Terjerat Cinta Mafia Tampan

Terjerat Cinta Mafia Tampan
Kesepakatan


__ADS_3

Pukul 9 malam, Leo baru saja pulang dari kantornya dia harus bekerja lembur demi menyelesaikan pekerjaan, dia memasuki rumah dengan langkah yang terlihat berat karena merasa lelah, setelah menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi perusahaan.


Namun berkat kerja keras dirinya dan seluruh bawahannya, akhirnya tinggal selangkah lagi dia dapat mendapatkan dana dadakan, dari hasil menawarkan beberapa properti dirinya untuk di jual, dan tentunya tidak di jual kepada orang sembarangan karena nilai properti yang akan di keluarkan berharga miliaran.


Keadaan rumah tidak seperti biasanya yang selalu di sambut oleh istri tercintanya dengan senyuman, namun entah mengapa malam ini istrinya pun tidak terlihat, suasana pun terlihat sepi, hingga akhirnya terdengar suara tangis si kembar dari arah belakang.


Leo pun berjalan menghampiri dan berharap bahwa Istrinya berada di sana dengan menggendong si kembar, namun harapannya pupus karena dia sama sekali tidak menemukan Adelia di sana.


Dia hanya melihat kedua baby sister'nya menggendong si kembar yang sedang dalam keadaan hendak tertidur dan sedikit rewel tidak seperti biasanya.


''Lho... Istriku kemana? ko aku belum melihat'nya?'' tanya Leo menghampiri.


''Nyonya dari siang belum pulang, Tuan,'' jawab Wina.


''Apa? yang benar kamu? tadi siang setelah menemaniku makan siang dia langsung pulang, ko.'' Leo panik.


''Tapi sampai saat ini, Nyonya belum juga kembali, Tuan.''


''Kemana dia sebenarnya,'' Leo meraih handphone dan mencoba menelpon.


Tut Tut Tut


''Handphone tidak aktif lagi.''


Leo berjalan keluar hendak mencari Adelia, perasaan cemas dan rasa khawatir pun kini menyelimuti hatinya, tidak biasanya istrinya tersebut keluar rumah, apalagi sampai malam begini, mengingat dia membawa mobil sendiri, Leo sungguh takut jikalau terjadi sesuatu yang buruk kepada istrinya tersebut.


Baru saja Leo hendak melangkah keluar, tiba-tiba hujan pun turun dengan begitu derasnya disertai dengan petir yang menggelegar, tak menghiraukan hal tersebut, dia berniat akan tetap mencari keberadaan istrinya, Adelia.


Leo hendak melangkah menghampiri mobil yang terparkir di garasi, tapi langkahnya terhenti seketika saat melihat mobil yang di kendarai oleh Adelia perlahan memasuki halaman dan masuk ke garasi.


Leo segera menghampiri ke arah mobil yang perlahan berhenti, dan kemudian Adel pun keluar dari dalam mobil dengan wajah pucat, dan rambut sedikit berantakan, baju yang di pakainya pun terlihat basah, padahal Adelia sama sekali tidak kehujanan.


''Adel, dari mana kamu? mengapa jam segini baru pulang?'' Leo menatap wajah istrinya dengan perasaan cemas.

__ADS_1


''Aku capek, bertanya nya nanti saja,'' jawab Adel datar dan langsung berjalan ke dalam rumah.


''Tunggu... sayang... kamu kenapa?''


Adel tidak menghiraukan dan masih tetap berjalan, masuk ke dalam rumah dengan diikuti oleh suaminya.


''Adel... tunggu sayang, Adelia Pasha...'' Leo masih mengejar dan memanggil.


Namun yang di kejar dan di panggil pun tetap tidak menghiraukan, Adelia kini masuk kedalam kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.


Tok


Tok


Tok


Leo mengetuk pintu kamar mandi, sungguh hatinya diliputi rasa penasaran, mengapa istrinya bersikap seperti itu? dan dari mana sebenarnya sang istri pergi?


