alex, dengan mengerutkan keningnya, bola matanya pun terlihat membulat sempurna seraya menyimpan tanda tanya, tentang apa yang baru saja dikatakan oleh musuhnya tersebut.


__________----------__________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya Reader ❤️❤️💓

__ADS_1


__ADS_2