***


Di dalam kamar mandi.


Adel menyalakan shower, dia duduk di bawahnya dengan hati yang sangat terluka, membasuh seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir dari atasnya, mengusap setiap jengkal tubuh yang tadi di sentuh oleh bajingan bernama Alex


Dia bahkan melucuti seluruh pakaian yang di kenakan'nya, kemudian membasuh dan membersihkan dengan sabun cair hingga seluruh tubuhnya penuh dengan busa. Sungguh dia merasa seluruh raga nya serasa kotor karena telah di jamah oleh orang lain yang bukan suaminya.


Dengan lelehan air mata dan penyesalan yang tidak terkira, dia terus menggosok setiap jengkal kulitnya, tanpa peduli dengan rasa perih di bagian intinya karena di hantam senjata tajam milik pria bejat bernama Alex secara berkali-kali.


Dan sesaat kemudian dia pun teringat kembali saat pria itu mulai menjamah raganya, hingga ke bagian inti tubuhnya.


Flash Back


''Bagaimana? apa kamu menerima tawaran'ku?'' Alex menjulurkan lidahnya dan ******* pipi putih Adelia.

__ADS_1


Adel pun hanya bisa memejamkan mata merasa jijik dengan apa yang di lakukan oleh pria bernama Alex itu, ingin rasanya dia berlari, namun cengkraman tangan Alex begitu kuat mengunci dirinya.


Dia tidak mengiyakan ataupun mengtidakan ucapan Alex, hatinya hanya diliputi rasa penyesalan karena niatnya untuk membantu sang suami harus berujung nestapa.


''Lepaskan aku brengsek, apa kamu tahu apa yang akan di lakukan oleh suami'ku jika dia sampai tahu dengan apa yang kamu lakukan padaku?'' Adel membulatkan bola matanya, lelehan bening pun sudah tak kuasa lagi untuk di tahan dan mengalir dengan sendirinya.


''Aku tinggal bilang bahwa kau sendiri yang datang kemari, dan aku tidak pernah mengundang'mu,'' jawab Alex, memainkan lidahnya di telinganya Adelia.


''Bajingan kamu,'' Adel semakin tak kuasa.


''Santai sayang, ini demi perusahaan suami'mu, aku berjanji, besok juga, tidak... tidak... sekarang juga setelah kamu melayani'ku dan memuaskan'ku, aku akan langsung memberikan kembali saham milik suami'mu, dan bahkan aku juga akan kembali berinvestasi sebesar sepuluh miliar, agar perusahaan suami'mu itu kembali normal,'' jawab Alex dengan sedikit suara de**** keluar dari bibirnya.


Adelia tidak dapat berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah saat tangan pria bejat bernama Alex itu mulai menjamah raganya, dan melucuti setiap helai benang yang menempel di raganya.


Menyesal... Ya... dia menyesal datang ke sana.


Ingin berteriak minta tolong, dia pun ingin melakukannya, namun siapa yang akan mendengarkan teriakannya, sementara dia berada di lantai tiga, di ruangan yang kedap udara, dan pasti siapa pun tidak akan mendengar meski dia berteriak sekencang apapun.


Flash back and


Adelia pun menangis sesenggukan, dengan tangan yang terus menggosok kulitnya dengan sekuat tenaga, tak peduli walaupun berasa perih kini mulai terasa, yang ingin dia lakukan, hanyalah, membersihkan setiap jengkal raga'nya yang serasa kotor.


Sementara itu, Leo masih berada di depan kamar mandi, dia tidak akan beranjak dari sana sampai Adelia, istrinya keluar dari dalam sana, namun setelah lama menunggu, sang istri'pun belum juga membuka pintu, akhirnya dia pun memutuskan untuk membuka pintu secara paksa.


Brak


Brak


Brak


Leo pun mendobrak pintu kamar mandi, secara paksa, dan akhirnya pintu pun terbuka.


__________----------___________

__ADS_1


__ADS_2